JEPARA | GISTARA. COM – Sebuah langkah besar dilakukan oleh Pemerintah Desa Batealit bersama Tim KKN Universitas Islam Nahdlatul Ulama (UNISNU) Jepara Angkatan XXI Tahun 2026 dengan meluncurkan paket wisata terpadu “Jelajah Batealit”.
Launching berlangsung hari ini di GOR Desa Batealit dan dihadiri oleh jajaran pimpinan UNISNU Jepara, Pemerintah Kecamatan Batealit, Forkopimcam, Diskominfo Kabupaten Jepara, serta seluruh elemen masyarakat dan keagamaan Desa Batealit (26/8/26).
Acara yang dimulai pukul 08.30 WIB ini menampilkan rangkaian kegiatan khidmat, mulai dari pembukaan, menyanyikan lagu kebangsaan dan Mars Syubbanul Wathan, hingga pembacaan tahlil sebagai doa keselamatan dan keberkahan bagi desa serta kelancaran program wisata.
Dalam sambutannya, Kepala Desa Batealit, Ali Asikin, S.M., menyampaikan apresiasi mendalam kepada Tim KKN UNISNU yang telah mendedikasikan waktu dan tenaganya untuk mengangkat potensi desa.
BACA JUGA: Heboh Pulau Menjangan Kecil Dikabarkan Dijual Rp500 Miliar, Bupati Jepara Tegaskan itu Hoaks
“Kami sangat bersyukur atas kehadiran Tim KKN UNISNU yang telah bekerja keras bersama masyarakat. Paket wisata ini adalah warisan berharga yang akan kami jaga dan kembangkan bersama,” ujarnya.
Peran Tim KKN UNISNU Jepara menjadi sorotan utama dalam acara ini. Selama 40 hari masa pengabdian, mereka tidak hanya merancang konsep, tetapi juga menghadirkan solusi teknologi tepat guna.
Inovasi paling menonjol adalah Geographic Information System (GIS) yang memetakan 16 titik destinasi wisata Desa Batealit menjadi satu rute terintegrasi. Rute yang dipetakan secara ilmiah dan visual ini dimulai dari GOR Desa Batealit, melewati Eduwisata Jamur Tiram, Eduwisata Kopi Batealit, Souvenir Sanggar Seni Mas Ronji, Kebun Durian, Belik Watu Bobot, hingga berakhir di Kali Ndayung.
“GIS adalah fondasi ilmiah yang memastikan paket wisata ‘Jelajah Batealit’ tidak hanya menarik tetapi juga terukur dan berkelanjutan. Ini adalah bukti bahwa kehadiran kampus di tengah masyarakat menghasilkan solusi nyata,” ujar Dr. Khalimatus Sadiyah, M.Pd.I., Dosen Pembimbing Lapangan KKN Desa Batealit, dalam laporannya.
BACA JUGA: Genjot PAD, Instansi dan Warga Jepara Diminta Gunakan TNKB Kode Jepara
Rektor UNISNU Jepara, Prof. Dr. H. Abdul Djamil, M.A., dalam sambutannya menyampaikan bahwa program ini sejalan dengan visi besar UNISNU dalam mengabdi kepada masyarakat. “UNISNU hadir bukan hanya untuk mencetak sarjana, tetapi juga untuk menjadi mitra masyarakat dalam membangun peradaban. ‘Jelajah Batealit’ adalah contoh nyata bagaimana kampus dapat menjadi lokomotif perubahan di tingkat desa. Kami akan terus mendukung inisiatif-inisiatif seperti ini,” ungkapnya.
Camat Batealit, Yenny Diah Sulistiyani, S.STP., M.H., turut menekankan sinergi program ini dengan rencana pengembangan kawasan tematik Kecamatan Batealit.
“Kami sangat mengapresiasi kerja keras Tim KKN UNISNU yang telah berhasil menyusun paket wisata yang terintegrasi dengan baik. Program ini sejalan dengan visi Bupati Jepara dalam mewujudkan Jepara MULUS. Ke depan, kami akan memastikan paket wisata ini terintegrasi dengan program kecamatan dan kabupaten,” tegasnya.
Kehadiran unsur Forkopimcam dan Diskominfo Kabupaten Jepara menunjukkan dukungan penuh dari aparat keamanan dan pemerintah kabupaten terhadap pengembangan pariwisata Desa Batealit.
BACA JUGA: Menumbuhkan “Agripreneur” Cilik: Implementasi Urban Farming Berbasis STEM di SDN 7 Klumpit Kudus
Sementara itu, Ketua PR NU Batealit beserta banomnya turut memberikan dukungan moril dan doa, menegaskan bahwa program ini juga mendapat restu dari elemen keagamaan di desa.
Selain GIS, Tim KKN juga berkontribusi dalam penyusunan tiga paket wisata, pelatihan kapasitas pelaku UMKM dan pengelola destinasi, pembentukan Pokdarwis, serta penyusunan SOP operasional.
Penyerahan simbolis GIS oleh Rektor UNISNU Jepara kepada Kepala Desa menjadi momen penting yang menandai serah terima program untuk dikelola secara mandiri oleh BUMDes dan Pokdarwis.
Dengan peresmian ini, “Jelajah Batealit” resmi menjadi destinasi wisata baru yang siap menyapa wisatawan dengan pengalaman petualangan autentik sembari menggerakkan ekonomi lokal. Usai acara, seluruh peserta dan undangan mengikuti Jelajah Batealit Via Jeep menyusuri rute yang telah ditentukan, memulai babak baru bagi pariwisata Desa Batealit. (KA)