Gistara
  • Home
  • Nasional
  • Regional
    • Semarangan
    • Muria
    • Kedu
    • Banyumasan
    • Pantura
    • Solo Raya
  • Politik
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Kolom
    • Opini
    • Risalah
    • Tokoh
    • Cerpen
    • Catatan Redaksi
  • Lainnya
    • Budaya
    • Teknologi
    • Pendidikan
    • Info Grafis
    • Plesir
    • Kuliner
    • Religi
Gistara
  • Home
  • Nasional
  • Regional
    • Semarangan
    • Muria
    • Kedu
    • Banyumasan
    • Pantura
    • Solo Raya
  • Politik
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Kolom
    • Opini
    • Risalah
    • Tokoh
    • Cerpen
    • Catatan Redaksi
  • Lainnya
    • Budaya
    • Teknologi
    • Pendidikan
    • Info Grafis
    • Plesir
    • Kuliner
    • Religi
GISTARA TV
Friday, September 18, 2026
Top News
Mengenal Rubrik Penerbitan Surat Kabar, dan Majalah
Cuaca Terik, Penjual Es Teh di Jepara Berhamburan
Mengenal Nyai Hindun Anisah, Caleg DPR RI Dapil Demak, Kudus, dan...
Kolam Renang Cinta Candi Liyangan Temanggung Jawa Tengah Terbaru 2022
Fenomena Bodoh Deklarasi Kasyaf Lewat Foto
Ribuan Orang Hadiri Haul Mbah Sahil ke 18, Ini Biografinya
Peringati Hari Ibu, MIDEHA Festival Gelar Lomba Kolaborasi dengan Ibu
Sejarah Pantai Nampu Wonogiri Jawa Tengah Terbaru 2022
Tak Perlu ke Eropa, Main Salju Bisa di Dusun Semilir Bawen
Rancangan Dapil Pemilu 2024 di Jepara Tidak Berubah
Gistara
Gistara
  • Home
  • Nasional
  • Regional
    • Semarangan
    • Muria
    • Kedu
    • Banyumasan
    • Pantura
    • Solo Raya
  • Politik
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Kolom
    • Opini
    • Risalah
    • Tokoh
    • Cerpen
    • Catatan Redaksi
  • Lainnya
    • Budaya
    • Teknologi
    • Pendidikan
    • Info Grafis
    • Plesir
    • Kuliner
    • Religi
Copyright 2021 - All Right Reserved
Muria

Pengasuh Pesantren di Jepara Dorong Pemerintah Menutup Pesantren Abal-Abal, Literasi Pencegahan Kekerasan Diperketat 

by Redaksi 03/08/2026
Redaksi 03/08/2026 136 views
Pengasuh Pesantren di Jepara
136

JEPARA | GISTARA. COM –  Keprihatinan atas maraknya kasus kekerasan yang mencatut nama pesantren mengemuka dalam Halaqah Pengasuh Pesantren Gerakan Nasional Pesantrenku Aman yang diselenggarakan Rabithah Ma’ahid Islamiyah PBNU (RMI PBNU), Satuan Tugas Penanggulangan Kekerasan (SAKA) Pesantren, bersama RMI PWNU Jawa Tengah, Minggu (2/8).

Halaqah tersebut menjadi ruang refleksi sekaligus konsolidasi para kiai, nyai, dan pengasuh pesantren untuk memperkuat komitmen mewujudkan lingkungan pendidikan yang aman, ramah, dan bermartabat bagi seluruh santri.

Sekretaris RMI PBNU, Gus Ulun Nuha, menegaskan bahwa berbagai kasus kekerasan tidak boleh menjadi alasan untuk menggeneralisasi seluruh pesantren.

“Kami tentu sangat sedih, prihatin, bahkan merasa ternodai. Kasus-kasus yang terjadi telah mencoreng nama baik ribuan pesantren yang selama ini menjaga tradisi pendidikan dan pengasuhan dengan baik. Karena itu, kita tidak boleh diam. Pesantren harus menunjukkan bahwa lingkungan belajar yang aman merupakan komitmen bersama,” ujarnya.

BACA JUGA: Ribuan Warga Serbu Kartini Night Jepara, Siap Dijadikan Agenda Bulanan

Dalam halaqah dijelaskan bahwa kekerasan tidak hanya berbentuk fisik, tetapi juga psikis, seksual, ancaman, pemaksaan, penelantaran, hingga pembiaran yang seluruhnya memiliki konsekuensi hukum. Karena itu, seluruh elemen pesantren dinilai perlu memiliki pemahaman yang utuh mengenai pencegahan dan penanganan kekerasan.

Forum juga menyoroti fenomena pseudo pesantren atau pesantren abal-abal yang berkembang tanpa tradisi kepesantrenan yang memadai. Keberadaan lembaga semacam itu dinilai turut memperkuat stigma negatif terhadap pesantren ketika terjadi kasus kekerasan.

Selain itu, peserta mengidentifikasi sejumlah akar persoalan, di antaranya relasi kuasa yang membuat korban enggan melapor, penyalahgunaan pemahaman tentang barakah, minimnya literasi pencegahan kekerasan, serta belum optimalnya tata kelola dan sistem perlindungan di sebagian pesantren.

