Gistara
  • Home
  • Nasional
  • Regional
    • Semarangan
    • Muria
    • Kedu
    • Banyumasan
    • Pantura
    • Solo Raya
  • Politik
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Kolom
    • Opini
    • Risalah
    • Tokoh
    • Cerpen
    • Catatan Redaksi
  • Lainnya
    • Budaya
    • Teknologi
    • Pendidikan
    • Info Grafis
    • Plesir
    • Kuliner
    • Religi
Gistara
  • Home
  • Nasional
  • Regional
    • Semarangan
    • Muria
    • Kedu
    • Banyumasan
    • Pantura
    • Solo Raya
  • Politik
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Kolom
    • Opini
    • Risalah
    • Tokoh
    • Cerpen
    • Catatan Redaksi
  • Lainnya
    • Budaya
    • Teknologi
    • Pendidikan
    • Info Grafis
    • Plesir
    • Kuliner
    • Religi
GISTARA TV
Friday, October 9, 2026
Top News
Mengenal Rubrik Penerbitan Surat Kabar, dan Majalah
Cuaca Terik, Penjual Es Teh di Jepara Berhamburan
Mengenal Nyai Hindun Anisah, Caleg DPR RI Dapil Demak, Kudus, dan...
Kolam Renang Cinta Candi Liyangan Temanggung Jawa Tengah Terbaru 2022
Fenomena Bodoh Deklarasi Kasyaf Lewat Foto
Ribuan Orang Hadiri Haul Mbah Sahil ke 18, Ini Biografinya
Sejarah Pantai Nampu Wonogiri Jawa Tengah Terbaru 2022
Peringati Hari Ibu, MIDEHA Festival Gelar Lomba Kolaborasi dengan Ibu
Tak Perlu ke Eropa, Main Salju Bisa di Dusun Semilir Bawen
Rancangan Dapil Pemilu 2024 di Jepara Tidak Berubah
Gistara
Gistara
  • Home
  • Nasional
  • Regional
    • Semarangan
    • Muria
    • Kedu
    • Banyumasan
    • Pantura
    • Solo Raya
  • Politik
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Kolom
    • Opini
    • Risalah
    • Tokoh
    • Cerpen
    • Catatan Redaksi
  • Lainnya
    • Budaya
    • Teknologi
    • Pendidikan
    • Info Grafis
    • Plesir
    • Kuliner
    • Religi
Copyright 2021 - All Right Reserved
Opini

Terpaut dalam Jiwa Kurban: Menggugah Kesadaran Pengorbanan di Era Serba Instan

by Redaksi 06/06/2025
Redaksi 06/06/2025 396 views
396

Oleh: Mufarih Ni’am, S.Pd.

“Pengorbanan adalah bahasa sunyi dari cinta yang sejati. Ia tak menuntut tepuk tangan, hanya kerelaan yang mengakar.”

Hari Raya Idul Adha, atau yang juga dikenal sebagai Hari Raya Kurban, selalu datang membawa aroma keikhlasan dan makna pengorbanan. Di balik gema takbir dan lantunan doa, tersimpan pesan mendalam dari kisah Nabi Ibrahim a.s. dan putranya Nabi Ismail a.s., tentang keimanan, kerelaan, dan ketundukan terhadap perintah Tuhan, bahkan jika itu berarti mengorbankan hal terdekat dalam hidup.

Namun di era kini, di ruang-ruang kelas yang saya isi sebagai pendidik, saya menyaksikan bagaimana nilai-nilai luhur itu kian jauh dari realita harian peserta didik. Mereka tumbuh dalam zaman serba cepat, serba praktis, serba jadi. Maka “pengorbanan” terasa asing, dan “proses” sering dianggap lambat. Banyak siswa lebih tertarik pada hasil instan ketimbang jalan panjang penuh usaha dan jatuh bangun.

BACA JUGA: PLN UIK Tanjung Jati B Beri Apresiasi untuk Guru Ngaji Menjelang Hari Kartini

Generasi Instan dan Hilangnya Jiwa Kurban

Jika dulu kita terbiasa mendengar cerita anak-anak berjalan berkilo-kilometer demi sekolah, kini kita mendapati keluhan karena sinyal Wifi sedikit lambat. Jika dulu proses belajar melibatkan membaca buku berulang kali, kini cukup menonton video dua menit atau bertanya pada mesin pencari.

Tak salah memang memanfaatkan teknologi, tetapi ketika semua menjadi cepat dan instan, sering kali pengorbanan dalam bentuk waktu, tenaga, bahkan konsistensi tak lagi dianggap perlu.

Saya melihat banyak peserta didik menginginkan nilai baik tanpa bersusah payah. Mereka ingin sukses tanpa gagal. Ingin pintar tanpa belajar. Bahkan ingin lulus tanpa proses. Di sinilah saya merasa, nilai-nilai Iduladha bisa menjadi “jembatan hati” yang mempertemukan kembali generasi ini dengan makna sejati perjuangan.

Mendidik dengan Semangat Kurban

Idul Adha bukan sekadar peringatan tahunan. Ia adalah cermin pendidikan karakter paling kuat. Betapa Nabi Ibrahim rela mengorbankan anak yang amat dicintainya demi ketaatan. Betapa Ismail, sang anak, dengan tenang berkata, “Laksanakanlah apa yang diperintahkan Tuhan kepadamu.” Itulah puncak pengorbanan: rela melepaskan ego, kenyamanan, dan bahkan kepentingan pribadi demi sesuatu yang lebih besar.

