Gistara
  • Home
  • Nasional
  • Regional
    • Semarangan
    • Muria
    • Kedu
    • Banyumasan
    • Pantura
    • Solo Raya
  • Politik
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Kolom
    • Opini
    • Risalah
    • Tokoh
    • Cerpen
    • Catatan Redaksi
  • Lainnya
    • Budaya
    • Teknologi
    • Pendidikan
    • Info Grafis
    • Plesir
    • Kuliner
    • Religi
Gistara
  • Home
  • Nasional
  • Regional
    • Semarangan
    • Muria
    • Kedu
    • Banyumasan
    • Pantura
    • Solo Raya
  • Politik
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Kolom
    • Opini
    • Risalah
    • Tokoh
    • Cerpen
    • Catatan Redaksi
  • Lainnya
    • Budaya
    • Teknologi
    • Pendidikan
    • Info Grafis
    • Plesir
    • Kuliner
    • Religi
GISTARA TV
Friday, September 25, 2026
Top News
Mengenal Rubrik Penerbitan Surat Kabar, dan Majalah
Cuaca Terik, Penjual Es Teh di Jepara Berhamburan
Mengenal Nyai Hindun Anisah, Caleg DPR RI Dapil Demak, Kudus, dan...
Kolam Renang Cinta Candi Liyangan Temanggung Jawa Tengah Terbaru 2022
Fenomena Bodoh Deklarasi Kasyaf Lewat Foto
Ribuan Orang Hadiri Haul Mbah Sahil ke 18, Ini Biografinya
Sejarah Pantai Nampu Wonogiri Jawa Tengah Terbaru 2022
Peringati Hari Ibu, MIDEHA Festival Gelar Lomba Kolaborasi dengan Ibu
Tak Perlu ke Eropa, Main Salju Bisa di Dusun Semilir Bawen
Rancangan Dapil Pemilu 2024 di Jepara Tidak Berubah
Gistara
Gistara
  • Home
  • Nasional
  • Regional
    • Semarangan
    • Muria
    • Kedu
    • Banyumasan
    • Pantura
    • Solo Raya
  • Politik
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Kolom
    • Opini
    • Risalah
    • Tokoh
    • Cerpen
    • Catatan Redaksi
  • Lainnya
    • Budaya
    • Teknologi
    • Pendidikan
    • Info Grafis
    • Plesir
    • Kuliner
    • Religi
Copyright 2021 - All Right Reserved
Opini

Bagaimana Memilih Capres–Cawapres Yang Syariah ?

by Kunjari Ali 19/11/2023
Kunjari Ali 19/11/2023 1.2K views
1.2K

Oleh : Dr. M. Shohibul Itmam, MH

Konstelasi politik semakin hangat, menguatkan pilihan dengan menjelaskan pilihan masing masing sebagai pilihan terbaik kepada publik dan serta mengajak orang lain untuk ikut memilih pilihan tersebut.

Bahkan kuatnya pemahaman dalam memilih terkadang membawa serta melibatkan urusan agama-syariah dalam ranah “politik praktis”.

Capres-cawapres tertentu dipahami sebagian kelompok sebagai manivestasi dari syariah. “Politik identitas” agama dan syariat akhirnya tidak bisa dibendung karena masing masing pilihan meligitimasi ayat–hadis dan serta didukung sederetan ulama kondang dengan pengaruhnya masing-masing.

Pilihan Yang Syariah ?

Islam dengan tegas menyatakan bahwa politik bermakna musyawarah-pilihan. Memilih dan dipilih dengan proses dan cara tertentu, seperti program tertentu adalah bagian syariah. Artinya setiap tindakan muslim mukallaf yang terlibat dalam proses pilih memilih itulah yang disebut syariah.

Misalnya, ada warga yang tidak ikut memilih, cuek dengan situasi politik justeru itulah sikap yang bisa dibilang “belum bersyariah”. Golput jelas tindakan politik yang tidak bersyariah.

BACA JUGA : Satu Lagi, Pahlawan Nasional dari Jepara Ratu Kalinyamat

Syekh Mawardy mengatakan  “Politik itu bagian dari syariah”. Dalam konteks ke-syariah-an tersebut, seorang pemimpin bukan dilihat dari personalnya atau produk yang dihasilkan seseorang tersebut,  melainkan terletak pada proses yang harus dilalui sesuai dan selaras dengan kemanfaatan dan kemashlahatan untuk kemanusiaan.

Sampai disini dengan tegas dipahami bahwa tidak ada atau belum ada yang terbukti bahwa pasangan tertentu yang paling Islami atau “paling ber-syariah”.

Proses dalam dukung mendukung, pilih memilih, itu yang disebut bagian dari syariah. Jelas, bukan personalnya atau produk seseorang yang disebut “syariah”.

Pada ranah ini, sering dinisbahkan bahwa syariah terletak pada personal yang “muslim” atau produk yang ada label “syariah”, seperti undang-undang, perda, dan turunannya karena pemahaman demikian justeru mereduksi kebesaran Islam dan “syariat” itu sendiri.

