Gistara
  • Home
  • Nasional
  • Regional
    • Semarangan
    • Muria
    • Kedu
    • Banyumasan
    • Pantura
    • Solo Raya
  • Politik
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Kolom
    • Opini
    • Risalah
    • Tokoh
    • Cerpen
    • Catatan Redaksi
  • Lainnya
    • Budaya
    • Teknologi
    • Pendidikan
    • Info Grafis
    • Plesir
    • Kuliner
    • Religi
Gistara
  • Home
  • Nasional
  • Regional
    • Semarangan
    • Muria
    • Kedu
    • Banyumasan
    • Pantura
    • Solo Raya
  • Politik
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Kolom
    • Opini
    • Risalah
    • Tokoh
    • Cerpen
    • Catatan Redaksi
  • Lainnya
    • Budaya
    • Teknologi
    • Pendidikan
    • Info Grafis
    • Plesir
    • Kuliner
    • Religi
GISTARA TV
Tuesday, October 13, 2026
Top News
Mengenal Rubrik Penerbitan Surat Kabar, dan Majalah
Cuaca Terik, Penjual Es Teh di Jepara Berhamburan
Mengenal Nyai Hindun Anisah, Caleg DPR RI Dapil Demak, Kudus, dan...
Kolam Renang Cinta Candi Liyangan Temanggung Jawa Tengah Terbaru 2022
Fenomena Bodoh Deklarasi Kasyaf Lewat Foto
Ribuan Orang Hadiri Haul Mbah Sahil ke 18, Ini Biografinya
Sejarah Pantai Nampu Wonogiri Jawa Tengah Terbaru 2022
Peringati Hari Ibu, MIDEHA Festival Gelar Lomba Kolaborasi dengan Ibu
Tak Perlu ke Eropa, Main Salju Bisa di Dusun Semilir Bawen
Rancangan Dapil Pemilu 2024 di Jepara Tidak Berubah
Gistara
Gistara
  • Home
  • Nasional
  • Regional
    • Semarangan
    • Muria
    • Kedu
    • Banyumasan
    • Pantura
    • Solo Raya
  • Politik
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Kolom
    • Opini
    • Risalah
    • Tokoh
    • Cerpen
    • Catatan Redaksi
  • Lainnya
    • Budaya
    • Teknologi
    • Pendidikan
    • Info Grafis
    • Plesir
    • Kuliner
    • Religi
Copyright 2021 - All Right Reserved
Budaya

Cakra Bumi Jepara, Jaga Lentera Budaya Lewat Kirab Pusaka

by Redaksi 26/08/2026
Redaksi 26/08/2026 156 views
Cakra Bumi Jepara
156

JEPARA | GISTARA. COM – Di tengah derasnya arus zaman yang semakin cepat, sekelompok orang tetap berdiri teguh menjaga jejak para leluhur. Mereka adalah Cakra Bumi Jepara, sebuah paguyuban yang bergerak di bidang seni dan budaya.

Muji Harto, Panglima Cakra Bumi Menjelaskan, organisasi ini hadir bukan sekadar sebagai perkumpulan biasa, melainkan sebagai rumah besar yang berperan menampung serta melestarikan kearifan lokal, terutama budaya Jawa dalam ranah adat istiadat, penghayatan budaya, serta nilai-nilai spiritual yang telah hidup dan tumbuh di tengah masyarakat Jepara sejak lama.

Pada Jumat, 21 Agustus 2026, Cakra Bumi tampil sebagai salah satu pihak yang memegang peranan penting dalam rangkaian Kirab Pusaka. Paguyuban ini dipercaya menjadi bagian dari rombongan pembawa pusaka dari 24 kota sekaligus bregada pengawalan yang mendampingi pusaka, berangkat dari Astana Sultan Hadirin Mantingan menuju Pendopo Agung Kabupaten Jepara.

“Kegiatan ini sendiri baru memasuki tahun kedua penyelenggaraannya. Dipilihnya tanggal tersebut bukan tanpa makna, sebab acara dilaksanakan pada malam Minggu pertama di bulan Mulud, sebuah momen yang dianggap penuh keberkahan dalam tradisi masyarakat setempat,” tutur Muji Harto.

BACA JUGA: Menumbuhkan “Agripreneur” Cilik: Implementasi Urban Farming Berbasis STEM di SDN 7 Klumpit Kudus

Lebih lanjut Muji Harto menjelaskan, Kirab Pusaka ini bukan sekadar pawai yang berjalan di jalanan, melainkan wujud napak tilas para empu, pemegang, serta pemilik pusaka-pusaka terdahulu—sebuah upaya menelusuri jejak langkah dan perjuangan leluhur yang pernah menjaga serta mewariskan benda-benda bersejarah tersebut.

Dalam kirab kali ini, diarak sejumlah pusaka berupa tombak yang berasal dari 26 kota, mencakup wilayah Jawa Tengah, Jawa Timur, Jawa Barat, Kasunanan Surakarta, hingga Kasultanan Kacirebonan.

“Nilai yang ingin disampaikan kepada masyarakat, khususnya generasi muda, adalah mengingat kembali sejarah peradaban Jepara sekaligus menapak tilas perjuangan para leluhur dan menjaga tradisi yang telah diwariskan secara turun-temurun,” jelas Muji Harto.

Pusaka-pusaka yang diarak itu bukan sekadar benda mati, melainkan identitas budaya dan simbol spiritual yang menjadi jati diri masyarakat Jepara.

BACA JUGA: Heboh Pulau Menjangan Kecil Dikabarkan Dijual Rp500 Miliar, Bupati Jepara Tegaskan itu Hoaks

Persiapan menuju pelaksanaan kegiatan ini berjalan relatif singkat namun tetap padat dan teratur, yakni dalam kurun waktu kurang lebih satu minggu.

