
JEPARA | GISTARA. COM – Peringatan 1 Muharam 1448 Hijriah di Kabupaten Jepara berlangsung khidmat melalui Pengajian Umum bersama Majelis Gandrung Nabi, Selasa (16/6/2026) malam.
Dalam kesempatan tersebut, Bupati Jepara, Witiarso Utomo, mengajak masyarakat menjadikan momentum Tahun Baru Islam sebagai sarana memperkuat kecintaan kepada Rasulullah SAW sekaligus mempererat persatuan dan kerukunan masyarakat.
Witiarso menyampaikan rasa syukur karena masyarakat Jepara dapat memulai Tahun Baru Islam dengan berbagai kegiatan religius, mulai dari khotmil Qur’an, doa akhir dan awal tahun, Kirab 1.000 Santri, hingga pengajian umum dan majelis sholawat.
BACA JUGA: Terpilih Jadi Nahkoda Muslimat Jepara 2026-2031, Ni’matul Hanik Fokus Pembenahan Organisasi
Menurutnya, rangkaian kegiatan tersebut menunjukkan kuatnya nilai keagamaan yang hidup di tengah masyarakat Jepara.
“Ini menunjukkan bahwa masyarakat Jepara bukan hanya masyarakat yang religius, tetapi juga mencintai Rasulullah Muhammad SAW,” ujar Witiarso.
Ia menegaskan bahwa hakikat peringatan Tahun Baru Islam bukan sekadar seremonial, melainkan mengambil pelajaran dari peristiwa hijrah Rasulullah SAW.
Bupati menjelaskan, jika hijrah dimaknai sebagai perjalanan fisik Rasulullah dari Makkah ke Madinah, maka kecintaan kepada Rasulullah merupakan perjalanan hati yang harus terus diperbarui sepanjang hayat. Melalui majelis sholawat dan pengajian, masyarakat diajak memperkuat kerinduan kepada Rasulullah, meneladani akhlaknya, serta melanjutkan perjuangan beliau dalam kehidupan sehari-hari.
Lebih lanjut, Witiarso menekankan pentingnya meneladani Rasulullah yang membangun peradaban dengan kecerdasan sekaligus akhlak mulia.
Rasulullah, kata dia, mampu menyatukan perbedaan, merangkul kaum lemah, menguatkan yang tertinggal, dan membangun persaudaraan di tengah masyarakat. Nilai-nilai tersebut dinilai sangat relevan untuk diterapkan dalam kehidupan masyarakat Jepara saat ini.
BACA JUGA: Menjaga Marwah Pesantren di Tengah Kasus Kekerasan Seksual, Gus Sholah: Perkuat Nalar Kritis dan Perlindungan Santri
Menurutnya, kemajuan Jepara hanya dapat terwujud apabila seluruh elemen masyarakat tetap menjaga kerukunan, persatuan, dan semangat gotong royong. Ia mengingatkan bahwa modal sosial berupa keharmonisan masyarakat harus terus dijaga sebagai fondasi pembangunan daerah.
Pada kesempatan itu, Bupati juga menyampaikan apresiasi kepada para ulama, kiai, ustaz, guru madrasah, guru TPQ, pengasuh pondok pesantren, dan seluruh pegiat pendidikan keagamaan yang selama ini berperan dalam membentuk karakter generasi muda Jepara. Dedikasi mereka dinilai menjadi fondasi penting dalam mewujudkan Jepara yang makmur, unggul, lestari, dan religius.
Witiarso pun mengajak seluruh masyarakat menjadikan Tahun Baru Islam 1448 Hijriah sebagai momentum hijrah menuju pemerintahan yang lebih baik, masyarakat yang lebih religius, generasi yang lebih berilmu, serta Jepara yang semakin maju dan sejahtera. Ia juga mengingatkan pentingnya hijrah menuju pribadi yang lebih dekat kepada Allah SWT dan semakin mencintai Rasulullah SAW.
“Selamat Tahun Baru Islam 1448 Hijriah. Semoga Allah SWT senantiasa melimpahkan berkah, keselamatan, kemajuan, dan kesejahteraan bagi seluruh masyarakat Kabupaten Jepara,” pungkasnya. (KA)