Gistara
  • Home
  • Nasional
  • Regional
    • Semarangan
    • Muria
    • Kedu
    • Banyumasan
    • Pantura
    • Solo Raya
  • Politik
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Kolom
    • Opini
    • Risalah
    • Tokoh
    • Cerpen
    • Catatan Redaksi
  • Lainnya
    • Budaya
    • Teknologi
    • Pendidikan
    • Info Grafis
    • Plesir
    • Kuliner
    • Religi
Gistara
  • Home
  • Nasional
  • Regional
    • Semarangan
    • Muria
    • Kedu
    • Banyumasan
    • Pantura
    • Solo Raya
  • Politik
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Kolom
    • Opini
    • Risalah
    • Tokoh
    • Cerpen
    • Catatan Redaksi
  • Lainnya
    • Budaya
    • Teknologi
    • Pendidikan
    • Info Grafis
    • Plesir
    • Kuliner
    • Religi
GISTARA TV
Wednesday, October 14, 2026
Top News
Mengenal Rubrik Penerbitan Surat Kabar, dan Majalah
Cuaca Terik, Penjual Es Teh di Jepara Berhamburan
Mengenal Nyai Hindun Anisah, Caleg DPR RI Dapil Demak, Kudus, dan...
Kolam Renang Cinta Candi Liyangan Temanggung Jawa Tengah Terbaru 2022
Fenomena Bodoh Deklarasi Kasyaf Lewat Foto
Ribuan Orang Hadiri Haul Mbah Sahil ke 18, Ini Biografinya
Sejarah Pantai Nampu Wonogiri Jawa Tengah Terbaru 2022
Peringati Hari Ibu, MIDEHA Festival Gelar Lomba Kolaborasi dengan Ibu
Tak Perlu ke Eropa, Main Salju Bisa di Dusun Semilir Bawen
Rancangan Dapil Pemilu 2024 di Jepara Tidak Berubah
Gistara
Gistara
  • Home
  • Nasional
  • Regional
    • Semarangan
    • Muria
    • Kedu
    • Banyumasan
    • Pantura
    • Solo Raya
  • Politik
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Kolom
    • Opini
    • Risalah
    • Tokoh
    • Cerpen
    • Catatan Redaksi
  • Lainnya
    • Budaya
    • Teknologi
    • Pendidikan
    • Info Grafis
    • Plesir
    • Kuliner
    • Religi
Copyright 2021 - All Right Reserved
Nasional

Kusta Masih Mengintai Anak, Pemkab Jepara Gandeng Guru Percepat Eliminasi Kusta

by Redaksi 28/09/2026
Redaksi 28/09/2026 90 views
Workshop/Training of Trainers (ToT), Penghapusan Stigma Kusta, Penguatan Peran Guru dan Kampanye Percepatan Eliminasi Kusta di Indonesia yang digelar di Pendopo RA Kartini Jepara
90

JEPARA | GISTARA. COM  – Penyakit kusta masih menjadi ancaman di Indonesia. Anak dan pelajar menjadi kalangan paling rentan terserang penyakit yang disebabkan infeksi mycobacterium leprae ini.

Hal ini mengemuka saat Workshop/Training of Trainers (ToT), Penghapusan Stigma Kusta, Penguatan Peran Guru dan Kampanye Percepatan Eliminasi Kusta di Indonesia yang digelar di Pendopo RA Kartini Jepara, Senin (28/9).

Hadir dalam kegiatan ini Bupati Jepara Witiarso Utomo, Ketua Umum PGRI Prof Dr Unifah Rosyidi, Program Officer Hansen’s Disease Program Sasakawa Health Foundation Takumi Owada serta 100 kepala sekolah, wakil kepala sekolah, maupun perwakilan sekolah dari sembilan kota di Jawa Tengah.

BACA JUGA: Ulil Albab Apresiasi Jepara Bersholawat, Dorong Nilai Sholawat Jadi Energi Sosial

Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya meningkatkan pemahaman masyarakat, khususnya lingkungan sekolah, mengenai kusta sekaligus mencegah stigma dan diskriminasi terhadap anak yang terinfeksi.

Bupati Jepara Witiarso Utomo mengatakan keterlibatan guru menjadi penting karena sekolah merupakan salah satu lingkungan utama tempat anak berinteraksi dan menjalani aktivitas sehari-hari.

“Ini sangat penting karena kenyataannya kusta bukan semata-mata persoalan kesehatan. Ada hal lain yang juga penting dan harus kita lawan, mulai dari ketakutan, stigma, ketidaktahuan, dan diskriminasi yang selama ini masih menyertai penyakit tersebut,” ujar Witiarso.

Data WHO menunjukkan persoalan kusta masih menjadi perhatian dunia. Indonesia berada di peringkat ketiga dunia dengan kasus kusta terbanyak setelah India dan Brasil.

BACA JUGA: 21 Dapur MBG di Jepara Disidak Serentak Dini Hari, Dari Bahan Baku hingga IPAL Diperiksa

Pada 2025, Indonesia melaporkan lebih dari 16.000 kasus baru kusta, dengan 9,1 persen di antaranya merupakan anak-anak.

