Gistara
  • Home
  • Nasional
  • Regional
    • Semarangan
    • Muria
    • Kedu
    • Banyumasan
    • Pantura
    • Solo Raya
  • Politik
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Kolom
    • Opini
    • Risalah
    • Tokoh
    • Cerpen
    • Catatan Redaksi
  • Lainnya
    • Budaya
    • Teknologi
    • Pendidikan
    • Info Grafis
    • Plesir
    • Kuliner
    • Religi
Gistara
  • Home
  • Nasional
  • Regional
    • Semarangan
    • Muria
    • Kedu
    • Banyumasan
    • Pantura
    • Solo Raya
  • Politik
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Kolom
    • Opini
    • Risalah
    • Tokoh
    • Cerpen
    • Catatan Redaksi
  • Lainnya
    • Budaya
    • Teknologi
    • Pendidikan
    • Info Grafis
    • Plesir
    • Kuliner
    • Religi
GISTARA TV
Monday, October 12, 2026
Top News
Mengenal Rubrik Penerbitan Surat Kabar, dan Majalah
Cuaca Terik, Penjual Es Teh di Jepara Berhamburan
Mengenal Nyai Hindun Anisah, Caleg DPR RI Dapil Demak, Kudus, dan...
Kolam Renang Cinta Candi Liyangan Temanggung Jawa Tengah Terbaru 2022
Fenomena Bodoh Deklarasi Kasyaf Lewat Foto
Ribuan Orang Hadiri Haul Mbah Sahil ke 18, Ini Biografinya
Sejarah Pantai Nampu Wonogiri Jawa Tengah Terbaru 2022
Peringati Hari Ibu, MIDEHA Festival Gelar Lomba Kolaborasi dengan Ibu
Tak Perlu ke Eropa, Main Salju Bisa di Dusun Semilir Bawen
Rancangan Dapil Pemilu 2024 di Jepara Tidak Berubah
Gistara
Gistara
  • Home
  • Nasional
  • Regional
    • Semarangan
    • Muria
    • Kedu
    • Banyumasan
    • Pantura
    • Solo Raya
  • Politik
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Kolom
    • Opini
    • Risalah
    • Tokoh
    • Cerpen
    • Catatan Redaksi
  • Lainnya
    • Budaya
    • Teknologi
    • Pendidikan
    • Info Grafis
    • Plesir
    • Kuliner
    • Religi
Copyright 2021 - All Right Reserved
Opini

Menguatkan Nilai Spiritualitas di Tengah Kemajuan Teknologi

by Redaksi 20/01/2025
Redaksi 20/01/2025 1.1K views
1.1K

Oleh: Muhammad Lukman Ihsanuddin*

Kemajuan teknologi telah membawa perubahan besar dalam berbagai aspek kehidupan manusia, mulai dari komunikasi, pendidikan, hingga aktivitas ibadah. Misalnya, penggunaan aplikasi konferensi video seperti Zoom telah merevolusi cara manusia berinteraksi dalam pekerjaan dan pendidikan, sementara platform seperti YouTube telah menjadi medium utama dalam penyebaran konten keagamaan.

Data Statista (2024) menunjukkan bahwa lebih dari 70% populasi dunia menggunakan internet, dengan pertumbuhan signifikan di kawasan Asia Tenggara, termasuk Indonesia. Namun, di balik berbagai kemudahan yang ditawarkan teknologi, muncul tantangan baru, yaitu bagaimana menjaga dan menguatkan nilai spiritualitas di tengah era digital yang serba cepat dan instan ini.

BACA JUGA: Refleksi Perjuangan Gus Dur Memajukan Hak Disabilitas dan Kebebasan Beragama di Indonesia

Salah satu tantangan utama adalah gangguan konsentrasi selama ibadah akibat notifikasi media sosial atau aplikasi perpesanan. Sebagai contoh, banyak orang merasa sulit khusyuk dalam salat karena pikiran mereka terusik oleh pesan yang masuk atau dorongan untuk memeriksa pembaruan di perangkat mereka. Selain itu, paparan konten yang tidak relevan atau bahkan bertentangan dengan nilai-nilai spiritual sering kali memperlemah motivasi untuk mendalami agama.

Teknologi dan Perubahan Pola Hidup

Data dari We Are Social dan Hootsuite (2024) menunjukkan bahwa rata-rata masyarakat Indonesia menghabiskan sekitar 8 jam 36 menit sehari di depan layar, baik itu untuk bekerja, belajar, atau bersosialisasi di media sosial.

Hal ini tidak hanya berdampak pada kesehatan fisik, seperti mata lelah dan gangguan tidur, tetapi juga pada kehidupan spiritual. Banyak individu yang melaporkan mengalami penurunan kualitas ibadah karena terganggu oleh notifikasi atau keasyikan menjelajahi dunia maya.

