Cetak Kader Militan Ala Ahlussunnah wal Jama’ah, PAC GP Ansor Kecamatan Tahunan Gelar PKD

Pembukaan PKD PAC GP Ansor Tahunan

JEPARA | GISTARA. COM – Pimpinan Anak Cabang (PAC) GP Ansor Kecamatan Tahunan resmi membuka Pelatihan Kepemimpinan Dasar (PKD) yang diselenggarakan pada 27–28 Juni 2026 di MI Masholihul Huda Krapyak, Kecamatan Tahunan, Kabupaten Jepara.

Kegiatan kaderisasi formal ini mengusung tema “Penguatan Militansi Ansor dalam Menjaga NKRI Berlandaskan Ahlussunnah wal Jamaah”. Kegiatan ini diikuti oleh 45 peserta dari berbagai latar belakang profesi.

Acara pembukaan dihadiri oleh Danramil Kecamatan Tahunan, Ketua Tanfidziyah MWC NU Kecamatan Tahunan KH. Misbahuddin, Rais Syuriah MWC NU Kecamatan Tahunan KH. Ali Masykur, Kepala Desa Krapyak Munawir, Kepala MI Masholihul Huda sekaligus Ketua NU Ranting Krapyak KH. Mustofa, Pelaksana Harian Ketua PC GP Ansor Jepara Lukman Hakim, serta para ketua badan otonom (Banom) NU se-Kecamatan Tahunan.

BACA JUGA: Akhirussanah RA-MI Manbaul Falihin Ngabul Berlangsung Meriah, Lepas Generasi Berprestasi dengan Nuansa Religius

Ketua PAC GP Ansor Kecamatan Tahunan, Andy Yahya, dalam sambutannya menegaskan bahwa PKD merupakan proses kaderisasi yang mengedepankan kesetaraan seluruh peserta.

Menurutnya, peserta berasal dari beragam latar belakang, mulai dari tokoh masyarakat, kepala desa, hingga ulama. Namun selama mengikuti PKD, seluruh peserta diminta menanggalkan status sosial masing-masing untuk fokus belajar dan menyerap nilai-nilai dasar kepemimpinan Ansor.

Rais Syuriah MWC NU Kecamatan Tahunan KH. Ali Masykur memimpin do’a

“Di dalam forum PKD tidak ada perbedaan status. Semua adalah kader yang sedang belajar untuk memperkuat kepemimpinan, militansi, dan pengabdian kepada organisasi, agama, bangsa, dan negara,” tegas Andy Yahya.

Sementara itu, Ketua Tanfidziyah MWC NU Kecamatan Tahunan KH. Misbahuddin memberikan apresiasi atas terselenggaranya PKD di tengah dinamika kepengurusan organisasi yang menjadi perhatian publik. Ia mengingatkan bahwa menjadi pengurus NU harus dilandasi niat ikhlas untuk berkhidmah kepada umat, bukan demi kepentingan pribadi.

BACA JUGA: Muharram Penuh Berkah, Pemkab bersama BAZNAS Jepara Santuni 827 Anak Yatim 

KH. Misbahuddin juga mencontohkan sikap kepemimpinan yang telah ditunjukkan PAC GP Ansor Kecamatan Tahunan dalam menyikapi persoalan sosial di wilayah Ngabul.

Menurutnya, kader Ansor harus mampu menjaga relevansi organisasi di tengah perkembangan zaman dengan menguasai teknologi dan mampu hadir menjawab kebutuhan masyarakat.

“Ke depan tantangan semakin besar. Kader Ansor harus mampu beradaptasi dengan perkembangan teknologi agar tetap relevan dan tidak tertinggal, sehingga bisa terus memberikan manfaat bagi masyarakat,” pesannya.

Andy Yahya, Ketua PAC GP Ansor Kecamatan Tahunan

Pada kesempatan yang sama, Pelaksana Harian Ketua PC GP Ansor Jepara, Lukman Hakim, menegaskan bahwa PKD bukan sekadar kegiatan kaderisasi administratif, melainkan ikhtiar menyambungkan sanad perjuangan para ulama dan kiai pendiri Nahdlatul Ulama.

Ia mengingatkan bahwa Ansor merupakan organisasi yang didirikan oleh para kiai sehingga setiap kader harus menanamkan semangat pengabdian dengan penuh keikhlasan.

BACA JUGA: 850 Pekerja Kantongi Kartu Mebel Jepara, Hadirkan Perlindungan Kesehatan hingga Akses Kuliah

“Kalau ingin mencari materi, silakan bekerja. Tetapi kalau ingin mencari berkah, aktiflah di Ansor dan NU dengan penuh keikhlasan. PKD adalah kawah candradimuka untuk menguatkan nilai-nilai Ahlussunnah wal Jamaah An-Nahdliyah serta melanjutkan mata rantai perjuangan para ulama dalam menjaga agama, NU, dan NKRI,” ujar Lukman Hakim.

Melalui penyelenggaraan PKD ini, PAC GP Ansor Kecamatan Tahunan berharap lahir kader-kader muda yang memiliki integritas, kapasitas kepemimpinan, serta komitmen kuat dalam menjaga ajaran Ahlussunnah wal Jamaah An-Nahdliyah, memperkokoh persatuan bangsa, dan meningkatkan pengabdian kepada masyarakat.(KA/Bagus /Hajir )

Related posts

BG Plus+ Hadir di Jepara, Hidupkan  Romantisme Lagu-Lagu Koes Plus

Ponpes Nailul Muna Tanamkan Nilai Humanisme dan Keterampilan Hidup bagi Santri melalui Gelar Karya

Muharram Penuh Berkah, Pemkab bersama BAZNAS Jepara Santuni 827 Anak Yatim