Gistara
  • Home
  • Nasional
  • Regional
    • Semarangan
    • Muria
    • Kedu
    • Banyumasan
    • Pantura
    • Solo Raya
  • Politik
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Kolom
    • Opini
    • Risalah
    • Tokoh
    • Cerpen
    • Catatan Redaksi
  • Lainnya
    • Budaya
    • Teknologi
    • Pendidikan
    • Info Grafis
    • Plesir
    • Kuliner
    • Religi
Gistara
  • Home
  • Nasional
  • Regional
    • Semarangan
    • Muria
    • Kedu
    • Banyumasan
    • Pantura
    • Solo Raya
  • Politik
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Kolom
    • Opini
    • Risalah
    • Tokoh
    • Cerpen
    • Catatan Redaksi
  • Lainnya
    • Budaya
    • Teknologi
    • Pendidikan
    • Info Grafis
    • Plesir
    • Kuliner
    • Religi
GISTARA TV
Saturday, October 3, 2026
Top News
Mengenal Rubrik Penerbitan Surat Kabar, dan Majalah
Cuaca Terik, Penjual Es Teh di Jepara Berhamburan
Mengenal Nyai Hindun Anisah, Caleg DPR RI Dapil Demak, Kudus, dan...
Kolam Renang Cinta Candi Liyangan Temanggung Jawa Tengah Terbaru 2022
Fenomena Bodoh Deklarasi Kasyaf Lewat Foto
Ribuan Orang Hadiri Haul Mbah Sahil ke 18, Ini Biografinya
Sejarah Pantai Nampu Wonogiri Jawa Tengah Terbaru 2022
Peringati Hari Ibu, MIDEHA Festival Gelar Lomba Kolaborasi dengan Ibu
Tak Perlu ke Eropa, Main Salju Bisa di Dusun Semilir Bawen
Rancangan Dapil Pemilu 2024 di Jepara Tidak Berubah
Gistara
Gistara
  • Home
  • Nasional
  • Regional
    • Semarangan
    • Muria
    • Kedu
    • Banyumasan
    • Pantura
    • Solo Raya
  • Politik
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Kolom
    • Opini
    • Risalah
    • Tokoh
    • Cerpen
    • Catatan Redaksi
  • Lainnya
    • Budaya
    • Teknologi
    • Pendidikan
    • Info Grafis
    • Plesir
    • Kuliner
    • Religi
Copyright 2021 - All Right Reserved
Muria

Bangun Budaya Literasi, Dosen Unisnu Jepara Kenalkan ADe di SDN 3 Ujung Batu

by Redaksi 03/10/2026
Redaksi 03/10/2026 7 views
Dosen Unisnu Jepara melaksanakan Pengabdian kepada Masyarakat di SDN 3 Ujung Batu
7

JEPARA | GISTARA. COM – Suasana pagi di SDN 3 Ujung Batu Jepara tetap semarak meski gedung sekolah tengah direnovasi. Di tengah aktivitas pembenahan fisik tersebut, para guru antusias mengikuti kegiatan pengabdian kepada masyarakat yang diselenggarakan Tim Universitas Islam Nahdlatul Ulama (Unisnu) Jepara, Jum’at (2/10/26).

Tim Pengabdian Unisnu Jepara Noor Azizah sebagai Ketua, Doktor Mahalli, dan Khoirul Muslimin sebagai anggota dan narasumber. Materi yang disampaikan berfokus pada “Strategi dan Implementasi Literasi Sekolah melalui Adaptive Design for Learning (ADe)”.

Dalam pemaparannya, Khoirul Muslimin menegaskan bahwa literasi tidak sebatas kemampuan membaca dan menulis. Literasi mencakup kemampuan memahami, mengolah, mengevaluasi, serta menggunakan informasi secara tepat dalam kehidupan sehari-hari.

BACA JUGA: Pemkab Jepara Canangkan Desa Digital, Dorong Pemerintahan Desa Efektif, Transparan dan Akuntabel

“Literasi bukan sekadar kemampuan membaca dan menulis. Literasi harus membantu siswa memahami informasi, berpikir kritis, memecahkan masalah, berkomunikasi, serta menggunakan pengetahuan dalam kehidupan nyata,” ujar Khoirul.

Ia menjelaskan, tujuan literasi sekolah dasar bertumpu pada empat pilar utama, yaitu kognitif, karakter, pola pikir, dan kesiapan menghadapi masa depan. Melalui literasi, siswa diharapkan mampu meningkatkan pemahaman terhadap teks, membangun disiplin dan tanggung jawab, mengembangkan nalar kritis dan kreativitas, serta meningkatkan kecakapan komunikasi dan digital.

