Gistara
  • Home
  • Nasional
  • Regional
    • Semarangan
    • Muria
    • Kedu
    • Banyumasan
    • Pantura
    • Solo Raya
  • Politik
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Kolom
    • Opini
    • Risalah
    • Tokoh
    • Cerpen
    • Catatan Redaksi
  • Lainnya
    • Budaya
    • Teknologi
    • Pendidikan
    • Info Grafis
    • Plesir
    • Kuliner
    • Religi
Gistara
  • Home
  • Nasional
  • Regional
    • Semarangan
    • Muria
    • Kedu
    • Banyumasan
    • Pantura
    • Solo Raya
  • Politik
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Kolom
    • Opini
    • Risalah
    • Tokoh
    • Cerpen
    • Catatan Redaksi
  • Lainnya
    • Budaya
    • Teknologi
    • Pendidikan
    • Info Grafis
    • Plesir
    • Kuliner
    • Religi
GISTARA TV
Thursday, October 8, 2026
Top News
Mengenal Rubrik Penerbitan Surat Kabar, dan Majalah
Cuaca Terik, Penjual Es Teh di Jepara Berhamburan
Mengenal Nyai Hindun Anisah, Caleg DPR RI Dapil Demak, Kudus, dan...
Kolam Renang Cinta Candi Liyangan Temanggung Jawa Tengah Terbaru 2022
Fenomena Bodoh Deklarasi Kasyaf Lewat Foto
Ribuan Orang Hadiri Haul Mbah Sahil ke 18, Ini Biografinya
Sejarah Pantai Nampu Wonogiri Jawa Tengah Terbaru 2022
Peringati Hari Ibu, MIDEHA Festival Gelar Lomba Kolaborasi dengan Ibu
Tak Perlu ke Eropa, Main Salju Bisa di Dusun Semilir Bawen
Rancangan Dapil Pemilu 2024 di Jepara Tidak Berubah
Gistara
Gistara
  • Home
  • Nasional
  • Regional
    • Semarangan
    • Muria
    • Kedu
    • Banyumasan
    • Pantura
    • Solo Raya
  • Politik
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Kolom
    • Opini
    • Risalah
    • Tokoh
    • Cerpen
    • Catatan Redaksi
  • Lainnya
    • Budaya
    • Teknologi
    • Pendidikan
    • Info Grafis
    • Plesir
    • Kuliner
    • Religi
Copyright 2021 - All Right Reserved
Budaya

Tampilkan Ketoprak Perjuangan Ratu Kalinyamat, Penonton Terenyuh

by Shochib Ahmada 12/11/2022
Shochib Ahmada 12/11/2022 1.5K views
Perjuangan Ratu Kalinyamat
Para pemeran menampilkan cerita perjuangan Ratu Kalinyamat dalam ketoprak di Ponpes Lembah Manah Langon. Acara itu hasil kerja sama PC Lesbumi NU Jepara, Ponpes Lembah Manah, Yayasan Marga Langit dan Sanggar Bangun Budaya.
1.5K
Perjuangan Ratu Kalinyamat

KETOPRAK – Para pemeran menampilkan cerita perjuangan Ratu Kalinyamat dalam ketoprak di Ponpes Lembah Manah Langon. Acara itu hasil kerja sama PC Lesbumi NU Jepara, Ponpes Lembah Manah, Yayasan Marga Langit dan Sanggar Bangun Budaya. (Foto: Lesbumi Jepara)

“Ayahandaku, Sultan Trenggono telah berhasil memagari Jawa dari Portugis, Kakangku Sunan Prawoto dengan gagah dan lantang menolak kompromi dengan Portugis, beliau tetap mengembargo Malaka dengan tidak menjual beras ke Portugis. Beliau juga telah menyiapkan tentara untuk membasmi Portugis di Makassar, jika hanya melindungi Jawa Dwipa, leluhur kita sudah berhasil. Mereka tidak akan berani lagi menginjakkan kaki di Bumi Jawa ini, tapi bukan itu tujuan kita. Kita akan merangkai Nusantara menjadi rantai yang kuat, Johor, Malaka, Aceh, Tanjung Pura, Maluku, dan semua negeri-negeri di Nusantara, akan kita Satukan. Dan itu tidak akan terwujud selama Portugis masih di sini!”.

