Gistara
  • Home
  • Nasional
  • Regional
    • Semarangan
    • Muria
    • Kedu
    • Banyumasan
    • Pantura
    • Solo Raya
  • Politik
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Kolom
    • Opini
    • Risalah
    • Tokoh
    • Cerpen
    • Catatan Redaksi
  • Lainnya
    • Budaya
    • Teknologi
    • Pendidikan
    • Info Grafis
    • Plesir
    • Kuliner
    • Religi
Gistara
  • Home
  • Nasional
  • Regional
    • Semarangan
    • Muria
    • Kedu
    • Banyumasan
    • Pantura
    • Solo Raya
  • Politik
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Kolom
    • Opini
    • Risalah
    • Tokoh
    • Cerpen
    • Catatan Redaksi
  • Lainnya
    • Budaya
    • Teknologi
    • Pendidikan
    • Info Grafis
    • Plesir
    • Kuliner
    • Religi
GISTARA TV
Monday, October 26, 2026
Top News
Mengenal Rubrik Penerbitan Surat Kabar, dan Majalah
Cuaca Terik, Penjual Es Teh di Jepara Berhamburan
Mengenal Nyai Hindun Anisah, Caleg DPR RI Dapil Demak, Kudus, dan...
Kolam Renang Cinta Candi Liyangan Temanggung Jawa Tengah Terbaru 2022
Fenomena Bodoh Deklarasi Kasyaf Lewat Foto
Ribuan Orang Hadiri Haul Mbah Sahil ke 18, Ini Biografinya
Sejarah Pantai Nampu Wonogiri Jawa Tengah Terbaru 2022
Peringati Hari Ibu, MIDEHA Festival Gelar Lomba Kolaborasi dengan Ibu
Tak Perlu ke Eropa, Main Salju Bisa di Dusun Semilir Bawen
Rancangan Dapil Pemilu 2024 di Jepara Tidak Berubah
Gistara
Gistara
  • Home
  • Nasional
  • Regional
    • Semarangan
    • Muria
    • Kedu
    • Banyumasan
    • Pantura
    • Solo Raya
  • Politik
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Kolom
    • Opini
    • Risalah
    • Tokoh
    • Cerpen
    • Catatan Redaksi
  • Lainnya
    • Budaya
    • Teknologi
    • Pendidikan
    • Info Grafis
    • Plesir
    • Kuliner
    • Religi
Copyright 2021 - All Right Reserved
Muria

Peringati Hari Santri Nasional 2026, PRNU Raguklampitan Gelar Karnaval hingga Pengajian Umum

by Redaksi 26/10/2026
Redaksi 26/10/2026 2 views
Pemberangkatan Karnaval
2

JEPARA | GISTARA. COM  — Semangat kebersamaan, kecintaan kepada ulama, dan pengabdian kepada umat mewarnai rangkaian peringatan Hari Santri Nasional (HSN) 2026 yang diselenggarakan Pengurus Ranting Nahdlatul Ulama (PRNU) Raguklampitan, Kecamatan Batealit, Kabupaten Jepara, bersama seluruh badan otonom Nahdlatul Ulama.

Kegiatan yang berlangsung meriah pada Ahad, 25 Oktober 2026, tersebut berhasil menarik partisipasi lebih dari 800 peserta karnaval dari berbagai unsur masyarakat.

Peringatan Hari Santri tahun ini merupakan hasil kolaborasi PRNU Raguklampitan bersama enam badan otonom, yakni Gerakan Pemuda Ansor, Barisan Ansor Serbaguna (Banser), Muslimat NU, Fatayat NU, Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU), dan Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (IPPNU).

Rangkaian kegiatan meliputi karnaval Hari Santri, bazar UMKM, pengundian hadiah dan doorprize, serta pengajian umum yang dirangkai dengan haul massal.

BACA JUGA: Kenang Perjuangan dan Jasa Syabilla, Pemkab Jepara Bakal Abadikan Namanya Jadi Nama Kolam Renang di  GBK

Karnaval Hari Santri

Karnaval Hari Santri Nasional 2026 dilaksanakan pada Ahad pagi, 25 Oktober 2026, mulai pukul 08.00 WIB, dengan titik pemberangkatan atau start dari depan Balai Desa Raguklampitan, Kecamatan Batealit, Kabupaten Jepara berjalan menggunakan mobil dan motor menyusuri jalan keliling desa.

Sejak pagi, antusiasme peserta terlihat dalam mengikuti kegiatan yang menjadi salah satu agenda utama peringatan Hari Santri Nasional tersebut.

