JEPARA | GISTARA. COM – Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kabupaten Jepara menggelar Dialog Pemuka Agama dan Tokoh Masyarakat Tingkat Kabupaten Jepara, Jumat (6/11/2026), bertempat di Kantor FKUB Jepara. Kegiatan yang mengusung tema “Merawat Jepara yang Damai melalui Dialog, Kebersamaan, dan Kolaborasi Lintas Agama” ini menjadi momentum penting untuk memperkuat komunikasi, membangun saling pengertian, serta merumuskan langkah nyata dalam menjaga kerukunan umat beragama di Kabupaten Jepara.
Kegiatan tersebut dihadiri segenap pengurus FKUB Kabupaten Jepara bersama pemuka agama dan tokoh masyarakat dengan jumlah peserta sebanyak 25 orang. Mereka terdiri atas perwakilan umat Hindu, Buddha, Kristen, Katolik, Konghucu, Nahdlatul Ulama (NU), Muhammadiyah, Ahlul Bait Indonesia, serta komunitas Syiah.
Kehadiran berbagai unsur keagamaan tersebut mencerminkan semangat kebersamaan dalam merawat keberagaman dan memperkokoh persaudaraan di tengah masyarakat Jepara yang majemuk.
BACA JUGA: Bupati Jepara Rotasi 29 Pejabat, Penguatan Layanan Kesehatan Jadi Sorotan
Dialog Agama untuk Mengikis Prasangka
Hadir sebagai narasumber pertama, Dr. Ahmad Saifudin, yang menekankan pentingnya membangun dialog antar umat beragama secara terbuka dan berkelanjutan.
Menurutnya, dialog menjadi sarana strategis untuk mempertemukan berbagai pandangan sekaligus meminimalisasi asumsi-asumsi negatif terhadap agama maupun kelompok keagamaan lain.
Melalui dialog yang sehat, setiap pemeluk agama memiliki kesempatan untuk saling mengenal, memahami perbedaan, dan menghindari prasangka yang berpotensi menimbulkan kesalahpahaman.
Sementara itu, narasumber kedua, Pdt. Pieretno Hadi, mengingatkan pentingnya menjaga dan merawat kerukunan serta perdamaian yang selama ini telah terbangun di Kabupaten Jepara.
Ia menekankan bahwa kehidupan masyarakat yang damai merupakan modal sosial yang sangat berharga. Karena itu, kerukunan perlu terus dipelihara melalui komunikasi, sikap saling menghormati, dan kerja sama antar kelompok masyarakat.
BACA JUGA: Riset UIN Sunan Kudus: Mustahik Puas Terima Zakat Produktif, Dampak Ekonomi Perlu Dikawal
Ketua FKUB: Harmoni Harus Terbangun dengan Tuhan, Manusia, dan Alam
Ketua FKUB Kabupaten Jepara, KH. Hasim Sila, S.Pd.I., dalam arahannya menegaskan bahwa kehidupan yang harmonis tidak hanya berkaitan dengan hubungan antar umat beragama, tetapi juga mencakup keseimbangan hubungan manusia dengan Tuhan, sesama manusia, dan alam.
Menurutnya, ketiga dimensi hubungan tersebut harus berjalan secara seimbang agar tercipta kehidupan masyarakat yang damai, tenteram, dan berkelanjutan.
Hubungan manusia dengan Tuhan diwujudkan melalui pengamalan nilai-nilai agama, hubungan antar sesama dibangun melalui sikap saling menghargai dan menghormati, sedangkan hubungan dengan alam diwujudkan melalui kepedulian terhadap lingkungan.
Apabila ketiga hubungan tersebut dapat dijaga dengan baik, kehidupan yang harmonis akan lebih mudah terwujud di tengah masyarakat.
BACA JUGA: Dukung Pariwisata, Express Bahari 7G Perkuat Konektivitas Jepara–Karimunjawa
Partisipasi Aktif
Berbeda dengan kegiatan sosialisasi yang didominasi penyampaian materi, dialog kali ini lebih mengedepankan partisipasi aktif seluruh pemuka agama dan tokoh masyarakat.
