Gistara
  • Home
  • Nasional
  • Regional
    • Semarangan
    • Muria
    • Kedu
    • Banyumasan
    • Pantura
    • Solo Raya
  • Politik
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Kolom
    • Opini
    • Risalah
    • Tokoh
    • Cerpen
    • Catatan Redaksi
  • Lainnya
    • Budaya
    • Teknologi
    • Pendidikan
    • Info Grafis
    • Plesir
    • Kuliner
    • Religi
Gistara
  • Home
  • Nasional
  • Regional
    • Semarangan
    • Muria
    • Kedu
    • Banyumasan
    • Pantura
    • Solo Raya
  • Politik
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Kolom
    • Opini
    • Risalah
    • Tokoh
    • Cerpen
    • Catatan Redaksi
  • Lainnya
    • Budaya
    • Teknologi
    • Pendidikan
    • Info Grafis
    • Plesir
    • Kuliner
    • Religi
GISTARA TV
Saturday, September 19, 2026
Top News
Mengenal Rubrik Penerbitan Surat Kabar, dan Majalah
Cuaca Terik, Penjual Es Teh di Jepara Berhamburan
Mengenal Nyai Hindun Anisah, Caleg DPR RI Dapil Demak, Kudus, dan...
Kolam Renang Cinta Candi Liyangan Temanggung Jawa Tengah Terbaru 2022
Fenomena Bodoh Deklarasi Kasyaf Lewat Foto
Ribuan Orang Hadiri Haul Mbah Sahil ke 18, Ini Biografinya
Peringati Hari Ibu, MIDEHA Festival Gelar Lomba Kolaborasi dengan Ibu
Sejarah Pantai Nampu Wonogiri Jawa Tengah Terbaru 2022
Tak Perlu ke Eropa, Main Salju Bisa di Dusun Semilir Bawen
Rancangan Dapil Pemilu 2024 di Jepara Tidak Berubah
Gistara
Gistara
  • Home
  • Nasional
  • Regional
    • Semarangan
    • Muria
    • Kedu
    • Banyumasan
    • Pantura
    • Solo Raya
  • Politik
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Kolom
    • Opini
    • Risalah
    • Tokoh
    • Cerpen
    • Catatan Redaksi
  • Lainnya
    • Budaya
    • Teknologi
    • Pendidikan
    • Info Grafis
    • Plesir
    • Kuliner
    • Religi
Copyright 2021 - All Right Reserved
Opini

Ketika Media Massa Gagal Menjaga Etika Jurnalistik

by Redaksi 17/10/2025
Redaksi 17/10/2025 264 views
264

Oleh: Dr. Jumaiyah, SE, M.Si

Tayangan program Xpose Uncensored Trans7 yang disiarkan pada 13 Oktober 2025 telah memicu kegemparan luar biasa di kalangan umat Islam Indonesia. Konten yang mengandung ujaran kebencian dan framing negatif terhadap Pondok Pesantren Lirboyo Kediri bukan sekadar kesalahan editorial biasa, melainkan cerminan kegagalan media massa dalam menjalankan fungsinya sebagai pilar demokrasi yang bertanggung jawab.

Ironisnya, peristiwa ini terjadi menjelang peringatan Hari Santri Nasional (HSN) 22 Oktober 2025, momentum yang seharusnya menjadi momen refleksi dan apresiasi terhadap kontribusi pesantren bagi peradaban bangsa.

Alih-alih memberikan ruang edukatif, media justru menyajikan narasi yang mendistorsi realitas kehidupan pesantren dan melukai jutaan santri serta alumni pesantren di seluruh Nusantara.

BACA JUGA: Wakil Bupati Jepara Wanti-Wanti Kualitas Layanan Gizi di Setiap SPPG

Kejahatan Naratif yang Sistematis
Berbagai organisasi Islam, termasuk LBH BEM PTNU Se-Nusantara, menilai tayangan tersebut bukan sekadar kelalaian jurnalistik, melainkan mengandung indikasi kejahatan naratif yang terstruktur berupa kekerasan simbolik dan ujaran kebencian terselubung terhadap lembaga pendidikan Islam.

Framing yang dibangun secara sistematis menggiring opini publik bahwa pesantren adalah ruang tertutup, feodal, dan penuh dengan praktik-praktik yang menyimpang.

Konten tersebut telah melanggar Pasal 28 ayat (2) Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE) yang mengatur sanksi bagi siapa pun yang menyebarkan informasi elektronik yang dapat menimbulkan kebencian atau permusuhan berdasarkan SARA.

Ini bukan lagi soal kebebasan pers, melainkan penyalahgunaan kekuatan media untuk menyebarkan kebencian dan merusak harmoni sosial.

Pesantren: Benteng Peradaban yang Terluka
Pesantren telah menjadi pilar pendidikan karakter bangsa selama berabad-abad. Nilai-nilai khidmah, pengabdian, dan pendidikan moral yang diajarkan di pesantren justru menjadi latihan berharga bagi santri untuk menjadi manusia yang berguna bagi masyarakat.

Aktivitas seperti roan (kerja bakti) bukanlah bentuk eksploitasi, melainkan bagian dari pendidikan pelayanan dan pengabdian tanpa pamrih.

BACA JUGA: PLN UIK Tanjung Jati B melalui YBM Salurkan Santunan untuk Guru Ngaji di Desa Petekeyan

KPID Jawa Timur mencatat telah menerima 288 laporan aduan masyarakat terkait tayangan tersebut, yang menunjukkan tingginya kepedulian publik terhadap isi siaran yang dinilai berpotensi merusak harmoni sosial.