Itulah potongan dialog dan cerita Ratu Kalinyamat dalam naskah Sang Naga Samudra, Satru Bebuyutan Portugis yang ditulis M Ali Burhan. Naskah itu ditampilkan dalam gelaran wayang orang/ketoprak di Ponpes Lembah Manah Langon.

Dalam gelarannya masyarakat sangat antusias menonton. Beberapa gelak tawa dan wajah serius bahkan beberapa kali penonton merasakan heroisme dari perjuangan Ratu Kalinyamat tampak dari penonton ketika melihat penampilan dari orang yang menampilkan sejarah Ratu Kalinyamat.

Ali Burhan menjelaskan Kesultanan Demak negeri maritim yang sepanjang perjalanannya selalu diwarnai dengan perlawanan terhadap penjajah Portugis. Bahkan sebelum Portugis berniat menguasai Malaka, Demak, dan kerajaan-kerajaan di Nusantara, beberapa kerajaan di Nusantara telah bersiap-siap melawannya.

”Hal itu dibuktikan dengan penyerangan Demak ke Portugis di Malaka (1512) yang cepat. Hanya satu tahun setelah Malaka didudukinya,” jelasnya.

BACA JUGA: Sarasehan Tembakau di Festival Lembutan Bansari Hadirkan Sujiwo Tejo

Dimulai tahun 1512, lanjutnya, Raden Patah mengutus Pati Unus untuk mengusir Portugis dari Malaka. Penyerangan ini diulang kembali tahun 1521 sepeninggal Raden Patah (1518). Karena kurang berhasil dan juga banyaknya daerah-daerah di Jawa yang tidak mendukung visi Demak tersebut atau malah menjalin persekutuan dengan Portugis di Malaka, maka Sultan Trenggono (1522-1546)  pengganti Pati Unus menyapu Jawa dari pengaruh Portugis.

Dalam catatan sejarah, tahun-tahun berikutnya yaitu setelah wafatnya Sultan Trenggono (1546) adalah tahun-tahun yang sangat krusial dan penuh kontroversi, tetapi fakta sejarah mencatat, Demak tetap kokoh dan perkasa di Samudra.

Tahun 1547, Sultan Alauddin dari Aceh menyerang Portugis di Malaka. Melihat Portugis yang tetap di Benteng, Aceh kemudian memblokade Malaka. Mereka membangun benteng di Perlis untuk menyerang semua kapal dari Goa, Bengal, Siam atau Pegu yang membawa bahan makanan. Dengan usaha ini, mereka berupaya untuk menutup bala bantuan dari pintu utara dan berharap Portugis kelaparan dan korban segera berjatuhan.

Serangan Aceh ini mendapat respon dan dukungan dari Demak Bintoro yang saat itu dibawah kepemimpinan Sunan Prawoto. Karena merasa terancam, tahun 1548, Portugis mengutus Manuel Pinto untuk menemui Raja keempat Demak. Ia membujuk agar Sunan Prawoto tidak memblokade pengiriman bahan pangan ke Malaka dari jalur selatan sekaligus membatalkan pengiriman pasukan ke Makassar untuk mengusir Portugis dari sana.

BACA JUGA: Kirab Budaya HUT Ke-188 Temanggung, Bukti di Liyangan Punya Sejarah Peradaban

Diplomasi Pinto ini ditolak oleh Sunan Prawoto. Penolakan ini, semakin memperuncing permusuhan antara Portugis dan Demak. Tahun 1550, atas permintaan dari Johor, Ratu Kalinyamat yang Jumeneng Nata di Jepara memberangkatkan 40 kapal besar dibawah komando Sang Adipati dengan membawa 5.000 prajurit siap tempur ke Malaka. Tahun 1551, pecah pertempuran besar di Malaka.