Menurut Khoirul, budaya literasi juga berkaitan erat dengan pembentukan perilaku siswa. Ia mengaitkannya dengan konsep Profesor Bimo Walgito mengenai habit, insight, dan role model. Kebiasaan baik perlu dibangun secara konsisten, pemahaman dikembangkan melalui proses belajar, sedangkan guru dan orang tua menjadi teladan bagi siswa.

BACA JUGA: Jepara Bersholawat, Ikhtiar Batiniah Pemkab untuk Pembangunan Daerah

“Literasi tidak cukup hanya dengan mengajarkan anak membaca dan menulis. Yang lebih penting adalah membangun kebiasaan baik, memberikan pemahaman, serta menghadirkan guru dan orang tua sebagai teladan,” jelasnya.

Agar budaya literasi dapat tumbuh secara berkelanjutan, pelaksanaannya perlu berpegang pada tujuh prinsip, yaitu berkelanjutan, berorientasi pada pemahaman, partisipatif, terintegrasi, menyenangkan, kontekstual, dan inklusif. Prinsip tersebut menempatkan literasi bukan sekadar kegiatan membaca, melainkan bagian dari proses pembelajaran dan kehidupan sekolah.

“Literasi harus menjadi budaya yang dilakukan secara terus-menerus, menyenangkan, dan dekat dengan kehidupan siswa. Dengan demikian, anak tidak hanya mampu memahami informasi, tetapi juga mampu mengolahnya, berpikir kritis, berkomunikasi, dan memecahkan masalah,” tambah Khoirul.

Khoirul Muslimin bersama Guru SDN 3 Ujung Batu Jepara

Salah satu strategi yang diperkenalkan dalam kegiatan tersebut adalah pendekatan Adaptive Design for Learning (ADe). Pendekatan ini menekankan penyesuaian strategi pembelajaran berdasarkan kebutuhan dan kemampuan siswa.

Siswa yang belum lancar membaca, misalnya, dapat memperoleh pendampingan melalui kegiatan membaca nyaring dan pengenalan bunyi serta huruf. Sementara itu, siswa yang mengalami kesulitan memahami bacaan dapat dibimbing melalui kegiatan membaca terpandu dan tanya jawab. Bagi siswa yang membutuhkan penguatan nalar, guru dapat menggunakan proyek, numerasi, dan kegiatan pemecahan masalah. Adapun siswa yang masih membutuhkan penguatan kecakapan teknologi dapat dibimbing untuk mencari dan mengevaluasi informasi digital.

“Setiap anak memiliki kebutuhan yang berbeda. Karena itu, strategi literasi juga perlu disesuaikan dengan profil dan kemampuan siswa,” tutur Khoirul.

BACA JUGA: Pemkab Jepara Ajak Warga Kenali Rokok Ilegal, Ada Risiko Hukum Pidana bagi Pembuat dan Pengedar

Untuk membangun kebiasaan literasi, guru juga diperkenalkan pada rutinitas literasi 15 menit. Kegiatan dapat dimulai dengan memilih bacaan, membaca, memahami gagasan utama melalui tanya jawab, kemudian berbagi dan melakukan refleksi. Strategi pendukung lainnya antara lain jurnal membaca, pojok baca, permainan numerasi, dan kegiatan menulis kreatif.

Literasi juga dapat dikembangkan melalui proyek terpadu bertema “Kebersihan Sekolah”. Dalam kegiatan tersebut, siswa membaca teks tentang kebersihan, mengamati lingkungan sekolah, menghitung dan mengklasifikasikan sampah, kemudian membuat poster ajakan menjaga kebersihan.

“Proyek sederhana seperti kebersihan sekolah dapat menjadi media pembelajaran yang mengintegrasikan berbagai dimensi literasi. Anak membaca, mengamati, menghitung, mengolah informasi, kemudian menyampaikan pesan melalui poster,” jelasnya.

BACA JUGA: Dukung Aktivitas Ekonomi Lokal dan Akses Kawasan Wisata, Jalan Bulak Baru akan Dimuluskan

Menurut Khoirul, penguatan literasi membutuhkan ekosistem kolaborasi yang melibatkan siswa, keluarga, guru, kepala sekolah, dan masyarakat. Keluarga berperan membangun kebiasaan literasi di rumah, guru menjadi teladan sekaligus fasilitator, kepala sekolah memberikan dukungan kebijakan dan fasilitas, sedangkan masyarakat dapat menyediakan sumber belajar melalui perpustakaan maupun komunitas.

Keberhasilan literasi, lanjutnya, dapat dilihat melalui empat indikator, yaitu kelancaran, pemahaman, ekspresi, dan penerapan. Dengan indikator tersebut, kemampuan literasi tidak berhenti pada kemampuan membaca, tetapi berlanjut pada pemahaman isi bacaan, keberanian menyampaikan gagasan, dan kemampuan menerapkan pengetahuan untuk menghadapi persoalan sehari-hari.

