JAKARTA | GISTARA. COM – Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH) menjadikan Jawa Tengah sebagai role model nasional dalam pengembangan ekosistem halal terintegrasi. Langkah progresif Pemprov Jateng dinilai unggul, mulai dari pengawasan Rumah Potong Hewan (RPH), pembinaan UMKM, hingga pengembangan desa wisata halal.
Kepala BPJPH, Ahmad Haikal Hasan, mengapresiasi capaian Jawa Tengah yang telah mengawasi lebih dari 4.000 Satuan Pelayanan Penyelenggara Gizi (SPPG), dengan 4.211 unit di antaranya telah bersertifikat halal.
Menurutnya, standar di Jateng bahkan melampaui aspek higienitas dengan penerapan wajib halal sesuai arahan pemerintah pusat.
BACA JUGA: Merawat Sejarah Jepara dengan Heritage Performing Art
Sebagai bentuk sinergi, Pemprov Jateng juga menyiapkan hibah lahan untuk pembangunan kantor BPJPH di daerah, guna mempercepat layanan sertifikasi halal bagi pelaku usaha.
Wakil Gubernur Jawa Tengah, Taj Yasin Maimoen, menegaskan bahwa penguatan ekosistem halal menjadi bagian dari strategi pembangunan 2027, dengan fokus pada pariwisata ramah muslim dan ekonomi syariah.
Untuk mengatasi keterbatasan anggaran, Pemprov Jateng menggagas kolaborasi dengan perusahaan sebagai “orang tua asuh” bagi UMKM, guna membantu pembiayaan sertifikasi halal.
Langkah ini diharapkan mampu meningkatkan kesadaran dan daya saing pelaku usaha, sekaligus menjadikan Jawa Tengah sebagai pusat pertumbuhan ekonomi halal di Indonesia. (KA)