Rektor IPMAFA Dorong Wisudawan Mandiri di Tengah Ekosistem yang Tak Baik-baik Saja

Rektor IPMAFA KH. Abdul Ghofarrozin, M.Ed

PATI | GISTARA. COM – Rektor Institut Pesantren Mathali’ul Falah (IPMAFA), Abdul Ghofarrozin, M.Ed., yang biasa akrab dipanggil dengan sapaan Gus Rozin meminta para wisudawan menjadi pribadi yang mandiri dan tidak menyerah di tengah kondisi ekonomi yang menurutnya sedang tidak baik-baik saja.

Pesan itu disampaikan dalam Wisuda Program Sarjana XV dan Pascasarjana II di Kampus IPMAFA, Sabtu (31/10/2026).

Dalam sambutannya, Gus Rozin mengungkapkan syukur atas kelulusan 319 wisudawan dari delapan program studi, yang menuntaskan studi empat tahun untuk jenjang S1 dan dua tahun untuk S2. Namun, ia mengingatkan bahwa pengabdian dan perjuangan untuk bangsa tidak boleh berhenti setelah wisuda.

BACA JUGA: Bupati Jepara Rotasi 29 Pejabat, Penguatan Layanan Kesehatan Jadi Sorotan

Menurutnya, banyak wisudawan kini menghadapi kondisi yang tidak mudah, baik yang sudah berkiprah di UMKM dan lembaga keuangan mikro, yang berasal dari keluarga petani dan nelayan, maupun yang sedang mencari pekerjaan. Ia menilai ekosistem usaha mikro, pertanian, dan perikanan saat ini sedang tidak baik-baik saja.

Karena itu, ia meminta wisudawan memegang dua nilai pesantren yang diajarkan di IPMAFA. Nilai pertama adalah al-i’timad ‘ala al-nafs atau kemandirian. Menurutnya, wisudawan perlu mandiri dan tidak terlalu berharap kepada pihak-pihak yang membentuk ekosistem di negeri ini, karena kekuatan sebenarnya ada pada para santri dan orang-orang yang mandiri.

Nilai kedua adalah al-kifah al-mudawamah atau perjuangan yang terus-menerus, yang menurutnya relevan bagi siapa pun, apa pun profesinya.

BACA JUGA: Perluas Akses Pendidikan, Bupati Jepara Salurkan Kartu Sarjana Rp2,49 Miliar

Ia juga menegaskan identitas IPMAFA sebagai kampus perubahan. Para lulusan diminta menjadi pribadi yang berbeda dan membawa perubahan, mulai dari lingkungan terdekat hingga masyarakat yang lebih luas, disertai kesabaran di tengah tantangan yang semakin berat.

“Santri tidak boleh menyerah. Kesempatan untuk berkhidmat selalu ada,” tegasnya.

Di akhir sambutan, Gus Rozin menyerahkan kembali para wisudawan kepada orang tua dan wali, dengan harapan ilmu yang didapat selama kuliah membuat mereka semakin dewasa dan mandiri. Ia menutup dengan doa agar para lulusan memperoleh nilai kesepuluh dalam tradisi pesantren, yaitu al-barakah.(KA)

Related posts

Khoirul Muslimin Ajak Mahasiswa BCB UNISNU Cerdas Kelola Keuangan dan Berwirausaha

Dari UNISNU Jepara untuk Indonesia, Ratusan Pendidik dan Pelajar Adu Inovasi dalam Lomba Esai Nasional Hari Santri

25 Anak TK dan PAUD Jepara Adu Kreativitas, Tanamkan Kebiasaan Baik Lewat Dongeng