Provinsi dengan temuan kasus kusta tertinggi di Indonesia seperti Sulawesi Utara, Papua, Maluku dan Kalimantan Selatan.

Sedang di Provinsi Jateng, angka kusta diperkirakan sekitar 10 persen atau 1.600 kasus.

Witiarso menyebut, di Kabupaten Jepara saat ini terdapat sekitar sembilan anak yang teridentifikasi mengalami kusta. Mereka berada pada rentang usia 9-15 tahun.

Selama ini, anak-anak tersebut mendapatkan pendampingan dari Dinas Kesehatan. Namun, menurut Witiarso, penanganan tidak cukup hanya dilakukan dari sisi medis. Lingkungan sekolah juga perlu mendapatkan pemahaman agar anak dapat tetap belajar dan bersosialisasi tanpa mendapatkan perlakuan berbeda.

“Sekarang kita libatkan guru-guru agar anak-anak ini bisa diterima di sekolah dan tidak mengalami diskriminasi,” katanya.

Dengan melibatkan sekolah, Pemkab Jepara berharap upaya penanggulangan kusta dapat berjalan lebih menyeluruh. Tidak hanya menemukan dan mengobati kasus, tetapi juga memastikan anak-anak yang terdampak tetap mendapatkan hak pendidikan dan lingkungan sosial yang aman.

BACA JUGA: Jepara Bersholawat, Ikhtiar Batiniah Pemkab untuk Pembangunan Daerah

Melalui workshop dan kampanye tersebut, para guru diharapkan dapat menjadi penggerak edukasi di lingkungan sekolah. Mereka juga diharapkan mampu menyampaikan informasi yang benar mengenai kusta kepada siswa, guru, maupun orang tua.

“Kusta tidak hanya berdampak terhadap kondisi kesehatan penderitanya, tetapi juga dapat menimbulkan persoalan sosial ketika masyarakat masih memiliki pemahaman yang keliru mengenai penyakit tersebut,” ujarnya.

Sementara itu, Program Officer Hansen’s Disease Program Sasakawa Health Foundation Takumi Owada mengatakan Jepara dipilih karena Kota Ukir ada rumah sakit yang khusus menangani kusta.

Pihaknya berharap pelibatan guru menjadi strategi jitu untuk sosialisasi pengenalan waspada kusta, penguatan deteksi dini, pencegahan, penanganan komplikasi, hingga penghapusan stigma.

“Kalau ada anak yang terinfeksi juga bisa ditangani langsung oleh puskesmas terdekat. Kita berharap agar angka kasus tidak ditutupi sehingga penanganan bisa lebih maksimal,” tandasnya. (KA)

EdukasiKustaPeran Guru
0 FacebookTwitterPinterestEmail
Redaksi

previous post
Salat Jalan Mendekatkan Diri kepada Allah SWT
next post
Tiga Pengukir Jepara Bersiap Restorasi Masjid Istiklal Sarajevo 

You may also like

Ribuan Kader Bakal Hadir, Pemkab Kendal Siap Dukung Kongres IPNU-IPPNU

13/10/2026

El Niño Sangat Kuat, BMKG Prediksi Musim Hujan 2026/2027 Datang Terlambat

04/10/2026

PBNU Luncurkan Tema dan Logo Hari Santri 2026,  Menguatkan Akar Tradisi dan Menjaga Keutuhan...

02/10/2026

Hindun Anisah Dorong Ekraf Karimunjawa Naik Kelas, Gekrafs Diminta Perkuat Pendampingan

30/09/2026

BMKG: Musim Hujan 2026/2027 Diprediksi Mulai November

27/09/2026

Tingkatkan Kualitas Sarana Pendidikan, 17 Madrasah di Jepara Digelontor Revitalisasi Banpres

20/09/2026

Terkini

  • Dr Haryanto Ungkap Rahasia Manajemen Pembelajaran dalam Surat Al-Alaq

    14/10/2026
  • BPS Jepara Ingatkan, Jangan Keliru Membaca Angka Ekonomi

    14/10/2026
  • Kejar Swastisaba Wistara 2027, FKJS Jepara Perkuat Kelembagaan hingga Desa

    14/10/2026
  • Lantik PRNU Tanjung 2, Rais Syuriyah PCNU Jepara Ingatkan Dua Kriteria Pemimpin

    14/10/2026
  • LPTQ Jepara Siapkan MTQ,  Pembinaan Kader dan Syiar AI-Qur’an Jadi Prioritas

    13/10/2026
Gistara
  • Home
  • Nasional
  • Regional
    • Semarangan
    • Muria
    • Kedu
    • Banyumasan
    • Pantura
    • Solo Raya
  • Politik
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Kolom
    • Opini
    • Risalah
    • Tokoh
    • Cerpen
    • Catatan Redaksi
  • Lainnya
    • Budaya
    • Teknologi
    • Pendidikan
    • Info Grafis
    • Plesir
    • Kuliner
    • Religi
Sign In

Keep me signed in until I sign out

Forgot your password?

Do not have an account ? Register here

Password Recovery

A new password will be emailed to you.

Have received a new password? Login here

Register New Account

Have an account? Login here