Dengan jumlah peserta mencapai lebih dari 800 orang, karnaval ini menjadi momentum kebersamaan masyarakat Raguklampitan dalam memperingati perjuangan para ulama dan santri.

Dalam kegiatan tersebut di ambil 3 pemenang lomba karnaval dan berdasarkan penilaian dewan juri terpilih juara 1 dimenangkan oleh SMP Tahfidz Zhilalul Quran, Juara 2 dimenangkan oleh SDN 01 Raguklampitan sedangkan Juara 3 di menangkan oleh PAUD AVECENA Raguklampitan. Para pemenang mendapatkan Hadiah Tropy dan uang apresiasi.

Sementara itu hadiah kambing di menangkan oleh Eka Yulianti dan hadiah utama 1 unit sepeda motor dimenangkan oleh Muhammad Kharis , dua-duanya adalah warga desa Raguklampitan. Karnaval tersebut juga bukan sekadar ajang hiburan atau perayaan tahunan, melainkan juga menjadi sarana mempererat silaturahmi, memperkuat ukhuwah Islamiyah, dan menumbuhkan kecintaan generasi muda terhadap Nahdlatul Ulama.

Keterlibatan berbagai unsur masyarakat menunjukkan bahwa semangat Hari Santri tetap hidup dan mendapat tempat di tengah kehidupan masyarakat.

Hadiah utama satu unit sepeda motor dari K. Ali Mursid, ME, Ketua Tanfidziyah PRNU Raguklampitan

Kolaborasi Seluruh Badan Otonom NU

Kesuksesan penyelenggaraan kegiatan ini tidak terlepas dari semangat gotong royong seluruh badan otonom NU Raguklampitan.

GP Ansor dan Banser menjadi bagian dari kekuatan pemuda dalam mendukung ketertiban, keamanan, dan kelancaran kegiatan.

Muslimat NU dan Fatayat NU turut memperkuat partisipasi perempuan Nahdliyin dalam kegiatan sosial dan keagamaan.

Sementara itu, IPNU dan IPPNU menjadi representasi generasi muda yang terus belajar berorganisasi, membangun kepemimpinan, dan menanamkan nilai-nilai pengabdian.

Kolaborasi tersebut menjadi bukti bahwa Nahdlatul Ulama memiliki kekuatan besar ketika seluruh elemen organisasi bersatu dalam satu tujuan.

Peringatan Hari Santri juga menjadi sarana kaderisasi lintas generasi agar perjuangan para pendiri NU dapat terus dilanjutkan.

BACA JUGA: Nur Hidayat Dorong Evaluasi Menyeluruh atas Wafatnya Atlet Selam Jepara

Hadiah Utama Satu Unit Sepeda  Motor

Kemeriahan karnaval semakin terasa dengan adanya pengundian hadiah dan berbagai doorprize bagi peserta.

Salah satu hadiah yang paling menarik perhatian adalah satu unit sepeda motor yang dipersembahkan secara khusus oleh Ketua Tanfidziyah PRNU Raguklampitan, K. Ali Mursid, ME, sebagai hadiah utama.

Selain sepeda motor, panitia juga menyediakan hadiah berupa seekor kambing dan berbagai hadiah hiburan lainnya.

Hadiah-hadiah tersebut menjadi bentuk apresiasi kepada masyarakat yang telah ikut menyemarakkan kegiatan Hari Santri Nasional.

Meskipun demikian, nilai utama dari kegiatan ini bukan terletak pada besarnya hadiah, melainkan pada semangat kebersamaan, partisipasi, dan kecintaan masyarakat terhadap organisasi Nahdlatul Ulama.

Bazar UMKM, Upaya Gerakkan Ekonomi Masyarakat

Selain kegiatan karnaval, rangkaian peringatan Hari Santri Nasional 2026 juga mencakup bazar UMKM sebagai bagian dari upaya pemberdayaan ekonomi masyarakat.

Melalui kegiatan tersebut, pelaku usaha lokal mendapatkan ruang untuk memperkenalkan dan memasarkan produk kepada masyarakat.

Kegiatan ini diharapkan mampu meningkatkan aktivitas ekonomi warga sekaligus menumbuhkan semangat kemandirian usaha.

Muntamah , panitia seksi bidang UMKM menyampaikan bahwa Kehadiran bazar UMKM mencerminkan komitmen bahwa kegiatan NU tidak hanya berorientasi pada penguatan keagamaan, tetapi juga diarahkan untuk memberikan manfaat sosial dan ekonomi bagi masyarakat.

