El Niño Sangat Kuat, BMKG Prediksi Musim Hujan 2026/2027 Datang Terlambat

Ilustrasi hujan (foto: istockphoto)

JAKARTA | GISTARA.COM – BMKG memprediksi fenomena El Niño Sangat Kuat masih bertahan hingga awal 2027. Kondisi ini berpengaruh terhadap pola musim hujan di Indonesia.

Dalam rilis 2 Oktober 2026, BMKG mencatat indeks ENSO periode Juni-Juli-Agustus 2026 mencapai +2,20, sementara anomali suhu muka laut di Pasifik tengah dan timur pada Agustus mencapai +2,83.

BACA JUGA: Pemkab Jepara Canangkan Desa Digital, Dorong Pemerintahan Desa Efektif, Transparan dan Akuntabel

Sebagian besar wilayah Indonesia diprediksi mulai memasuki musim hujan pada November-Desember 2026, diawali dari Sumatera bagian utara dan kemudian meluas ke wilayah lainnya.

Namun, awal musim hujan diperkirakan mundur di 529 ZOM atau 61,08 persen luas daratan Indonesia. Sebanyak 26 ZOM atau 2,15 persen diprediksi berlangsung sesuai normal.

Meski datang lebih lambat, curah hujan pada musim hujan 2026/2027 diperkirakan normal di 510 ZOM atau 69,76 persen wilayah Indonesia.
Puncak musim hujan diprediksi terjadi pada Desember 2026 hingga Februari 2027. Sebanyak 332 ZOM atau 50,76 persen wilayah diperkirakan mengalami puncak musim hujan lebih lambat dari normal.

BACA JUGA: Jepara Bersholawat, Ikhtiar Batiniah Pemkab untuk Pembangunan Daerah

BMKG juga memprediksi 482 ZOM atau 51,90 persen luas daratan Indonesia mengalami musim hujan 2026/2027 yang lebih pendek dibandingkan kondisi normal.

Kondisi tersebut perlu menjadi perhatian pemerintah dan masyarakat dalam mengantisipasi dampak perubahan pola musim, terutama pada sektor pertanian dan pengelolaan sumber daya air. (KA)

Related posts

PBNU Luncurkan Tema dan Logo Hari Santri 2026,  Menguatkan Akar Tradisi dan Menjaga Keutuhan Negeri

Hindun Anisah Dorong Ekraf Karimunjawa Naik Kelas, Gekrafs Diminta Perkuat Pendampingan

Kusta Masih Mengintai Anak, Pemkab Jepara Gandeng Guru Percepat Eliminasi Kusta