JEPARA | GISTARA. COM – Ketua Komisi C DPRD Kabupaten Jepara Nur Hidayat, S.M, menyampaikan duka cita yang mendalam atas wafatnya Syabila Rizkia Putri Raharja, atlet selam putri Kabupaten Jepara yang mengalami insiden saat bertanding dalam ajang Porprov XVII Jawa Tengah 2026 di Semarang.
Kepergian almarhumah merupakan kehilangan besar bagi keluarga, masyarakat Jepara, dan dunia olahraga. Terlebih, almarhumah sebelumnya telah mempersembahkan dua medali emas bagi Kabupaten Jepara. Prestasi tersebut menjadi bukti dedikasi dan perjuangannya dalam mengharumkan nama daerah.
Nur Hidayat menyampaikan penghormatan setinggi-tingginya atas perjuangan almarhumah. Semoga keluarga yang ditinggalkan diberikan kekuatan dan ketabahan.
Lebih lanjut, Nur Hidayat menyatakan bahwa di balik duka ini, keselamatan atlet harus menjadi perhatian serius seluruh pihak yang bertanggung jawab atas penyelenggaraan olahraga.
“Saya mendorong panitia Porprov, KONI, pemerintah daerah, serta instansi terkait untuk melakukan evaluasi menyeluruh terhadap peristiwa ini,” tegas Nur Hidayat melalui pernyataan pers, Minggu (25/10/26).
Nur Hidayat menuatakana da beberapa hal yang perlu mendapat diperhatikan atas insiden tersebut:
1. Standar keselamatan pertandingan, khususnya pada cabang olahraga selam laut.
2. Kesiapan petugas penyelamat dan tenaga medis, termasuk prosedur penanganan keadaan darurat.
3. Kepatuhan terhadap prosedur operasional dan standar keselamatan yang berlaku dalam penyelenggaraan pertandingan.
4. Kronologi dan hasil pemeriksaan resmi, agar masyarakat memperoleh informasi yang akurat dan tidak berkembang spekulasi.
5. Perlindungan atlet ke depan, melalui penguatan sistem keselamatan, pengawasan, serta evaluasi penyelenggaraan kompetisi.
Nur Hidayat menegaskan bahwa evaluasi harus dilakukan berdasarkan fakta dan hasil pemeriksaan yang dapat dipertanggungjawabkan. Kita tidak boleh terburu-buru menyimpulkan adanya kelalaian sebelum seluruh informasi terverifikasi.
DPRD Kabupaten Jepara, sesuai kewenangan dan mekanisme kelembagaan, perlu mendorong koordinasi dengan pemerintah daerah dan pihak terkait untuk memperoleh penjelasan serta memastikan adanya tindak lanjut yang nyata.
“Prestasi memang penting, tetapi keselamatan dan nyawa atlet jauh lebih utama. Jangan sampai orientasi mengejar medali mengesampingkan kewajiban memastikan pertandingan berlangsung dengan standar keselamatan yang memadai,” ujarnya.
Penghormatan terbaik kepada almarhumah bukan hanya dengan mengenang prestasinya, melainkan juga dengan menjadikan peristiwa ini sebagai momentum memperkuat perlindungan terhadap seluruh atlet.
“Semoga almarhumah Syabila Rizkia Putri Raharja mendapat tempat terbaik di sisi Allah SWT. Perjuangan dan pengabdiannya untuk Kabupaten Jepara akan selalu dikenang,” pungkasnya. (KA)