Meski begitu, antusiasme yang muncul terasa sangat besar. Peserta yang terlibat datang dari berbagai daerah yang mencakup 24 kota di Jawa Tengah, Jawa Barat, Jawa Timur, Kasunanan Surakarta, Kasultanan Kacirebonan, serta didukung oleh berbagai paguyuban lokal yang ada di Jepara.

Jalur yang dilalui dalam kirab ini membentang dari Astana Sultan Hadirin Mantingan hingga berakhir di Pendopo Agung Kabupaten Jepara.

Dikatakan bahwa tantangan terbesar yang dihadapi bukan terletak pada teknis pelaksanaan di lapangan, melainkan pada derasnya arus modernisasi dan pengaruh budaya asing yang perlahan menggerus kesadaran masyarakat terhadap warisan leluhur.

“Dibandingkan dengan penyelenggaraan tahun sebelumnya, terdapat perbedaan yang cukup mencolok: jika pada tahun 2025 kirab dilaksanakan pada siang hari, maka pada tahun ini kegiatan digelar pada malam hari dengan persiapan yang lebih matang dan suasana yang dirasakan jauh lebih meriah,” papar Muji Harto.

BACA JUGA: BAZNAS Kabupaten Jepara Mengucapkan Dirgahayu RI ke-81

Kepada seluruh masyarakat Jepara, harapan yang disampaikan oleh para penyelenggara maupun penggiat budaya adalah agar Kirab Pusaka ini kelak dapat menjadi agenda tetap yang dilaksanakan setiap tahun, sehingga masyarakat Jepara semakin mengenal sejarah bangsanya, khususnya kearifan lokal yang dimiliki daerah sendiri, dan menumbuhkan rasa nasionalisme yang berakar kuat pada budaya.

Peran pemuda dalam hal ini dinilai sangat krusial, mereka diharapkan ikut aktif melestarikan budaya tidak hanya melalui literasi, tetapi juga dengan terlibat langsung dalam kegiatan-kegiatan seperti kirab budaya, agar nilai-nilai luhur yang diwariskan tidak putus di tengah jalan. Pesan khusus yang disampaikan kepada seluruh masyarakat Jepara terasa begitu dalam maknanya, bahwa bangsa yang besar adalah bangsa yang menghargai sejarahnya, dan mengajak semua pihak untuk ikut aktif melestarikan budaya yang telah diwariskan para leluhur.

Ke depannya direncanakan akan terjalin sinergitas yang lebih erat dengan berbagai paguyuban lokal serta para seniman, agar bersama-sama terus mengampanyekan pelestarian kearifan lokal Jawa dan Jepara pada khususnya, sehingga lentera budaya ini tetap menyala dan berpindah dari tangan ke tangan, dari generasi ke generasi.

“Memimpin dan menjaga budaya bukan soal kekuasaan, melainkan sebuah amanah untuk melayani dengan tulus hati, membawa perubahan nyata, dan menjaga agar setiap langkah yang diambil selalu berpihak kepada rakyat serta warisan leluhur.” Pungkas Muji Harto. (Lintang)

Cakra Bumi JeparaJeparaKirab Pusaka
0 FacebookTwitterPinterestEmail
Redaksi

previous post
Inovasi GIS dari KKN UNISNU Jepara, Kunci Sukses Peluncuran Paket Wisata “Jelajah Batealit”
next post
Duta GenRe Jepara 2026: Saat Remaja Tak Hanya Berprestasi, tapi Berani Menginspirasi

You may also like

Pawai Ta’aruf MTQ XXXI,  Membumikan Al-Quran dan Perkuat Persatuan

12/09/2026

Semarak Karnaval RW 03 Suwawal, Wujudkan Kemerdekaan dalam Kerukunan dan Kebersamaan

23/08/2026

Kirab Budaya Gerakkan Ekonomi Wong Cilik

18/08/2026

Jepara Art Carnival 2026 Semarakkan HUT ke-81 RI, Kenalkan Budaya Jepara ke Pentas Dunia

15/08/2026

Jejak Rahayu Kiswara Meniti di Dunia Sinden

30/07/2026

Sunyi Klakson di Serawak: Pelajaran Etika Berlalu Lintas untuk Indonesia

28/06/2026

Terkini

  • Peminat Minim, Pembentukan Dewan Kebudayaan Jepara Ditata Ulang

    12/10/2026
  • Jelang Pencoblosan, 61 Calon Petinggi  di Jepara Komitmen Jaga Pilpet Damai

    12/10/2026
  • Bupati Jepara Lepas Atlet Peparprov dan Porprov, Siapkan Bonus bagi Peraih Medali Emas

    11/10/2026
  • Duet KH. Ali Masykur dan KH. Misbahuddin Pimpin MWC NU Tahunan 2026–2031, Dorong Tradisi Keilmuan Turats  terus Dihidupkan

    11/10/2026
  • Bupati Jepara Prioritaskan Perbaikan Jalan dan Akses Wisata Kemujan

    10/10/2026
Gistara
  • Home
  • Nasional
  • Regional
    • Semarangan
    • Muria
    • Kedu
    • Banyumasan
    • Pantura
    • Solo Raya
  • Politik
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Kolom
    • Opini
    • Risalah
    • Tokoh
    • Cerpen
    • Catatan Redaksi
  • Lainnya
    • Budaya
    • Teknologi
    • Pendidikan
    • Info Grafis
    • Plesir
    • Kuliner
    • Religi
Sign In

Keep me signed in until I sign out

Forgot your password?

Do not have an account ? Register here

Password Recovery

A new password will be emailed to you.

Have received a new password? Login here

Register New Account

Have an account? Login here