Pertempuran dahsyat ini merupakan pukulan telak bagi Portugis. Mereka menjadi takut dan tidak berani mengusik Jawa. Tahun 1551-1565 (bahkan sampai akhir koloninya di Nusantara). Belum ditemukan catatan tentang Portugis yang agresif  hendak menguasai Jawa sebagaimana masa-masa sebelumnya. Konsentrasi Portugis beralih ke kepulauan Ambon setelah menemukan pusat sumber rempah-rempah tersebut. Meskipun begitu, bukan berarti Jepara sedang tidur, apalagi terpuruk.

”Di bawah kepemimpinan Kanjeng Ratu Kalinyamat, Selain di Malaka, di Ambon pun Jepara tetap menjadi momok yang paling menakutkan bagi Portugis. Jepara menjadi musuh yang paling berbahaya bagi Portugis selama tiga perempat abad ke-16,” ujarnya

Sebagai produser di acara itu Ngatman, dan Sutradara Den Hasan. Sementara pemain diperankan Wiwik Handayani sebagai Ratu Kalinyamat, Ki Hendro Suryo Kartiko sebagai sinopati, Agus Joko S sebagai Joko Lintang, Tesa sebagai Roro Wulandari, Bambang Batik sebagai ki Galangwesi, Mak Tatik sebagai Nyai Galangwesi, dan Ki Johar Tontowi sebagai perajurit sati. (Chib/Gistara)

JeparaPortugisRatu Kalinyamat
0 FacebookTwitterPinterestEmail
Shochib Ahmada

previous post
Rawat Keluarga IKA PMII, Bak Kereta Api-Ikuti Relnya atau Ditinggal
next post
IKA PMII Harus Berani Rumuskan Gerakan Isi Pimpinan

You may also like

Pawai Ta’aruf MTQ XXXI,  Membumikan Al-Quran dan Perkuat Persatuan

12/09/2026

Cakra Bumi Jepara, Jaga Lentera Budaya Lewat Kirab Pusaka

26/08/2026

Semarak Karnaval RW 03 Suwawal, Wujudkan Kemerdekaan dalam Kerukunan dan Kebersamaan

23/08/2026

Kirab Budaya Gerakkan Ekonomi Wong Cilik

18/08/2026

Jepara Art Carnival 2026 Semarakkan HUT ke-81 RI, Kenalkan Budaya Jepara ke Pentas Dunia

15/08/2026

Jejak Rahayu Kiswara Meniti di Dunia Sinden

30/07/2026

Terkini

  • Perkuat Jejaring Akademik Internasional, Prodi PAI UNISNU Jepara Kolaborasi Riset dengan IIUM Malaysia

    07/10/2026
  • Pemkab Jepara Salurkan BLT DBHCHT ke 4.813 Butuh dan Petani Tembakau

    07/10/2026
  • Cetak Instruktur yang Berkualitas, PC PMII Jepara Gelar Pelatihan Instruktur Cabang

    06/10/2026
  • Bimwin bagi Calon Pengantin, Wujudkan Keluarga yang Harmonis dan Berkualitas 

    06/10/2026
  • Pemkab Jepara Dorong BUMDesa Masuk Rantai Pasok Ritel

    06/10/2026
Gistara
  • Home
  • Nasional
  • Regional
    • Semarangan
    • Muria
    • Kedu
    • Banyumasan
    • Pantura
    • Solo Raya
  • Politik
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Kolom
    • Opini
    • Risalah
    • Tokoh
    • Cerpen
    • Catatan Redaksi
  • Lainnya
    • Budaya
    • Teknologi
    • Pendidikan
    • Info Grafis
    • Plesir
    • Kuliner
    • Religi
Sign In

Keep me signed in until I sign out

Forgot your password?

Do not have an account ? Register here

Password Recovery

A new password will be emailed to you.

Have received a new password? Login here

Register New Account

Have an account? Login here