JEPARA | GISTARA.COM – Karimunjawa tak hanya menawarkan keindahan laut dan pantainya. Pada Jumat (11/9/2026), kawasan kepulauan itu juga dipenuhi semangat ratusan generasi muda dalam sebuah perkemahan besar yang menggabungkan tiga kegiatan sekaligus, yakni Pesta Siaga, Jambore Penggalang, dan Raimuna Ranting.
Sebanyak 501 peserta mengikuti kegiatan tersebut. Mereka didampingi 104 pembina penggalang dan penegak dari berbagai gugus depan (Gudep) di wilayah Karimunjawa dan kepulauan sekitarnya.
Peserta berasal dari berbagai jenjang pendidikan. Untuk golongan penegak, di antaranya dari SMKN 1 Karimunjawa dan MA Kemujan. Sementara golongan penggalang berasal dari SMPN 1 Karimunjawa dan MTs Kemujan.Peserta siaga juga datang dari pangkalan SD di Desa Kemujan dan Desa Karimunjawa.
Perkemahan resmi dibuka oleh Camat Karimunjawa Nuril Abdillah selaku Ketua Majelis Pembimbing Ranting (Mabiran) pada Jumat pagi. Meski pembukaan baru dilakukan Jumat, tenda-tenda peserta telah berdiri sehari sebelumnya.
BACA JUGA: Pemkab Jepara Ajak Warga Kenali Rokok Ilegal, Ada Risiko Hukum Pidana bagi Pembuat dan Pengedar
Beragam kegiatan kemudian digelar hingga Minggu (13/9/2026) siang. Puluhan mata acara disiapkan panitia, tidak hanya berorientasi pada keterampilan kepramukaan, tetapi juga pendidikan karakter dan kepedulian terhadap lingkungan.
Salah satu kegiatan yang menarik perhatian adalah edukasi cinta lingkungan dan aksi bersih pantai yang menggandeng Balai Taman Nasional Karimunjawa. Peserta juga mendapatkan pengalaman langsung melalui kegiatan pengenalan serta pelepasliaran tukik penyu.
Pesan kemanusiaan turut menjadi bagian penting dalam perkemahan. Para peserta dan pembina melakukan aksi Bumbung Kemanusiaan untuk membantu korban bencana. Dana yang terkumpul rencananya disalurkan melalui Kwartir Cabang (Kwarcab) Jepara.
Hiburan Gratis, UMKM Ikut Kebagian Berkah
Perkemahan ini ternyata tak hanya dirasakan manfaatnya oleh para peserta.
Pentas Seni Budaya dan Kepramukaan
Saat malam tiba, ratusan pengunjung yang terdiri dari keluarga peserta dan masyarakat umum memadati kawasan perkemahan. Mereka datang untuk menyaksikan berbagai penampilan dalam pentas seni.
Bagi masyarakat, pentas tersebut menjadi hiburan gratis yang dinanti. Sementara bagi para pelaku UMKM, keramaian itu menjadi peluang untuk meningkatkan pendapatan.
Pedagang UMKM tampak memenuhi kawasan di sekitar lapangan tapak perkemahan. Kehadiran ratusan peserta, pembina, keluarga, dan masyarakat membuat aktivitas ekonomi warga ikut menggeliat.
Perkemahan pun menjadi lebih dari sekadar kegiatan pendidikan. Ada anak-anak yang belajar, masyarakat yang menikmati hiburan, dan pedagang kecil yang ikut merasakan perputaran ekonomi.
BACA JUGA: Utamakan Kenyamanan Wisatawan, Pelabuhan Karimunjawa Bakal Diperbaiki
Salah seorang guru di Karimunjawa, Shofi’i, menyambut positif kegiatan tersebut. Menurutnya, perkemahan memberikan pengalaman berharga bagi para siswa yang tidak selalu bisa diperoleh melalui pembelajaran di ruang kelas.
“Perkemahan seperti ini memberikan pengalaman langsung kepada murid sekaligus membantu membentuk karakter peserta didik,” ujarnya.
Ia menilai kegiatan bersama di alam terbuka dapat melatih kemandirian, kedisiplinan, kerja sama, kepedulian, serta tanggung jawab anak-anak.
Perkemahan Pramuka tersebut diharapakan menanamkan nilai-nilai kemandirian, kegotongroyongan, dan kemanusiaan yang bisa dibawa pulang ke sekolah maupun lingkungan masing-masing. (KA/MS)