Para peserta diberikan ruang untuk menyampaikan pandangan, pengalaman, serta gagasan mengenai upaya memperkuat kerukunan dan perdamaian di Kabupaten Jepara.
Diskusi berlangsung secara terbuka dengan semangat saling menghormati perbedaan keyakinan dan pandangan keagamaan.
Dari berbagai tanggapan yang disampaikan, seluruh unsur pemuka agama dan tokoh masyarakat menyatakan kesepakatan untuk menindaklanjuti dialog melalui kegiatan bersama yang lebih konkret dan memberikan manfaat langsung kepada masyarakat.
Komitmen tersebut menjadi salah satu hasil penting kegiatan, sekaligus menegaskan bahwa kerukunan tidak cukup hanya diwujudkan melalui pertemuan dan dialog, tetapi juga harus diterjemahkan dalam tindakan nyata.
Kegiatan sosial lintas agama, penguatan komunikasi antar tokoh, serta kolaborasi dalam menjaga perdamaian menjadi beberapa bentuk tindak lanjut yang dapat dikembangkan bersama.
Melalui langkah tersebut, diharapkan tumbuh kesadaran kolektif untuk terus memupuk persaudaraan, memperkuat perdamaian, dan mewujudkan Jepara sebagai daerah yang religius, rukun, serta harmonis.
BACA JUGA: Perluas Akses Pendidikan, Bupati Jepara Salurkan Kartu Sarjana Rp2,49 Miliar
FKUB Siapkan Gerakan Jepara Harmoni
Sekretaris FKUB Kabupaten Jepara, Ustadz Ali Mursyid, M.E., menjelaskan bahwa dialog lintas agama tersebut merupakan salah satu dari tiga rangkaian program strategis yang diselenggarakan FKUB Kabupaten Jepara.
Dua kegiatan lain yang direncanakan menyusul adalah Sosialisasi Peraturan Perundang-undangan dan Kebijakan Pemerintah Daerah Terkait Kerukunan, serta Kampanye dan Promosi Kerukunan Umat Beragama.
Menurutnya, ketiga kegiatan tersebut dirangkai dalam sebuah gerakan bersama bertajuk:
“Gerakan Jepara Harmoni”— Memahami Regulasi, Memperkuat Dialog, Menebarkan Kerukunan.”
Gerakan ini dirancang untuk memperkuat peran FKUB melalui tiga pendekatan utama, yakni edukasi hukum, fasilitasi dialog, dan gerakan sosial kerukunan.
Melalui edukasi hukum, masyarakat diharapkan semakin memahami regulasi dan kebijakan pemerintah yang berkaitan dengan kehidupan beragama.
Sementara melalui fasilitasi dialog, FKUB berupaya membangun komunikasi yang konstruktif antarpemuka agama dan tokoh masyarakat, sehingga berbagai perbedaan dapat disikapi secara bijaksana.
Adapun melalui kampanye dan promosi kerukunan, nilai-nilai toleransi, persaudaraan, dan perdamaian diharapkan semakin membudaya dalam kehidupan masyarakat.
Ketiga pendekatan tersebut diharapkan saling melengkapi dan menjadi fondasi bagi penguatan kerukunan umat beragama yang berkelanjutan di Kabupaten Jepara.
BACA JUGA: Soroti Penggeledahan Ponpes Hamalatul Qur’an di Sukoharjo, H. Rif’an Tekankan Perlindungan Santriwati
Dari Dialog Menuju Kolaborasi
Dialog pemuka agama dan tokoh masyarakat ini menjadi langkah penting dalam memperkuat sinergi antara FKUB, pemerintah daerah, majelis agama, dan berbagai elemen masyarakat.
Kesepakatan untuk mengembangkan kegiatan bersama menunjukkan adanya semangat kolektif untuk menjadikan kerukunan sebagai tanggung jawab bersama, bukan semata-mata tugas pemerintah maupun lembaga keagamaan.
Dengan komunikasi yang terus terjaga dan kolaborasi yang semakin kuat, FKUB Kabupaten Jepara berharap semangat Gerakan Jepara Harmoni dapat menjadi kekuatan sosial dalam merawat keberagaman, memperkokoh persaudaraan, dan mewujudkan Kabupaten Jepara yang religius, damai, serta harmonis. (KA)