Kiai Ali Rohmat: Beruntung Orang yang Ditakdirkan Belajar Agama

Kiai Ali Rohmat memberikan tausiyah

JEPARA | GISTARA. COM – Suasana pagi yang cerah dan dingin tidak menyurutkan semangat jamaah Masjid Jami Raudlatul Falah, Desa Sekuro, Kecamatan Mlonggo, Jepara, untuk mengikuti pengajian rutin Ahad Pagi, Pengajian kali ini disampaikan Kiai Ali Rohmat dengan mengangkat pesan tentang keberuntungan orang yang mendapatkan kesempatan untuk belajar dan memahami agama Ahad (13/9/2026).

Dalam tausiyahnya, Kiai Ali Rohmat menyampaikan bahwa seseorang yang dikehendaki Allah SWT untuk belajar agama merupakan orang yang sangat beruntung.

Menurutnya, keberuntungan itu tidak hanya dalam mempelajari persoalan pokok agama, seperti salat, tetapi juga memahami berbagai persoalan furu’iyah.

BACA JUGA: Bupati Jepara Lakukan Rotasi, 27 Pejabat Tempati Posisi Baru

“Bejo banget orang yang dikehendaki Allah SWT untuk belajar agama, baik masalah pokok seperti bab salat maupun masalah furu’iyah,” tuturnya.

Ia kemudian menyampaikan beberapa keadaan yang menjadi tanda seseorang mendapatkan keberuntungan dari Allah SWT. Salah satunya adalah ketika seseorang ditakdirkan menjadi zuhud, yakni tidak menjadikan keinginan untuk memiliki sesuatu sebagai tujuan utama dalam hidup.

Selain itu, keberuntungan lainnya adalah ketika seseorang ditakdirkan mampu memahami kekurangan dirinya sendiri. Kesadaran terhadap kekurangan diri menjadi bagian penting dalam proses memperbaiki diri dan meningkatkan kualitas kehidupan beragama.

Dalam kesempatan tersebut, Kiai Ali Rohmat juga menyampaikan pesan tentang kehidupan rumah tangga, khususnya pentingnya seorang istri menjaga kerapian ketika hendak menghadiri suatu acara.

BACA JUGA: Pemkab Jepara Ajak Warga Kenali Rokok Ilegal, Ada Risiko Hukum Pidana bagi Pembuat dan Pengedar

Menurutnya, kerapian seorang istri merupakan salah satu bentuk penghormatan kepada suami dan dapat memberikan pengaruh positif terhadap kehidupan keluarga.

“Istri yang macak ketika hendak menghadiri hajatan merupakan salah satu upaya menghormati suami. Kerapian istri tentu akan memengaruhi suami,” jelasnya.

Pesan tersebut menjadi bagian dari nasihat pengajian Ahad Pagi yang tidak hanya membahas persoalan ibadah, tetapi juga mengaitkannya dengan adab, kehidupan sehari-hari, dan hubungan dalam keluarga.

Di tengah udara pagi yang sejuk, jamaah mengikuti pengajian hingga selesai. Kegiatan rutin tersebut menjadi ruang bagi jamaah untuk menambah pengetahuan keagamaan sekaligus mengambil pelajaran yang dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari (KA/KM)

Related posts

Menjadi Lebih Baik Setiap Hari, Belajar dari Teknik Industri

Majelis Dzikir Rijalul Ansor Suwawal, Perkuat Silaturahmi dan Regenerasi

Komisi Pendidikan Pesantren dan Kaderisasi Ulama MUI Jawa Tengah Monitor Perkembangan Pesantren Karimunjawa