Kasus menarik terjadi di kalangan generasi muda. Sebuah wawancara dengan salah satu mahasiswa, Ahmad, dari Universitas Islam Negeri Jakarta (2023), mengungkapkan bahwa ia sering kehilangan waktu untuk salat karena tergoda menyelesaikan level gim online. “Awalnya hanya untuk mengisi waktu luang, tapi lama-lama jadi lupa waktu,” ujar Ahmad.

BACA JUGA: Ibu dan Peran Pendidikan Digital Anak

Pendapat serupa disampaikan oleh Dr. Nurul Hidayah, seorang pakar pendidikan Islam, yang mengatakan bahwa “Tantangan utama generasi muda saat ini adalah mengelola waktu dengan bijak di tengah derasnya arus digital. Pendidikan berbasis spiritualitas harus disinergikan dengan literasi teknologi agar mereka tidak kehilangan arah.”

Sebuah penelitian oleh Pusat Kajian Keislaman Universitas Islam Negeri Jakarta (2023) menunjukkan bahwa 60% mahasiswa mengaku sering menunda salat karena asyik bermain gim atau berselancar di media sosial. Kondisi ini menegaskan pentingnya penguatan nilai spiritualitas di tengah derasnya arus digitalisasi.

Teknologi sebagai Sarana Penguat Spiritualitas

Namun, teknologi tidak selalu menjadi penghambat. Ketika digunakan secara sadar, teknologi dapat menjadi jembatan yang menghubungkan individu dengan nilai-nilai spiritual. Misalnya, penggunaan teknologi untuk menciptakan aplikasi meditasi atau salat interaktif telah membantu banyak orang lebih konsisten dalam praktik spiritual mereka.

Selain itu, algoritma kecerdasan buatan kini mampu merekomendasikan konten keagamaan yang relevan, sehingga membantu individu memperkaya pemahaman agama. Transformasi spiritual juga terlihat dalam komunitas daring yang mempererat silaturahmi antar umat meskipun terpisah oleh jarak fisik. Ketika dimanfaatkan dengan bijak, teknologi justru bisa menjadi sarana efektif untuk menguatkan nilai spiritualitas.

BACA JUGA: Membangun Ketakwaan Produktif Melalui Ibadah Qurban

Beberapa contoh pemanfaatan teknologi dalam konteks ini adalah: Aplikasi Nu Online adalah aplikasi pengingat ibadah yang membantu umat Islam menjalankan ibadah dengan lebih mudah. Dengan fitur seperti jadwal salat otomatis, bacaan Al-Qur’an, doa, dan kajian Islami, aplikasi ini mempermudah pengguna untuk menjaga ibadah mereka dalam keseharian.

Data dari Google Play Store (2024) menunjukkan bahwa aplikasi ini telah diunduh lebih dari 50 juta kali di Indonesia, mencerminkan tingginya permintaan dan potensi pasar untuk aplikasi yang dapat mendukung peningkatan kualitas ibadah umat Islam.

Pandemi COVID-19 telah mempercepat transformasi dakwah melalui platform digital. Ulama seperti Gus Baha memanfaatkan YouTube untuk menyampaikan kajian-kajian yang mendalam. Salah satu video kajian Gus Baha yang berjudul “Tradisi Jawa yang Cocok Syariat” telah ditonton lebih dari 480.607 kali menunjukkan tingginya minat masyarakat terhadap kajian Islami secara daring.

Komunitas virtual seperti One Day One Juz (ODOJ) menunjukkan bahwa teknologi dapat mempertemukan orang-orang dengan misi yang sama untuk saling menguatkan dalam menjalankan ibadah harian. Komunitas ini, yang berfokus pada membaca satu juz Al-Qur’an setiap hari, telah berhasil mengumpulkan lebih dari 300 ribu anggota aktif di Indonesia hingga akhir 2024. Hal ini menggambarkan potensi teknologi dalam mempererat ukhuwah Islamiyah, khususnya di kalangan umat Islam yang terhubung melalui platform digital dalam menjalankan ibadah bersama.

Strategi Menguatkan Spiritualitas

Untuk menguatkan nilai spiritualitas di tengah kemajuan teknologi, diperlukan pendekatan yang holistik, baik dari individu maupun komunitas. Misalnya, komunitas virtual seperti One Day One Juz (ODOJ) telah berhasil mengintegrasikan teknologi dengan ibadah harian. Dengan lebih dari 300 ribu anggota aktif hingga akhir 2024, komunitas ini tidak hanya menyediakan pengingat rutin tetapi juga membangun jejaring dukungan spiritual yang kuat.

