Gistara
  • Home
  • Nasional
  • Regional
    • Semarangan
    • Muria
    • Kedu
    • Banyumasan
    • Pantura
    • Solo Raya
  • Politik
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Kolom
    • Opini
    • Risalah
    • Tokoh
    • Cerpen
    • Catatan Redaksi
  • Lainnya
    • Budaya
    • Teknologi
    • Pendidikan
    • Info Grafis
    • Plesir
    • Kuliner
    • Religi
Gistara
  • Home
  • Nasional
  • Regional
    • Semarangan
    • Muria
    • Kedu
    • Banyumasan
    • Pantura
    • Solo Raya
  • Politik
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Kolom
    • Opini
    • Risalah
    • Tokoh
    • Cerpen
    • Catatan Redaksi
  • Lainnya
    • Budaya
    • Teknologi
    • Pendidikan
    • Info Grafis
    • Plesir
    • Kuliner
    • Religi
GISTARA TV
Thursday, October 8, 2026
Top News
Mengenal Rubrik Penerbitan Surat Kabar, dan Majalah
Cuaca Terik, Penjual Es Teh di Jepara Berhamburan
Mengenal Nyai Hindun Anisah, Caleg DPR RI Dapil Demak, Kudus, dan...
Kolam Renang Cinta Candi Liyangan Temanggung Jawa Tengah Terbaru 2022
Fenomena Bodoh Deklarasi Kasyaf Lewat Foto
Ribuan Orang Hadiri Haul Mbah Sahil ke 18, Ini Biografinya
Sejarah Pantai Nampu Wonogiri Jawa Tengah Terbaru 2022
Peringati Hari Ibu, MIDEHA Festival Gelar Lomba Kolaborasi dengan Ibu
Tak Perlu ke Eropa, Main Salju Bisa di Dusun Semilir Bawen
Rancangan Dapil Pemilu 2024 di Jepara Tidak Berubah
Gistara
Gistara
  • Home
  • Nasional
  • Regional
    • Semarangan
    • Muria
    • Kedu
    • Banyumasan
    • Pantura
    • Solo Raya
  • Politik
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Kolom
    • Opini
    • Risalah
    • Tokoh
    • Cerpen
    • Catatan Redaksi
  • Lainnya
    • Budaya
    • Teknologi
    • Pendidikan
    • Info Grafis
    • Plesir
    • Kuliner
    • Religi
Copyright 2021 - All Right Reserved
RegionalSemarangan

Longsor Kalongan Mengancam Permukiman Warga, Wacana Relokasi Perlu Kajian Mendalam

by Khusnul Arief 26/01/2023
Khusnul Arief 26/01/2023 1.5K views
LONGSOR - Ruas Jalan Arjuna Dusun Bandungan, Desa Kalongan, Kecamatan Ungaran Timur yang terputus total digerus longsor. 9Foto: Arief/Gistara)
1.5K

LONGSOR – Ruas Jalan Arjuna Dusun Bandungan, Desa Kalongan, Kecamatan Ungaran Timur yang terputus total digerus longsor. 9Foto: Arief/Gistara)

UNGARAN | GISTARA.com – Kajian yang telah dilakukan oleh Departemen Teknik Geologi Undip Semarang atas bencana tanah longsor yang terjadi di ruas Jalan Arjuna Dusun Bandungan, Desa Kalongan, Kecamatan Ungaran Timur, Kabupaten Semarang menerangkan bahwa pergerakan tanah tersebut masih akan terus terjadi. Bahkan, diprediksi longsor akan merembet dengan radius 100 meter menuju permukiman warga. Atas hasil kajian itu, muncul wacana untuk dilakukan relokasi bagi warga yang berlokasi tak jauh dari titik longsor.

Kasi Pencegahan dan Kesiapsiagaan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Semarang Mediarso Tri Soelistyo mengungkapkan wacana relokasi tersebut masih dalam tahap kajian yang mendalam. Jika memang memungkinkan, maka rencana itu akan dilaksanakan.

“Tujuannya tentu untuk menghindari jatuhnya korban jiwa. Akan tetapi, relokasi perlu pembahasan dan kajian yang mendalam, tidak bisa serta merta dilakukan,” ungkapnya di Ungaran, Kamis (26/1/2023).

Diakui Mediarso, beberapa korban justru jatuh bukan pada saat bencana terjadi, melainkan pasca bencana. Ia mencontohkan terdapat beberapa kasus jatuhnya korban akibat konflik sosial saat direlokasi. Hal itu dipicu beberapa faktor, di antaranya kurangnya koordinasi sesama pemangku kebijakan yang menyebabkan tidak terpenuhinya kebutuhan penyintas bencana.