Pengajian Umum dan Haul Massal di Masjid Ni’man Nashir

Sebagai bagian dari rangkaian peringatan Hari Santri Nasional 2026, PRNU Raguklampitan juga menyelenggarakan pengajian umum dan haul massal yang diselenggarakan Ahad malam senin, 25 Oktober 2026 bertempat di Masjid Ni’man Nashir, Raguklampitan, Kecamatan Batealit, Kabupaten Jepara. menghadirkan penceramah: Dr. H. Abdul Wahab, S.Sos.I., M.S.I.

Pengajian umum tersebut menjadi momentum untuk memperkuat pemahaman keagamaan, meningkatkan kecintaan kepada Rasulullah SAW, serta meneladani perjuangan para ulama dalam membimbing umat.

Sementara itu, haul massal menjadi sarana bagi masyarakat untuk bersama-sama mengirimkan doa kepada para orang tua, guru, leluhur, serta kaum muslimin dan muslimat yang telah meninggal dunia.

Rois Syuriah MWC NU Batealit K. Nur Huda,S.Pd.I dalam sambutannya menyampaikan bahwa Tradisi haul merupakan salah satu bentuk pelestarian amaliah keagamaan warga Nahdlatul Ulama yang mengandung nilai penghormatan kepada generasi terdahulu, silaturahmi, dan pengingat akan kehidupan akhirat.

Perpaduan antara karnaval pada pagi hari dan pengajian umum selepas Isya menggambarkan keseimbangan antara kegiatan sosial-kemasyarakatan dengan penguatan nilai-nilai spiritual.

Dengan demikian, peringatan Hari Santri tidak berhenti pada kemeriahan kegiatan, tetapi juga menjadi ruang refleksi untuk memperkuat iman, akhlak, dan pengabdian kepada masyarakat.

Istiqomah Khidmah kepada NU dan Umat 

Ketua Tanfidziyah PRNU Raguklampitan, K. Ali Mursid, ME, menekankan pentingnya menjaga semangat pengabdian meskipun seluruh rangkaian kegiatan Hari Santri telah selesai dilaksanakan.

Pesan tersebut disampaikan melalui ungkapan yang disampaikan dalam memberikan sambutan atas nama PR NU Raguklampitan dalam pengajian tersebut bahwa:

“Karnaval boleh selesai. Pengajian boleh berakhir. Panitia boleh dibubarkan. Tetapi khidmah kepada NU dan umat tidak boleh berhenti.” tegas K. Ali Mursid, ME, Ketua Tanfidziyah PRNU Raguklampitan

Pesan tersebut mengandung makna bahwa keberhasilan kegiatan organisasi tidak semata-mata diukur dari kemeriahan acara, jumlah peserta, atau besarnya hadiah yang dibagikan.

Lebih dari itu, keberhasilan organisasi harus tercermin dalam keberlanjutan program, kekompakan pengurus, kualitas kaderisasi, serta manfaat nyata yang dirasakan masyarakat.

Semangat berkhidmah harus menjadi karakter seluruh pengurus NU dan badan otonomnya.

Pengabdian tidak boleh hanya muncul ketika terdapat kegiatan besar, tetapi harus terus diwujudkan dalam kehidupan sehari-hari melalui kegiatan pendidikan, keagamaan, sosial, dan pelayanan kepada masyarakat.

Meneladani Semangat Resolusi Jihad 22 Oktober 1945

Peringatan Hari Santri Nasional memiliki hubungan erat dengan peristiwa bersejarah Resolusi Jihad yang dicetuskan pada 22 Oktober 1945 di bawah kepemimpinan Hadratussyaikh KH. Hasyim Asy’ari.

Resolusi Jihad menjadi salah satu tonggak perjuangan ulama dan santri dalam mempertahankan kemerdekaan Indonesia.

Semangat perjuangan tersebut menjadi inspirasi bagi generasi sekarang untuk terus menjaga nilai-nilai keislaman, kebangsaan, dan persatuan.

Jika dahulu para ulama dan santri berjuang mempertahankan kemerdekaan, maka generasi sekarang memiliki tanggung jawab untuk mengisi kemerdekaan melalui pendidikan, pembangunan karakter, pemberdayaan ekonomi, serta penguatan kehidupan sosial-keagamaan.

Melalui peringatan Hari Santri Nasional 2026, PRNU Raguklampitan berharap semangat perjuangan tersebut dapat terus diwariskan kepada generasi muda.

PRNU Raguklampitan menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah mendukung penyelenggaraan rangkaian kegiatan Hari Santri Nasional 2026.