Contoh lainnya adalah program kajian daring yang diselenggarakan oleh Ustaz Adi Hidayat, yang berhasil menjangkau jutaan penonton melalui platform digital. Implementasi semacam ini menunjukkan bahwa pendekatan holistik dapat menghubungkan teknologi dengan kebutuhan spiritual secara efektif.

BACA JUGA: Ratu Kalinyamat : Perempuan Muslimah Anti Kolonialisme 1549-1579

Mengatur Waktu Layar, Membatasi penggunaan gadget untuk hal-hal yang tidak produktif. Misalnya, menetapkan waktu khusus untuk offline selama waktu ibadah.

Mengintegrasikan Teknologi dengan Ibadah, Memanfaatkan aplikasi pengingat ibadah atau mengikuti komunitas daring yang relevan untuk menjaga konsistensi beribadah.

Pendidikan Teknologi Berbasis Spiritualitas, Sekolah dan lembaga keagamaan dapat mengintegrasikan nilai spiritualitas dalam pendidikan teknologi, misalnya dengan mengajarkan etika digital yang sejalan dengan nilai agama.

Dengan demikian, kemajuan teknologi menjadi keniscayaan yang tidak bisa dihindari. Namun, sebagai individu yang beriman, kita memiliki tanggung jawab untuk menjaga keseimbangan antara kemajuan duniawi dan kedalaman spiritual. Dengan memanfaatkan teknologi secara bijak dan penuh kesadaran, kita tidak hanya bisa mengikuti perkembangan zaman, tetapi juga tetap teguh dalam nilai-nilai spiritual yang menjadi fondasi kehidupan. Sebagaimana firman Allah:

“Sesungguhnya Allah tidak akan mengubah keadaan suatu kaum sehingga mereka mengubah keadaan yang ada pada diri mereka sendiri.” (QS. Ar-Ra’d: 11)

Mari jadikan teknologi sebagai alat untuk mendekatkan diri kepada Sang Pencipta, bukan sebaliknya.

*Muhammad Lukman Ihsanuddin, Dosen Komunikasi Penyiaran Islam FDKI IAIN Kudus

InternetSpiritulitasTeknologi
0 FacebookTwitterPinterestEmail
Redaksi

previous post
Tim Siraju Polres Jepara Bubarkan Aksi Balap Liar Hingga Pesta Miras, Belasan Unit Motor dan Botol Miras Diamankan
next post
Kapolres Jepara Resmi Berganti, AKBP Erick Budi Santoso Siap Lanjutkan Kepemimpinan

You may also like

Kekerasan Pasca 30 September 1965 di Pedesaan

01/10/2026

Karnaval “Satanic” Pekalongan, Sisa Spiritual yang Rapuh

29/09/2026

Merawat Marwah NU Jepara dari Keteladanan KH Ahmad Fauzan

25/09/2026

Peran MUI dalam Penguatan Mutu Pendidikan Islam dan Kompetensi Digital

18/09/2026

Undang-Undang Pesantren Dan Orientasi Pendidikan Indonesia

05/09/2026

Ketua PBNU dan Imperatif “Tajalli” Melampaui Intelektualisme Menuju Kejernihan Hati

03/09/2026

Terkini

  • Peminat Minim, Pembentukan Dewan Kebudayaan Jepara Ditata Ulang

    12/10/2026
  • Jelang Pencoblosan, 61 Calon Petinggi  di Jepara Komitmen Jaga Pilpet Damai

    12/10/2026
  • Bupati Jepara Lepas Atlet Peparprov dan Porprov, Siapkan Bonus bagi Peraih Medali Emas

    11/10/2026
  • Duet KH. Ali Masykur dan KH. Misbahuddin Pimpin MWC NU Tahunan 2026–2031, Dorong Tradisi Keilmuan Turats  terus Dihidupkan

    11/10/2026
  • Bupati Jepara Prioritaskan Perbaikan Jalan dan Akses Wisata Kemujan

    10/10/2026
Gistara
  • Home
  • Nasional
  • Regional
    • Semarangan
    • Muria
    • Kedu
    • Banyumasan
    • Pantura
    • Solo Raya
  • Politik
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Kolom
    • Opini
    • Risalah
    • Tokoh
    • Cerpen
    • Catatan Redaksi
  • Lainnya
    • Budaya
    • Teknologi
    • Pendidikan
    • Info Grafis
    • Plesir
    • Kuliner
    • Religi
Sign In

Keep me signed in until I sign out

Forgot your password?

Do not have an account ? Register here

Password Recovery

A new password will be emailed to you.

Have received a new password? Login here

Register New Account

Have an account? Login here