Pilihan syariah, terletak pada nilai universalitas yang terangkum apik dalam kemanusiaan, keadilan dan kemanfaatan serta kesejahteraan yang dirasakan semua pihak. Inilah esensi pilihan syariah.

Ada kaidah “Kullu Makan Hunaka Mashlahah Fahunaaka Syariah” setiap tempat dimana ada kemashlahatan-kebaikan maka disitulah syariah.

Memilih pasangan yang Syariah

Saat ini, diskusi berbagai media digital tentang politik, sedang ramai dan mempunyai sudut pandang yang beragam. Ketiga pasangan baik nomor satu, dua, maupun tiga, dalam konteks politik mempunyai posisi yang sama, terlebih ketiga nomor capres-cawapres tersebut juga muslim semua.

BACA JUGA : Yuk Simak, Ini Jadwal Kampanye Pemilu 2024

Berbagai pertanyaan dan pernyataan serta multi dalil Aqli dan Naqli saling menguatkan pilihan masing-masing.

Memilih capres-cawapres yang syariah, terletak pada proses dan manuver yang dilakukan stakeholder. Sepanjang proses dan manuver yang lakukan tidak menimbulkan kerusakan, kisruh di masyarakat, serta tercipta tatanan sosial masyarakat yang damai,  dan harmoni bagi semua pihak,  maka itulah pilihan yang syariah.

Pilihan syariah juga terletak pada tim pemenangan nasional, dengan pendukungnya, dari pusat sampai daerah dan desa bahkan RT dengan proses kampanye dan penjelasan obyektif, jujur, serta ilmiah, terkait dedikasi dan kapasitas setiap calon-capres-cawapres.

Dapat disarikan, bahwa pilihan yang syariah adalah pilihan yang prosesnya secara nasional berjalan tertib, aman, damai, dan yang terpilih nantinya komitmen dengan program dan janji kampanye, serta selaras dengan nilai demokrasi Pancasila dengan kepedulian serta kontrol masyarakat, secara obyektif dan professional.

Pilihan syariah adalah produk mahal, sebanding lurus dengan masa depan bangsa Indonesia,  terwujudnya keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia. Menjalankan kehidupan sesuai keyakinan agama masing-masing, dengan kesejahteraan untuk semua rakyat Indonesia.

Dr. M. Shohibul Itmam, MH., (Dosen IAIN Kudus, Wakil Ketua Lakpesdam PCNU Jepara dan Sekretaris Pembina Majlis Permusyawaratan Pengasuh Pesantren Indonesia (MP3I) Cabang Jepara)

Capres-cawapres yang syariahPemilu 2024Pilihan yang syariah
1 FacebookTwitterPinterestEmail
Kunjari Ali

previous post
Resmi Ditutup, Wakil Rektor III IAIN Kudus :  KOPMA EXPO #6 Luar Biasa
next post
Disdikpora Jepara Sesalkan Fenomena Siswa Bonek Truk

You may also like

Peran MUI dalam Penguatan Mutu Pendidikan Islam dan Kompetensi Digital

18/09/2026

Undang-Undang Pesantren Dan Orientasi Pendidikan Indonesia

05/09/2026

Ketua PBNU dan Imperatif “Tajalli” Melampaui Intelektualisme Menuju Kejernihan Hati

03/09/2026

Kembalinya Trah Tebuireng, Gus Kikin dan Perebutan Makna Identitas NU

01/09/2026

Muktamar NU ke-35, Asap yang Padam di Ruang Sidang

29/08/2026

Hari Keempat Muktamar NU ke-35: Kematangan Peserta Memilih AHWA

29/08/2026

Terkini

  • PMII Jepara Dorong Kader Jadi Pelopor Demokrasi dalam Pilpet 2026

    24/09/2026
  • Tambang Tanah Uruk Kecapi Kembali Beroperasi, Tim Terpadu Hentikan Aktivitas

    24/09/2026
  • Pengurus LPTQ Jepara 2026-2031 Dilantik, Syiar dan Habituasi Al-Qur’an Jadi Fokus

    23/09/2026
  • Awali Jepara Kite Festival 2026 Launching Lagu Layang-Layang, Pelangi Jepara Gelar Konser Musik Gratis 

    23/09/2026
  • Perkuat Literasi Kepemiluan, Bawaslu Jepara Gelar Kelas Penyelesaian Sengketa Proses Pemilu di UAJ

    22/09/2026
Gistara
  • Home
  • Nasional
  • Regional
    • Semarangan
    • Muria
    • Kedu
    • Banyumasan
    • Pantura
    • Solo Raya
  • Politik
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Kolom
    • Opini
    • Risalah
    • Tokoh
    • Cerpen
    • Catatan Redaksi
  • Lainnya
    • Budaya
    • Teknologi
    • Pendidikan
    • Info Grafis
    • Plesir
    • Kuliner
    • Religi
Sign In

Keep me signed in until I sign out

Forgot your password?

Do not have an account ? Register here

Password Recovery

A new password will be emailed to you.

Have received a new password? Login here

Register New Account

Have an account? Login here