JEPARA | GISTARA. COM – Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Kabupaten Jepara terus mendorong masyarakat agar tidak membuang minyak jelantah sembarangan. Salah satunya melalui sosialisasi dan pengembangan ATM Mijel (minyak jelantah) sebagai sarana pengumpulan minyak goreng bekas rumah tangga.
Gerakan tersebut, sebagai upaya mendorong meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap kesehatan dan lingkungan. Program ini bertujuan mengurangi limbah rumah tangga sekaligus memberikan nilai ekonomi bagi masyarakat, merubah minyak jelantah menjadi rupiah.
Ketua TP PKK Kabupaten Jepara Ella Witiarso Utomo menjelaskan, melalui Sosialisasi ATM Mijel, kita belajar bahwa sesuatu yang dianggap limbah ternyata bisa bernilai ekonomi sekaligus menjadi bagian dari kepedulian kita terhadap lingkungan.
BACA JUGA: Duet KH Miftachul Akhyar–Gus Kikin, Nahkoda Baru PBNU 2026–2031
Sejalan dengan itu, Bank Sampah Kartini PKK Kabupaten Jepara bersama Bank Sampah Induk (BSI) Jepara akan menjalankan GEBER EMAS (Gerakan Bersama Edukasi Masyarakat), mulai September hingga Oktober 2026 di wilayah Kecamatan masing-masing.
“Mari manfaatkan kesempatan ini agar pengelolaan sampah tidak berhenti sebagai pengetahuan, tetapi menjadi kebiasaan di rumah dan lingkungan kita, serta bernilai ekonomis,”ujar Ella Witiarso Utomo saat membuka acara di Gedung Shima Jepara, Kamis (3/9/2026).
Pada Kesempatan tersebut juga menghadirkan Ketua Bank Sampah Induk Kabupaten Jepara, Anis Surahman. Menurutnya, pengelolaan sangat bermanfaat bagi masyarakat dan bisa menjadi rupiah.
Tidak hanya itu, manfaat minyak jelantah bisa mencegah pencemaran air dan tanah akibat pembuangan minyak sembarangan. Manfaat lainnya dapat diolah kembali menjadi produk bermanfaat seperti biodiesel.
BACA JUGA: Heboh Pulau Menjangan Kecil Dikabarkan Dijual Rp500 Miliar, Bupati Jepara Tegaskan itu Hoaks
Anis Surahman juga menyampaikan, minyak jelantah sangat berbahaya untuk kesehatan. Risiko penyakit jika menggunakan minyak jelantah antara lain, infeksi bakteri, kanker, dan obesitas.
“Jangan menggunakan minyak berulang kali untuk memasak, terlebih warnanya sudah berubah menjadi hitam,”terangnya.
Di Provinsi Jawa Tengah sudah ada 10 ATM Mijel. Yang sudah menerima ada 4 Kabupaten, diantaranya Kabu Semarang, Kudus, Jepara, dan Batang.
Sebagai langkah awal, PKK Kabupaten Jepara sudah mengumpulkan 54,36 liter. Untuk selanjutnya, diharapkan PKK di masing-masing Kecamatan terus bergerak mengumpulkan mijel, serta meningkat jumlahnya.
Gerakan tersebut sejalan dengan program “Minyak Jelantah Jadi Rupiah” yang diinisiasi TP PKK Provinsi Jawa Tengah. Program ini bertujuan mengurangi limbah rumah tangga sekaligus memberikan nilai ekonomi bagi masyarakat. (KA)