Menurut Gus Ulun, kondisi tersebut harus menjadi momentum untuk terus melakukan pembenahan.

“Gerakan Pesantrenku Aman memang bukan ikhtiar yang mudah, tetapi harus terus diperjuangkan. Jangan sampai berbagai fakta yang terjadi justru membuat kita berhenti bergerak melakukan perbaikan,” tegasnya.

Dalam sesi rekomendasi, para pengasuh pesantren mendorong pemerintah memperketat proses perizinan pendirian pesantren agar hanya lembaga yang memenuhi standar kepesantrenan yang memperoleh izin operasional. Mereka juga mengusulkan pembinaan terhadap pesantren yang membutuhkan pendampingan serta evaluasi terhadap lembaga yang terbukti melakukan pelanggaran berat.

KH Muhammad Jirjis menekankan pentingnya peningkatan literasi hukum bagi pengasuh, guru, dan santri agar memahami regulasi mengenai kekerasan dan tidak terjebak pada praktik yang bertentangan dengan peraturan perundang-undangan.

BACA JUGA: PERGUNU Jepara Apresiasi Kartu Guru Sejahtera, Langkah Nyata Tingkatkan Kesejahteraan Guru

Sementara itu, KH Muhammad Irfan Zidni menilai pesantren memerlukan dukungan pemerintah melalui edukasi keamanan, pendampingan hukum, serta penguatan sistem perlindungan di lingkungan pesantren.

Adapun Nyai Afifah mengingatkan bahwa setiap bentuk takzir atau hukuman terhadap santri harus berada dalam pengawasan pengasuh agar tidak terjadi penyalahgunaan wewenang ataupun praktik balas dendam oleh senior.

Forum juga menegaskan pentingnya penerapan Disiplin Positif, yakni penegakan kedisiplinan melalui pembinaan karakter tanpa kekerasan sebagai bagian dari tradisi pengasuhan pesantren yang rahmah.

Di akhir halaqah, seluruh peserta menyatakan komitmen untuk terus memperkuat Gerakan Nasional Pesantrenku Aman.

Melalui gerakan ini, RMI PBNU berharap terbangun budaya perlindungan di lingkungan pesantren melalui penguatan tata kelola pengasuhan, literasi hukum, penerapan disiplin positif, serta kolaborasi dengan berbagai pihak untuk mewujudkan pesantren yang aman dan bebas dari segala bentuk kekerasan. (KA)

KekerasanPengasuh pesantrenPesantren Abal-abal
0 FacebookTwitterPinterestEmail
Redaksi

previous post
Lima Tanda Kemuliaan Seorang Mukmin, Ustaz Nurul Taufiq: Zuhud Bukan Berarti Meninggalkan Dunia
next post
Gerakan Pesantrenku Aman, Pengasuh Pesantren NU se-Pati Sepakat Minta Pemerintah Menutup Pesantren Abal Abal

You may also like

Bupati Jepara Rotasi 29 Pejabat, Penguatan Layanan Kesehatan Jadi Sorotan

18/09/2026

3.500 Peserta Ikuti Persimanu II, Wujudkan Siswa Ma’arif Berprestasi dan Nasionalis

18/09/2026

Harhubnas: Trans Jateng Jepara-Kudus-Pati Ditarget Beroperasi 2028

17/09/2026

UNISNU Jepara Resmikan Gedung Pascasarjana Kampus 2,  Yaptinu Serahkan Enam Mobil Baru

17/09/2026

PKB Jepara Konsolidasikan 16 DPAC, Bidik Kursi Pimpinan DPRD

15/09/2026

21 Dapur MBG di Jepara Disidak Serentak Dini Hari, Dari Bahan Baku hingga IPAL...

14/09/2026

Terkini

  • Bupati Jepara Rotasi 29 Pejabat, Penguatan Layanan Kesehatan Jadi Sorotan

    18/09/2026
  • 3.500 Peserta Ikuti Persimanu II, Wujudkan Siswa Ma’arif Berprestasi dan Nasionalis

    18/09/2026
  • Peran MUI dalam Penguatan Mutu Pendidikan Islam dan Kompetensi Digital

    18/09/2026
  • Harhubnas: Trans Jateng Jepara-Kudus-Pati Ditarget Beroperasi 2028

    17/09/2026
  • Belajar Menjadi Pemimpin, Mahasiswa BCB Unisnu Jepara Kaji Kepemimpinan dan Pengambilan Keputusan

    17/09/2026
Gistara
  • Home
  • Nasional
  • Regional
    • Semarangan
    • Muria
    • Kedu
    • Banyumasan
    • Pantura
    • Solo Raya
  • Politik
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Kolom
    • Opini
    • Risalah
    • Tokoh
    • Cerpen
    • Catatan Redaksi
  • Lainnya
    • Budaya
    • Teknologi
    • Pendidikan
    • Info Grafis
    • Plesir
    • Kuliner
    • Religi
Sign In

Keep me signed in until I sign out

Forgot your password?

Do not have an account ? Register here

Password Recovery

A new password will be emailed to you.

Have received a new password? Login here

Register New Account

Have an account? Login here