JEPARA | GISTARA.COM — Musyawarah Ranting (Musran) Nahdlatul Ulama tahap pertama di wilayah Majelis Wakil Cabang (MWC) NU Kecamatan Tahunan, Kabupaten Jepara, berjalan lancar dan penuh dinamika. Forum tertinggi di tingkat ranting tersebut menjadi sarana penyampaian Laporan Pertanggungjawaban (LPJ) Pengurus Ranting Nahdlatul Ulama (PRNU) masa khidmat 2021–2026 sekaligus penentuan kepemimpinan baru untuk periode 2026–2031.
Dalam pelaksanaan yang didampingi langsung oleh jajaran MWC NU Tahunan dan PCNU Jepara ini, tiga ranting telah selesai menggelar Musran, yakni Ranting Mangunan, Ranting Semat, dan Ranting Tegalsambi. Hasilnya, jajaran petahana masih mendominasi keterpilihan kepemimpinan.
Di Ranting Mangunan, proses pemilihan berlangsung sejuk dan kondusif. Ustadz Muhammad Musa terpilih secara aklamasi untuk memimpin Tanfidziyah PRNU Mangunan periode 2026–2031. Sementara posisi Rais Syuriyah dipercayakan kepada Kiai Sanimin.
Atmosfer kompetisi yang lebih dinamis mewarnai pelaksanaan Musran di dua ranting lainnya. Di Ranting Semat, petahana Ketua Tanfidziyah, H. Karsalim, mendapat persaingan ketat dari sejumlah kandidat, yakni Supri, H. Nur Hadi, Zainal Asikin, Syafa, dan H. Zaenal Arifin. Meski mendapat perlawanan dari para pesaingnya, H. Karsalim berhasil mengamankan dukungan mayoritas suara dan kembali ditetapkan sebagai Ketua Tanfidziyah. Untuk posisi Rais Syuriyah Ranting Semat dijabat oleh Kiai Sholihun.
Dinamika serupa terjadi pada Musran Ranting Tegalsambi. Petahana Ketua Tanfidziyah, Listiyono, harus bersaing memperebutkan suara dengan kandidat lain, yakni Adib Murtadlo dan Listio. Melalui perolehan suara mayoritas, Listiyono berhasil mempertahankan posisinya sebagai Ketua Tanfidziyah PRNU Tegalsambi, didampingi H. Humaidi Ahmad yang mengemban amanah sebagai Rais Syuriyah.
Rangkaian Musran MWC NU Tahunan akan berlanjut ke Ranting Sukodono yang dijadwalkan menggelar musyawarah pada Jumat, 14 Agustus 2026 mendatang. Gelaran tersebut patut dinantikan, apakah kejutan figur baru akan muncul atau dominasi petahana masih terus berlanjut. (AD)