“Ukuran keberhasilan literasi bukan hanya anak selesai membaca buku. Yang lebih penting adalah apakah anak memahami apa yang dibaca, mampu menyampaikan gagasannya, dan dapat menggunakan pengetahuan tersebut dalam kehidupan,” pungkas Khoirul.

BACA JUGA: Ulil Albab Apresiasi Jepara Bersholawat, Dorong Nilai Sholawat Jadi Energi Sosial

Sementara itu, Noor Azizah menjelaskan bahwa Salah satu bagian penting dalam kegiatan tersebut adalah pengenalan Adaptive Design for Learning (ADe). Pendekatan ini menekankan pentingnya menyesuaikan strategi intervensi literasi dengan profil dan kebutuhan setiap siswa.

Siswa yang belum lancar membaca, misalnya, membutuhkan pendekatan berupa membaca nyaring, pengenalan bunyi dan huruf, serta pendampingan secara langsung.

Berbeda dengan siswa yang sudah lancar membaca tetapi masih mengalami kesulitan memahami isi bacaan. Mereka dapat diberikan pendampingan melalui membaca terpandu, sesi tanya jawab, dan kegiatan menceritakan kembali isi bacaan.

Siswa yang membutuhkan penguatan nalar dan logika dapat diarahkan pada kegiatan literasi berbasis proyek, numerasi, dan pemecahan masalah.

BACA JUGA: 21 Dapur MBG di Jepara Disidak Serentak Dini Hari, Dari Bahan Baku hingga IPAL Diperiksa

Adapun siswa yang masih kurang cakap menggunakan teknologi dapat diberikan kegiatan pencarian informasi digital secara terbimbing sekaligus dilatih mengevaluasi sumber informasi yang valid.

Pendekatan tersebut menunjukkan bahwa strategi literasi tidak harus diberikan dengan cara yang sama kepada seluruh siswa.

“Setiap anak memiliki kebutuhan yang berbeda. Karena itu, strategi literasi juga perlu disesuaikan dengan profil dan kemampuan siswa,” pungkas Noor Azizah. (KA)

Dosen Unisnu JeparaLiterasiPengabdian kepada Masyarakat
0 FacebookTwitterPinterestEmail
Redaksi

previous post
PBNU Luncurkan Tema dan Logo Hari Santri 2026,  Menguatkan Akar Tradisi dan Menjaga Keutuhan Negeri
next post
Keren! Dua Atlet Sepak Takraw Jepara Sumbang Empat Medali untuk Indonesia  di Asian Games 2026

You may also like

Pemkab Jepara Canangkan Desa Digital, Dorong Pemerintahan Desa Efektif, Transparan dan Akuntabel

02/10/2026

Lantik Pengurus  MWCNU Kalinyamatan 2026-2031, Mbah Yatun Ajak NU Struktural dan Kultural Bersinergi

01/10/2026

Perpusdes Tegalsambi Naik Kelas, Unisnu Jepara Hadirkan Transformasi Digital

01/10/2026

Hadapi Swastisaba KKS 2027, FKJS Jepara Perkuat Kelembagaan

01/10/2026

Kelas Penyelesaian Sengketa Proses Pemilu, Bawaslu Jepara Bekali Mahasiswa Mekanisme Penyelesaian Sengketa Pemilu

30/09/2026

Dukung Aktivitas Ekonomi Lokal dan Akses Kawasan Wisata, Jalan Bulak Baru akan Dimuluskan

30/09/2026

Terkini

  • Keren! Dua Atlet Sepak Takraw Jepara Sumbang Empat Medali untuk Indonesia  di Asian Games 2026

    03/10/2026
  • Bangun Budaya Literasi, Dosen Unisnu Jepara Kenalkan ADe di SDN 3 Ujung Batu

    03/10/2026
  • PBNU Luncurkan Tema dan Logo Hari Santri 2026,  Menguatkan Akar Tradisi dan Menjaga Keutuhan Negeri

    02/10/2026
  • Pemkab Jepara Canangkan Desa Digital, Dorong Pemerintahan Desa Efektif, Transparan dan Akuntabel

    02/10/2026
  • Lantik Pengurus  MWCNU Kalinyamatan 2026-2031, Mbah Yatun Ajak NU Struktural dan Kultural Bersinergi

    01/10/2026
Gistara
  • Home
  • Nasional
  • Regional
    • Semarangan
    • Muria
    • Kedu
    • Banyumasan
    • Pantura
    • Solo Raya
  • Politik
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Kolom
    • Opini
    • Risalah
    • Tokoh
    • Cerpen
    • Catatan Redaksi
  • Lainnya
    • Budaya
    • Teknologi
    • Pendidikan
    • Info Grafis
    • Plesir
    • Kuliner
    • Religi
Sign In

Keep me signed in until I sign out

Forgot your password?

Do not have an account ? Register here

Password Recovery

A new password will be emailed to you.

Have received a new password? Login here

Register New Account

Have an account? Login here