Ucapan terima kasih ditujukan kepada seluruh jajaran pengurus, badan otonom, panitia pelaksana, donatur, tokoh agama, tokoh masyarakat, serta seluruh warga yang telah memberikan dukungan berupa tenaga, pikiran, waktu, dan materi.

Ketua panitia kegiatan Miftahus sururi mengatakan “Keberhasilan kegiatan ini merupakan hasil kerja kolektif yang dilandasi semangat gotong royong dan kepedulian terhadap organisasi”  pungkasnya.

Dukungan masyarakat juga menjadi modal penting bagi PRNU Raguklampitan untuk terus mengembangkan kegiatan yang lebih bermanfaat pada masa mendatang.

Momentum Memperkuat Persatuan dan Pengabdian

Berpartisipasi lebih dari 900 peserta dalam karnaval Hari Santri Nasional 2026 menjadi gambaran kuatnya antusiasme masyarakat terhadap kegiatan Nahdlatul Ulama di tingkat ranting.

Rangkaian kegiatan yang memadukan karnaval, bazar UMKM, pembagian hadiah, pengajian umum, dan haul massal menunjukkan bahwa peringatan Hari Santri dapat menjadi ruang kebersamaan yang menyentuh berbagai aspek kehidupan masyarakat.

Melalui kegiatan ini, PRNU Raguklampitan berharap terbangun semangat baru dalam memperkuat organisasi, meningkatkan kualitas kaderisasi, menghidupkan tradisi keagamaan, dan mengembangkan pelayanan sosial kepada masyarakat.

Peringatan Hari Santri Nasional 2026 bukanlah akhir dari sebuah kegiatan, melainkan awal dari pengabdian yang harus terus dijaga dan dilanjutkan.

Karnaval boleh selesai, pengajian boleh berakhir, panitia boleh dibubarkan, tetapi khidmah kepada NU dan umat tidak boleh berhenti. (KA)

Hari SantriKaranavalPRNU Raguklampitan
0 FacebookTwitterPinterestEmail
Redaksi

previous post
Kenang Perjuangan dan Jasa Syabilla, Pemkab Jepara Bakal Abadikan Namanya Jadi Nama Kolam Renang di  GBK

You may also like

Kenang Perjuangan dan Jasa Syabilla, Pemkab Jepara Bakal Abadikan Namanya Jadi Nama Kolam Renang...

26/10/2026

Nur Hidayat Dorong Evaluasi Menyeluruh atas Wafatnya Atlet Selam Jepara

25/10/2026

Rifqi dan Khubaila Terpilih Jadi Mas dan Mbak Duta Wisata Jepara 2026, Siap Promosikan...

25/10/2026

Khoirul Muslimin Ajak Mahasiswa BCB UNISNU Cerdas Kelola Keuangan dan Berwirausaha

23/10/2026

HSN MWC NU Tahunan, Santri Didorong Kuasai Teknologi dan Jadi Pelopor Perdamaian

22/10/2026

Gelorakan Semangat Resolusi Jihad, 2.000 Peserta Hadiri Apel Hari Santri di Mlonggo

22/10/2026

Terkini

  • Peringati Hari Santri Nasional 2026, PRNU Raguklampitan Gelar Karnaval hingga Pengajian Umum

    26/10/2026
  • Kenang Perjuangan dan Jasa Syabilla, Pemkab Jepara Bakal Abadikan Namanya Jadi Nama Kolam Renang di  GBK

    26/10/2026
  • Nur Hidayat Dorong Evaluasi Menyeluruh atas Wafatnya Atlet Selam Jepara

    25/10/2026
  • Kabar Duka, Fathan Subchi Dikabarkan Wafat di Rusia

    25/10/2026
  • Rifqi dan Khubaila Terpilih Jadi Mas dan Mbak Duta Wisata Jepara 2026, Siap Promosikan Potensi Daerah

    25/10/2026
Gistara
  • Home
  • Nasional
  • Regional
    • Semarangan
    • Muria
    • Kedu
    • Banyumasan
    • Pantura
    • Solo Raya
  • Politik
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Kolom
    • Opini
    • Risalah
    • Tokoh
    • Cerpen
    • Catatan Redaksi
  • Lainnya
    • Budaya
    • Teknologi
    • Pendidikan
    • Info Grafis
    • Plesir
    • Kuliner
    • Religi
Sign In

Keep me signed in until I sign out

Forgot your password?

Do not have an account ? Register here

Password Recovery

A new password will be emailed to you.

Have received a new password? Login here

Register New Account

Have an account? Login here