BACA JUGA: Cegah Aksi Premanisme, Polres Jepara Gelar Patroli Skala Besar

Sebagai guru, saya mulai bertanya: bagaimana membawa semangat itu ke dalam kelas? Bagaimana agar siswa memahami bahwa belajar pun perlu pengorbanan: waktu bermain, rasa malas, dan keinginan instan. Bahwa untuk bisa mencapai sesuatu, perlu melewati proses. Dan bahwa keikhlasan, seperti dalam kurban, adalah inti dari pembelajaran yang bermakna.

Momentum Reflektif bagi Dunia Pendidikan

Idul Adha bisa dan seharusnya menjadi momentum reflektif bagi dunia pendidikan. Di hari ini, ketika daging kurban dibagi-bagikan, kita bisa mengajak siswa merenungi bahwa tidak semua bisa didapat dengan mudah. Daging itu ada karena ada hewan yang dikorbankan. Hewan itu ada karena peran yang merawat dan menyiapkannya dengan tekun. Semua butuh waktu. Semua butuh niat. Semua butuh pengorbanan.

Saya ingin mengajak para siswa, dan kita semua, memaknai kurban bukan hanya sebagai kegiatan menyembelih hewan, tetapi juga menyembelih ego, kemalasan, dan keengganan untuk berproses. Menyembelih keinginan cepat-cepat berhasil, dan menggantinya dengan keuletan, konsistensi, serta keikhlasan.

BACA JUGA: Sertijab Bupati Jepara, Mas Wiwit Targetkan Perbaiki Jalan Sepanjang 200 Km

Idul Adha dan Harapan Seorang Guru

Sebagai guru, saya tidak menuntut semua murid menjadi sempurna. Tapi saya berharap mereka berani mencoba. Berani gagal. Berani jatuh dan bangun. Seperti Nabi Ibrahim dan Ismail yang menunjukkan bahwa cinta sejati pada Tuhan (dan pada ilmu) harus diiringi pengorbanan, saya ingin peserta didik saya memiliki keberanian dan keikhlasan yang sama, walau bentuknya kini adalah belajar, bersabar, dan terus berusaha.

Semoga Idul Adha tahun ini bukan hanya perayaan ritual, tapi titik balik kesadaran. Bahwa pengorbanan tidak pernah sia-sia. Pun dalam setiap proses yang berat, selalu ada nilai yang akan tumbuh: ketangguhan, keimanan, dan harapan.

“Pada setiap tetes peluh dan letihmu, diam-diam sedang tumbuh dirimu yang lebih kuat. Karena sejatinya, yang besar bukan hanya hasilnya, tetapi hatimu yang rela berjuang.”

Mufarih Ni’am, S.Pd., Guru SMA Negeri 1 Donorojo

GuruHar Raya KurbanIdul AdhaPendidikan
0 FacebookTwitterPinterestEmail
Redaksi

previous post
Jaga Keamanan Malam Takbiran Hingga Libur Panjang Idul Adha, Polres Jepara Terjunkan Ratusan Personel
next post
Momen Iduladha 1446 H, Polres Jepara Sejumlah Hewan Kurban Untuk Dibagikan Ke Masyarakat

You may also like

Kekerasan Pasca 30 September 1965 di Pedesaan

01/10/2026

Karnaval “Satanic” Pekalongan, Sisa Spiritual yang Rapuh

29/09/2026

Merawat Marwah NU Jepara dari Keteladanan KH Ahmad Fauzan

25/09/2026

Peran MUI dalam Penguatan Mutu Pendidikan Islam dan Kompetensi Digital

18/09/2026

Undang-Undang Pesantren Dan Orientasi Pendidikan Indonesia

05/09/2026

Ketua PBNU dan Imperatif “Tajalli” Melampaui Intelektualisme Menuju Kejernihan Hati

03/09/2026

Terkini

  • Wakil Bupati Jepara M. Ibnu Hajar Monitoring Ujicoba MBG Prasmanan, Soroti Kebersihan dan Keamanan Pangan

    08/10/2026
  • Dosen PAI FTIK UNISNU Jepara Go International, Berbagi Ilmu Pendidikan hingga Malaysia

    08/10/2026
  • TBM dan KB Isykarima Banjaragung Gelar Parenting Education, Kaji Pola Asuh Disiplin Positif

    08/10/2026
  • Festival Literasi Jepara 2026: Literasi Menyala, Jepara Punya Cerita

    08/10/2026
  • Perkuat Jejaring Akademik Internasional, Prodi PAI UNISNU Jepara Kolaborasi Riset dengan IIUM Malaysia

    07/10/2026
Gistara
  • Home
  • Nasional
  • Regional
    • Semarangan
    • Muria
    • Kedu
    • Banyumasan
    • Pantura
    • Solo Raya
  • Politik
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Kolom
    • Opini
    • Risalah
    • Tokoh
    • Cerpen
    • Catatan Redaksi
  • Lainnya
    • Budaya
    • Teknologi
    • Pendidikan
    • Info Grafis
    • Plesir
    • Kuliner
    • Religi
Sign In

Keep me signed in until I sign out

Forgot your password?

Do not have an account ? Register here

Password Recovery

A new password will be emailed to you.

Have received a new password? Login here

Register New Account

Have an account? Login here