Gelombang protes dari berbagai kalangan, mulai dari organisasi kemasyarakatan, alumni santri, hingga masyarakat umum, membuktikan betapa dalamnya luka yang ditimbulkan oleh tayangan yang tidak bertanggung jawab ini.

Momentum HSN sebagai Refleksi

Menjelang HSN 22 Oktober 2025, peristiwa ini seharusnya menjadi refleksi bagi semua pihak, terutama media massa. HSN bukan sekadar perayaan ritual tahunan, melainkan momen untuk mengingatkan kembali peran strategis pesantren dalam membangun karakter bangsa, menjaga nilai-nilai kebangsaan, dan mencetak generasi yang berakhlak mulia.

Pesantren telah menghidupi lingkungannya dengan memberikan manfaat ekonomi kepada masyarakat sekitar, mulai dari pedagang, petani, hingga tukang becak. Ketika pesantren dilecehkan, bukan hanya santri yang tersakiti, tetapi juga seluruh ekosistem masyarakat yang menggantungkan hidupnya di sana.

Tuntutan Pertanggungjawaban

RMI PBNU telah menyampaikan tujuh poin tuntutan, termasuk permintaan maaf secara terbuka dan evaluasi program Xpose Uncensored Trans7. Meskipun Trans7 telah menyampaikan permohonan maaf, langkah tersebut harus diikuti dengan tindakan konkret berupa proses hukum yang adil dan komitmen untuk tidak mengulangi kesalahan serupa.

BACA JUGA: Lewat TATAH, IFEX, hingga INDEX Dubai 2026, Bupati Jepara: Buka Jejaring Pasar Baru dan Tarik Investor ke Jepara

Media massa harus menyadari bahwa kebebasan pers sejatinya disertai dengan tanggung jawab moral dan hukum. Jurnalisme yang berkualitas memerlukan riset mendalam, verifikasi ketat, dan kehati-hati editorial, terutama ketika menyangkut simbol-simbol agama dan komunitas tertentu.

Membangun Media yang Beradab
Di tengah hiruk-pikuk era digital, tayangan Trans7 menjadi pengingat bahwa media massa harus kembali kepada prinsip dasar jurnalistik: akurat, berimbang, dan bertanggung jawab.

Menjelang HSN, mari kita jadikan momentum ini sebagai ajang untuk membangun kesadaran kolektif bahwa pesantren adalah aset bangsa yang harus dijaga kehormatan dan martabatnya.Pesantren bukanlah objek sensasi untuk mengejar rating.

Pesantren adalah rumah peradaban yang telah melahirkan tokoh-tokoh besar bangsa dan terus berkontribusi nyata dalam membangun Indonesia yang lebih baik. Sudah saatnya media massa menghormati jasa dan pengabdian pesantren, bukan malah menjadi corong ujaran kebencian yang merusak persatuan bangsa.

Dr. Jumaiyah, SE, M.Si, Dosen Unisnu Jepara

Boikot trans7Etika jurnalistikHari Santri NasionalPesantren
0 FacebookTwitterPinterestEmail
Redaksi

previous post
Tegas, Pemkab Jepara Segel Tambang Ilegal di Damarjati
next post
Peringati Hari Santri dan IDI, Polisi Ikuti Aksi Penanaman Magrove Hingga Bersih-Bersih Tempat Ibadah di Mlonggo Jepara

You may also like

Peran MUI dalam Penguatan Mutu Pendidikan Islam dan Kompetensi Digital

18/09/2026

Undang-Undang Pesantren Dan Orientasi Pendidikan Indonesia

05/09/2026

Ketua PBNU dan Imperatif “Tajalli” Melampaui Intelektualisme Menuju Kejernihan Hati

03/09/2026

Kembalinya Trah Tebuireng, Gus Kikin dan Perebutan Makna Identitas NU

01/09/2026

Muktamar NU ke-35, Asap yang Padam di Ruang Sidang

29/08/2026

Hari Keempat Muktamar NU ke-35: Kematangan Peserta Memilih AHWA

29/08/2026

Terkini

  • Bupati Jepara Rotasi 29 Pejabat, Penguatan Layanan Kesehatan Jadi Sorotan

    18/09/2026
  • 3.500 Peserta Ikuti Persimanu II, Wujudkan Siswa Ma’arif Berprestasi dan Nasionalis

    18/09/2026
  • Peran MUI dalam Penguatan Mutu Pendidikan Islam dan Kompetensi Digital

    18/09/2026
  • Harhubnas: Trans Jateng Jepara-Kudus-Pati Ditarget Beroperasi 2028

    17/09/2026
  • Belajar Menjadi Pemimpin, Mahasiswa BCB Unisnu Jepara Kaji Kepemimpinan dan Pengambilan Keputusan

    17/09/2026
Gistara
  • Home
  • Nasional
  • Regional
    • Semarangan
    • Muria
    • Kedu
    • Banyumasan
    • Pantura
    • Solo Raya
  • Politik
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Kolom
    • Opini
    • Risalah
    • Tokoh
    • Cerpen
    • Catatan Redaksi
  • Lainnya
    • Budaya
    • Teknologi
    • Pendidikan
    • Info Grafis
    • Plesir
    • Kuliner
    • Religi
Sign In

Keep me signed in until I sign out

Forgot your password?

Do not have an account ? Register here

Password Recovery

A new password will be emailed to you.

Have received a new password? Login here

Register New Account

Have an account? Login here