JEPARA | GISTARA.COM — Ketika sumur mengering dan air PDAM tak selalu mengalir, mendapatkan air bersih menjadi perjuangan tersendiri bagi warga Desa Kaliombo, Kecamatan Pecangaan, Jepara. Di tengah kesulitan itu, bantuan 25.000 liter air bersih dari Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Jepara menjadi penolong bagi warga yang terdampak kekeringan.
Bantuan tersebut disalurkan pada Selasa (20/10/2026), untuk meringankan beban masyarakat yang selama beberapa bulan terakhir kesulitan memenuhi kebutuhan air bersih sehari-hari.
Salah seorang warga, Ana Sofiana (37), mengaku bersyukur atas bantuan yang diterima. Ibu tiga anak itu merasakan langsung betapa sulitnya mengatur kebutuhan rumah tangga ketika air semakin sulit didapat.
“Sumur kering dan aliran PDAM juga tidak selalu menyala, sehingga kami memang mengandalkan bantuan air bersih untuk memenuhi kebutuhan rumah tangga,” tuturnya.
BACA JUGA: BAZNAS Jepara Bantu Renovasi Rumah Lansia di Kedungleper Senilai Rp20 Juta
Saat bantuan belum tersedia, Ana terpaksa membeli air bersih seharga Rp1.000 per galon untuk kebutuhan konsumsi. Sementara untuk mencuci pakaian, ia harus menumpang ke rumah orang tuanya di Desa Pecangaan Kulon.
Bagi Ana dan warga lainnya, bantuan air bersih bukan sekadar pasokan air, melainkan juga meringankan beban pengeluaran keluarga di tengah musim kemarau.
“Terima kasih BAZNAS Jepara atas bantuan yang diberikan. Setetes air yang disalurkan sangat bermanfaat bagi warga Kaliombo. Semoga para muzaki yang telah berzakat melalui BAZNAS Jepara diberikan keberkahan,” ungkapnya.
Ratusan Warga Terdampak Kekeringan
Kasi Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Desa Kaliombo, Jamaludin Malik, menjelaskan bahwa kekeringan menjadi persoalan tahunan yang berdampak pada ratusan warga.
Berdasarkan data pemerintah desa, warga RT 7 RW 2 yang terdampak mencapai 128 jiwa dari 39 kepala keluarga (KK). Sementara di RT 6 RW 1, kekeringan dirasakan oleh 231 jiwa dari 73 KK.
“Kekeringan hampir setiap tahun terjadi dan menyebabkan warga kesulitan mendapatkan air bersih,” ujar Jamaludin.
BACA JUGA: Miris, Anak di Bawah Umur Diduga Dimanfaatkan Membantu Transaksi Narkoba
Ia mengatakan, pemerintah desa telah mengajukan permohonan bantuan kepada sejumlah pihak, termasuk BPBD Jepara dan BAZNAS, sejak Agustus 2026.
“Pada Agustus kami sudah mengajukan permohonan, dan pada 4 September droping air mulai dikirim dari BPBD Jepara,” imbuhnya.
Penyaluran bantuan dari BAZNAS Jepara kali ini menjadi bagian dari upaya membantu masyarakat memenuhi kebutuhan dasar, terutama di wilayah yang mengalami krisis air bersih cukup parah.
Amanah Zakat untuk Masyarakat
BACA JUGA: BPS Jepara Ingatkan, Jangan Keliru Membaca Angka Ekonomi
Wakil Ketua I BAZNAS Kabupaten Jepara, Ali Masyhuri, yang mengawal langsung distribusi bantuan tersebut bersama perwakilan Pemerintah Desa Kaliombo, menegaskan bahwa penyaluran air bersih merupakan bentuk kepedulian terhadap masyarakat yang tengah menghadapi kesulitan.
Ali Masyhuri menyatakan bantuan tersebut bersumber dari dana zakat, infak, dan sedekah (ZIS) yang dipercayakan masyarakat kepada BAZNAS untuk dikelola dan disalurkan kepada mereka yang membutuhkan.
“Penyaluran air bersih ini merupakan wujud kepedulian BAZNAS Kabupaten Jepara untuk hadir di tengah kesulitan masyarakat. Kami berkomitmen untuk terus membantu meringankan beban warga yang terdampak krisis air bersih di berbagai wilayah Jepara,” kata Ali.
Ia juga menyampaikan terima kasih kepada para muzaki yang terus mempercayakan zakat, infak, dan sedekahnya melalui BAZNAS Jepara.
Kepercayaan tersebut, lanjutnya, memungkinkan program-program kemanusiaan terus berjalan secara berkelanjutan dan tepat sasaran.(KA)