JEPARA | GISTARA. COM – Ketika kawasan itu dipadati pengunjung yang datang silih berganti. Lampu-lampu lapak mulai menyala, berpadu dengan aroma aneka jajanan yang menggoda selera.
Riuh suara percakapan, tawar-menawar, hingga tawa pengunjung menciptakan suasana hangat khas berburu kuliner, menjadikan simpang ini tak sekadar tempat persinggahan, tetapi juga ruang berkumpul bagi siapa saja yang ingin menikmati sore.
Sore hari di Simpang Ruwet, Jepara, terasa semakin hidup ketika para pemburu kuliner mulai memadati kawasan ini. Di antara deretan jajanan yang menggoda, lapak “Nge Mochi” milik Mbak Ririn menjadi salah satu yang tak pernah sepi pengunjung.
BACA JUGA: 30 Pelaku Usaha Ikuti Kartini Inkubator Bisnis, Dorong UMKM Naik Kelas
Aroma manis khas mochi yang baru dibuat menguar di udara, mengundang siapa saja untuk mampir. Dengan pilihan rasa yang beragam dan tekstur lembut yang khas, jajanan sederhana ini sukses mencuri perhatian, menjadikan “Nge Mochi” sebagai salah satu destinasi kecil yang wajib disinggahi saat berburu kuliner sore.
Menurut Ririn selaku pemilik kedai nge-mochi menyampaikan bahwa usahanya ini berawal dari hobinya yang suka memasak dan akhirnya mencoba membuat dan akhirnya dijual olehnya.
“ Awalnya saya berjualan di dekat indomaret SMP 5 lalu pindah di dekat PLN, tapi saat itu ada razia Satpol PP dan akhirnya saya jualan disini” ujar Ririn saat diwawancarai, Sabtu (2/5/2026)
BACA JUGA: Pelantikan PC PMII Jepara, Bupati Jepara Minta PMII Kawal Program Kartu Sarjana
Ia menambahkan bahwa usahanya ini sudah berjalan 2 tahun sampai sekarang, jualannya ini juga bisa dipesan melalui via whatshapp atau bisa juga DM langsung melalui tiktok nge-mochi.
“ Harganya hanya 3000 rupiah saja semua varian sama harganya , Omset saya perhari 300 ribu mbak, kalau bulan puasa bisa sampai Rp.500.000-Rp.1.000.000 perharinya,” ungkapnya.
Menurut Nella selaku pembeli nge-mochi yang sudah beberapa kali membeli mochi mengatakan bahwa mochi di lapak tersebut rasanya yang enak dan konsisten. Ia menilai tekstur mochinya lembut dengan isian yang terasa pas dan tidak pelit.
“Harga Rp3.000 per pcs jajanan ini sudah sangat worth it untuk dicoba dan dinikmati,” pungkasnya. (KA/Aini)