“Bencana itu ada tiga, yakni bencana alam, non alam dan sosial. Di beberapa kasus, setelah warga direlokasi mereka masih kembali ke lokasi asalnya oleh sebab tidak terpenuhinya kebutuhan. Maka dari itu, kita atur regulasinya supaya tidak terjadi demikian jika memang relokasi jadi dilakukan,” terangnya.

BACA JUGA: Hasil Kajian Tim Geologi Undip, Longsor Desa Kalongan Berpotensi Meluas

Ditambahkan Mediarso, diperlukan komitmen bersama yang sifatnya mengikat bagi warga yang dalam hal ini warga Desa Kalongan yang berpotensi terdampak bencana longsor. Itu untuk menjamin konsistensi dan kepatuhan warga untuk tidak kembali lagi ke lokasi asal demi keselamatan.

“Perlu hitam di atas putih, semacam dokumen perjanjian. Misal sudah direlokasi ya sudah, ayo menatap yang baru, jangan kembali lagi ke lokasi asal. Sehingga ini perlu disiapkan secara matang dan berjenjang dengan melibatkan berbagai pihak,” sambungnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, fenomena tanah longsor tersebut masuk kategori ‘very deep’ atau sangat dalam. Sehingga menjadikan ruas Jalan Arjuna memiliki risiko tinggi untuk dilalui. Dari kajian itu keluar rekomendasi bahwa jalan harus dialihkan sebab longsor masih terus terjadi.

Sementara dikutip dari laporan kajian gerakan tanah yang dilakukan oleh Tim Pengabdian Masyarakat Departemen Teknik Geologi Undip Semarang, gerakan tanah disebabkan oleh faktor internal lereng dan faktor eksternal yang dapat menjadi pemicu terjadinya gerakan tanah.

Berdasarkan peta kerawanan gerakan tanah wilayah Kabupaten Semarang dan sekitarnya, daerah bencana yang dikaji termasuk dalam zona kerentanan gerakan tanah tinggi. Zona ini sering terjadi gerakan tanah yang diakibatkan oleh pemicu seperti curah hujan yang tinggi serta erosi yang kuat. Zona ini juga memiliki kemiringan lereng yang terjal yakni 30-70% yang mendorong terjadinya gerakan tanah. (Arief/ Gistara)

Kabupaten SemarangKalonganLongsorRelokasiUngaran
0 FacebookTwitterPinterestEmail
Khusnul Arief

previous post
Tekan Stunting di Kalangan Industri, Wagub Minta Perusahaan Beri Perhatian Kepada Pekerja yang Hamil
next post
Budi Mulyo, Difabel Jepara Menyulap Kepelan Jadi Produk Bernilai Ekonomis

You may also like

Dongkrak Ekonomi Rumah Tangga, Sumarwati Ajak Ubah Limbah Usaha Jadi Barang Bernilai

21/09/2026

Festival Literasi Jateng 2026,  Gelorakan Budaya Baca Gen Z

12/09/2026

Bahas Isu Kontemporer dan Kebijakan Nasional, PWNU Jawa Tengah Gelar Bahtsul Masail Ke-6

22/08/2026

HUT ke-81 Jateng, Dekranasda Jepara Kenalkan Produk Unggulan dan Budaya Lokal 

21/08/2026

Keseruan Mahasiswa Asing Belajar Ukir di Jepara

20/08/2026

Tiga Kampus NU Perkuat KKN Kolaborasi di Karimunjawa, Dorong Pemberdayaan Berbasis Potensi Lokal

20/08/2026

Terkini

  • Perkuat Jejaring Akademik Internasional, Prodi PAI UNISNU Jepara Kolaborasi Riset dengan IIUM Malaysia

    07/10/2026
  • Pemkab Jepara Salurkan BLT DBHCHT ke 4.813 Butuh dan Petani Tembakau

    07/10/2026
  • Cetak Instruktur yang Berkualitas, PC PMII Jepara Gelar Pelatihan Instruktur Cabang

    06/10/2026
  • Bimwin bagi Calon Pengantin, Wujudkan Keluarga yang Harmonis dan Berkualitas 

    06/10/2026
  • Pemkab Jepara Dorong BUMDesa Masuk Rantai Pasok Ritel

    06/10/2026
Gistara
  • Home
  • Nasional
  • Regional
    • Semarangan
    • Muria
    • Kedu
    • Banyumasan
    • Pantura
    • Solo Raya
  • Politik
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Kolom
    • Opini
    • Risalah
    • Tokoh
    • Cerpen
    • Catatan Redaksi
  • Lainnya
    • Budaya
    • Teknologi
    • Pendidikan
    • Info Grafis
    • Plesir
    • Kuliner
    • Religi
Sign In

Keep me signed in until I sign out

Forgot your password?

Do not have an account ? Register here

Password Recovery

A new password will be emailed to you.

Have received a new password? Login here

Register New Account

Have an account? Login here