Ustadz Nurul Taufiq: Kebaikan Keluarga Dapat Diteruskan antar Generasi

Ustaz Nurul Taufiq memberikan tausiyah

JEPARA | GISTARA. COM— Suasana dingin menyelimuti pagi di Sekuro. Namun, udara sejuk tersebut tidak menyurutkan semangat jamaah untuk mengikuti pengajian rutin Ahad pagi yang disampaikan Ustaz Nurul Taufiq, Ahad (6/9/2026).

Dalam pengajiannya, Ustaz Nurul Taufiq menjelaskan bahwa faktor keturunan atau genetik merupakan salah satu unsur yang dapat memengaruhi karakteristik seseorang. Menurutnya, kemiripan seseorang tidak selalu berasal dari ayah atau ibu, tetapi bisa muncul dari kakek, nenek, bahkan leluhur pada generasi sebelumnya.

Untuk menjelaskan hal tersebut, ia mengisahkan sebuah peristiwa pada zaman Nabi Muhammad SAW. Seorang sahabat mengadukan kepada Nabi bahwa anaknya memiliki warna kulit yang berbeda dari kedua orang tuanya. Nabi kemudian menanyakan apakah sahabat tersebut memiliki unta.

“Apakah kamu mempunyai unta?” tanya Nabi. Sahabat tersebut menjawab bahwa ia memiliki unta berwarna merah. Namun, dari unta tersebut lahir anak unta berwarna abu-abu.

BACA JUGA: Duet KH Miftachul Akhyar–Gus Kikin, Nahkoda Baru PBNU 2026–2031

Dari kisah tersebut, Ustaz Nurul Taufiq menjelaskan bahwa sifat tertentu dapat muncul melalui garis keturunan yang lebih jauh.

“Orang tua yang kulitnya putih, anaknya bisa berkulit hitam karena keturunan. Bisa jadi ada kakek atau buyutnya yang memiliki kulit berwarna hitam,” ujarnya.

Menurutnya, pembentukan keluarga yang baik tidak hanya berkaitan dengan keturunan secara biologis, tetapi juga nilai, kebiasaan, dan keteladanan yang tumbuh dalam keluarga. Kesalehan anak-anak, lanjutnya, perlu dibangun melalui perilaku baik yang dicontohkan orang tua dalam kehidupan sehari-hari.

“Kalau ingin keluarga kita baik, maka perilaku kita juga harus dijaga. Perbuatan kita hari ini akan memberikan pengaruh bagi keluarga dan generasi setelah kita,” tuturnya.

BACA JUGA: Khitan Massal Maulid Akbar Masjid Al Makmur Sinanggul Diikuti 144 Anak, Ada Peserta Non-Muslim

Ia mengingatkan bahwa kebiasaan baik maupun kurang baik dalam keluarga dapat memengaruhi kehidupan generasi berikutnya. Karena itu, orang tua memiliki tanggung jawab menciptakan lingkungan keluarga yang baik melalui keteladanan, doa, pendidikan, dan hubungan yang harmonis.

Dalam hubungan antargenerasi tersebut, Ustaz Nurul Taufiq juga menyinggung pentingnya tawasul dan silaturahmi. Menurutnya, kebiasaan bertawasul dan menjaga silaturahmi dapat tumbuh dari lingkungan keluarga serta kebiasaan yang diwariskan dari generasi sebelumnya.

Orang yang sejak kecil dibiasakan menghormati leluhur, mendoakan keluarga yang telah meninggal, serta menjaga hubungan kekerabatan, menurutnya, memiliki peluang untuk meneruskan kebiasaan tersebut kepada anak dan keturunannya.

Dengan demikian, selain faktor keturunan yang berkaitan dengan pewarisan biologis, terdapat pula nilai, kebiasaan, dan tradisi keluarga yang dapat diteruskan antargenerasi. Tawasul dan silaturahmi menjadi bagian dari kebiasaan yang dapat terus dipelihara sebagai bentuk penghormatan kepada leluhur sekaligus menjaga ikatan kekerabatan. (KA/KM)

Related posts

Khitan Massal Maulid Akbar Masjid Al Makmur Sinanggul Diikuti 144 Anak, Ada Peserta Non-Muslim

Dari Surau hingga NU: Jejak Pengabdian Mbah KH As’ari di Kalipucang Kulon

Momentum Maulid Nabi, Pengurus Masjid Raudlatus Salikin Masa Khidmat  2026–2031 Dikukuhkan