Dosen PAI FTIK UNISNU Jepara Go International, Berbagi Ilmu Pendidikan hingga Malaysia

Dosen PAI UNISNU Jepara bersama dewan asatidz Tafaqquh Mengaji Malaysia

JEPARA | GISTARA. COM – Ilmu pengetahuan tidak mengenal batas wilayah. Semangat itulah yang dibawa dosen Program Studi Pendidikan Agama Islam (PAI) FTIK UNISNU Jepara ketika melaksanakan kegiatan pengabdian kepada masyarakat internasional di Tafaqquh Mengaji, Malaysia, pada 7-8 Oktober 2026.

Tiga dosen PAI FTIK UNISNU Jepara hadir membawa tema-tema yang dekat dengan kebutuhan pendidik saat ini. Dr. Khalimatus Sadiyah, M.Pd.I. berbagi tentang kurikulum dan manajemen kelas, Dr. Nusrotus Sa’idah, M.Pd.I mengupas asesmen pembelajaran, sedangkan Yushinta Eka Farida, M.Pd.I memberikan wawasan mengenai pemanfaatan media pembelajaran.

Bagi Khalimatus Sadiyah, ruang kelas bukan sekadar tempat berlangsungnya proses transfer pengetahuan. Kelas merupakan ruang interaksi yang harus dikelola agar setiap peserta didik mendapatkan pengalaman belajar yang positif.

“Guru yang baik bukan hanya guru yang menguasai materi, tetapi juga guru yang mampu menghadirkan kelas sebagai ruang belajar yang nyaman, aktif, dan bermakna bagi peserta didiknya.” ungkapnya.

BACA JUGA: Pemkab Jepara Salurkan BLT DBHCHT ke 4.813 Butuh dan Petani Tembakau

Perspektif tersebut kemudian dilengkapi dengan materi asesmen yang disampaikan Nusrotus Sa’idah. Ia mengingatkan bahwa kegiatan menilai peserta didik harus menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari proses pembelajaran.

“Asesmen harus membantu kita menjawab satu pertanyaan penting: setelah mengikuti pembelajaran, apa yang benar-benar berkembang pada diri peserta didik?” tuturnya.

Adapun Yushinta Eka Farida mengajak peserta melihat media pembelajaran secara lebih substantif. Menurutnya, media bukan sekadar pelengkap pembelajaran, terlebih di tengah perkembangan teknologi pendidikan yang semakin cepat.

“Guru tidak harus menggunakan teknologi yang paling canggih. Guru harus memilih media yang paling tepat untuk membantu peserta didik memahami apa yang sedang dipelajari.” jelas Yushinta.

Ketiga materi tersebut memiliki satu benang merah: pembelajaran yang berkualitas harus berangkat dari kebutuhan peserta didik. Manajemen kelas menciptakan lingkungan belajar yang kondusif, asesmen memberikan informasi tentang perkembangan belajar, sedangkan media membantu menyampaikan pengalaman belajar secara lebih efektif.

Kegiatan pengabdian di Tafaqquh Mengaji Malaysia juga memiliki arti penting bagi perjalanan internasionalisasi PAI UNISNU Jepara. Dosen tidak hanya hadir sebagai akademisi yang menyampaikan materi, tetapi juga sebagai bagian dari proses berbagi pengalaman pendidikan antara Indonesia dan Malaysia.

BACA JUGA: Pemkab Jepara Canangkan Desa Digital, Dorong Pemerintahan Desa Efektif, Transparan dan Akuntabel

Dari Jepara, gagasan pendidikan dibawa menyeberangi batas negara. Dari ruang pengabdian, jejaring akademik diperluas. Dan dari perjumpaan tersebut, terbuka peluang untuk membangun kerja sama yang lebih panjang.

Kegiatan ini sekaligus memperkuat semangat “PAI FTIK UNISNU Go International”, yaitu membawa kompetensi, pengalaman, dan kontribusi akademik PAI FTIK UNISNU Jepara agar dapat memberikan manfaat yang lebih luas, termasuk di tingkat internasional.

Pengabdian di Malaysia diharapkan tidak berhenti sebagai satu agenda kegiatan, tetapi menjadi awal dari kolaborasi yang lebih berkelanjutan dalam bidang pendidikan, penelitian, pengabdian kepada masyarakat, dan pengembangan kapasitas pendidik.

Dengan demikian, langkah PAI FTIK UNISNU Jepara menuju ruang internasional bukan hanya tentang hadir di luar negeri, tetapi tentang membawa ilmu, membangun jejaring, dan memberikan manfaat lintas batas. (KA)

Related posts

Perkuat Jejaring Akademik Internasional, Prodi PAI UNISNU Jepara Kolaborasi Riset dengan IIUM Malaysia

Baru Dilantik, KKMA 02 Jepara Langsung Tancap Gas Bedah Kerangka TKA 2026

Belajar Menjadi Pemimpin, Mahasiswa BCB Unisnu Jepara Kaji Kepemimpinan dan Pengambilan Keputusan