Ponpes Nailul Muna Tanamkan Nilai Humanisme dan Keterampilan Hidup bagi Santri melalui Gelar Karya

Atraksi Barongsai hibur santri Ponpes Nailul Muna

JEPARA | GISTARA. COM – Pondok Pesantren (Ponpes)  Nailul Muna Kalipucang Wetan, Welahan, Jepara, terus berupaya menjawab tantangan pendidikan pesantren modern dengan menanamkan nilai-nilai humanisme sekaligus membekali santri dengan keterampilan hidup (life skill) dan jiwa kewirausahaan.

Komitmen tersebut diwujudkan melalui kegiatan Rekreasi dan Gelar Karya Akhirussanah yang diselenggarakan di Pantai Prawean Bandengan, Jepara, pada Jumat-Sabtu, 26-27 Juni 2026.

BACA JUGA: Muharram Penuh Berkah, Pemkab bersama BAZNAS Jepara Santuni 827 Anak Yatim

Kegiatan yang merupakan rangkaian Pra Haflah Akhirussanah Pondok Pesantren Nailul Muna sebelum pelaksanaan puncak acara pada 1 Juli 2026 itu, tidak hanya menjadi ajang rekreasi dan pentas seni, tetapi juga sarana pembentukan karakter santri yang humanis, kreatif, mandiri, dan siap menghadapi tantangan kehidupan di masyarakat.

Pengasuh Pondok Pesantren Nailul Muna, KH. Muhammad Ali Masrukhin, menegaskan bahwa pesantren saat ini memiliki tanggung jawab untuk melahirkan generasi santri yang tidak hanya unggul dalam ilmu agama, tetapi juga memiliki kemampuan hidup dan kepekaan sosial yang tinggi. 

KH. Muhammad Ali Masrukhin, Pengasuh Pondok Pesantren Nailul Muna

“Santri harus memiliki bekal keterampilan, jiwa kewirausahaan, dan kemandirian. Namun yang tidak kalah penting adalah menanamkan nilai humanisme, kepedulian, dan kemampuan hidup berdampingan dengan berbagai latar belakang masyarakat. Inilah salah satu tantangan pesantren modern yang harus dijawab,” ujarnya.

Sebagai wujud penanaman nilai humanisme, panitia menghadirkan pertunjukan barongsai, seni budaya Tionghoa, dalam rangkaian acara. Kehadiran kesenian tersebut dimaknai sebagai bentuk pendidikan toleransi dan penghormatan terhadap keberagaman budaya dalam perspektif Islam sebagai agama yang rahmatan lil alamin.

BACA JUGA: Sinergi Pemkab dan Investor Dongkrak Ekonomi Jepara, Serap 36 Ribu Tenaga Kerja Lokal

Melalui pengalaman tersebut, para santri diharapkan mampu memahami bahwa nilai-nilai Islam tidak bertentangan dengan sikap menghargai perbedaan, melainkan menjadi perekat dalam kehidupan bermasyarakat.

Selain penguatan nilai humanisme, kegiatan ini juga dirancang untuk membangun kemampuan praktis dan jiwa kewirausahaan santri. Berbagai pertunjukan dan karya yang ditampilkan menjadi ruang aktualisasi kreativitas sekaligus sarana melatih kepercayaan diri, kepemimpinan, kerja sama, dan kemampuan berorganisasi.

Seni drama santriwati Ponpes Nailul Muna

Ketua Panitia, Abdul Latif Jauhari, mengatakan bahwa pendidikan pesantren saat ini harus mampu menciptakan keseimbangan antara penguatan spiritual dan penguasaan keterampilan hidup.

“Santri tidak cukup hanya dibekali ilmu agama. Mereka juga harus memiliki keterampilan, jiwa kewirausahaan, serta kemampuan beradaptasi dengan perkembangan zaman agar mampu hidup mandiri ketika terjun ke masyarakat,” katanya.

Menurutnya, rangkaian kegiatan juga akan diisi dengan renungan malam atau muhasabah yang dilaksanakan pada tengah malam. Kegiatan tersebut menjadi bagian dari pembentukan karakter spiritual santri agar senantiasa mendekatkan diri kepada Allah SWT di tengah dinamika kehidupan modern.

“Melalui muhasabah, para santri diajak untuk melakukan introspeksi diri dan memperkuat hubungan spiritual dengan Allah SWT. Ini merupakan bagian penting dari perjalanan seorang santri sebagai generasi penerus perjuangan Islam,” tambahnya.

Melalui kegiatan Rekreasi dan Gelar Karya Akhirussanah ini, Pondok Pesantren Nailul Muna berupaya membentuk profil santri masa depan yang tidak hanya religius, tetapi juga humanis, kreatif, mandiri, dan memiliki keterampilan hidup yang memadai untuk berkontribusi di tengah masyarakat yang semakin kompleks. (KA/SJ)

Related posts

BG Plus+ Hadir di Jepara, Hidupkan  Romantisme Lagu-Lagu Koes Plus

Muharram Penuh Berkah, Pemkab bersama BAZNAS Jepara Santuni 827 Anak Yatim 

Ikuti Kejurda X di Banyumas, Atlet Pagar Nusa  Dilepas Bupati Jepara