Perjalanan hidup Sukambali menjadi bukti bahwa keberhasilan lahir dari kerja keras, ketekunan, dan kegigihan. Sejak kecil, ia telah ditempa oleh kehidupan yang sederhana sehingga terbiasa bekerja untuk membantu perekonomian keluarga. Pengalaman itulah yang membentuk karakter tangguh sekaligus menumbuhkan kepeduliannya terhadap sesama.
BACA JUGA: Ponpes Tambakberas Jadi Tuan Rumah Muktamar NU ke-35, Gus Sahil: Saatnya Kembali ke Ruh Perjuangan
Sukambali lahir di Desa Kancilan, yang saat itu masih berada dalam wilayah Kecamatan Bangsri sebelum kemudian menjadi bagian dari Kecamatan Kembang. Ayahnya berasal dari Desa Bucu, sedangkan ibunya berasal dari Desa Jenggotan yang kini termasuk wilayah Kecamatan Kembang. Ia merupakan anak ketiga dari tujuh bersaudara, terdiri atas tiga laki-laki dan empat perempuan.
Sejak kecil, kedua orang tuanya mengajarkan nilai kejujuran, tanggung jawab, dan pentingnya bekerja keras dalam menjalani kehidupan.
Semasa menempuh pendidikan di SD Negeri 2 Kembang, Sukambali telah membantu orang tuanya mencari nafkah. Ia menggembala kambing milik warga, mencari kayu jati untuk dijual di Pasar Kembang, hingga membantu orang tuanya berjualan kelapa dan berbagai kebutuhan rumah tangga di pasar.
Aktivitas tersebut dijalaninya tanpa mengabaikan kewajibannya sebagai pelajar. Pengalaman itu membentuk pribadi yang mandiri, disiplin, dan tidak mudah menyerah.
BACA JUGA: Cegah Kekerasan pada Anak, Pemkab Jepara Perkuat Kapasitas Pemangku Kepentingan Lewat Pelatihan KHA
Setelah lulus sekolah dasar, Sukambali memilih mendalami seni ukir selama kurang lebih dua tahun. Keterampilan tersebut menjadi bekal penting yang membawanya memasuki dunia industri mebel Jepara.
Sambil terus menempuh pendidikan di SMP PGRI, ia tetap bekerja sebagai pengrajin mebel. Berkat kerja keras dan kedisiplinannya, ia mampu menabung dari hasil jerih payahnya sendiri hingga dapat membeli kendaraan pertamanya.
Semangatnya dalam bekerja terus membuahkan hasil. Sekitar tahun 1989–1990, Sukambali mulai merintis usaha mebel secara mandiri. Pada tahun 1991, ia menetap di Desa Kecapi dan mengembangkan usahanya hingga mampu memasok produk ke berbagai gudang mebel di Jepara.
Keuletan dan kemampuannya menghasilkan produk berkualitas membuka peluang kerja sama dengan pasar ekspor. Dari usaha tersebut, ia berhasil mengembangkan bisnis, membangun gudang produksi, serta memiliki berbagai aset sebagai hasil dari kerja kerasnya.
BACA JUGA: Praktisi Media Berbagi Pengalaman Jurnalistik kepada Mahasiswa KPI Unisnu Jepara
Pada tahun 1998, Sukambali menikah dan membangun keluarga yang harmonis. Dari pernikahan tersebut, ia dikaruniai empat orang anak yang menjadi penyemangat dalam setiap langkah kehidupannya.
Semangat belajar yang dimiliki Sukambali tidak pernah berhenti. Setelah dipercaya menjadi Petinggi Desa Kecapi, ia kembali melanjutkan pendidikan hingga berhasil meraih gelar Sarjana Manajemen (S.M.), Sarjana Hukum (S.H.), dan Magister Hukum (M.H.). Saat ini, ia juga tengah menyelesaikan pendidikan Magister Manajemen (M.M.) sebagai bentuk komitmennya untuk terus meningkatkan kompetensi dalam menjalankan amanah sebagai pemimpin.
Perjalanan Sukambali menuju kursi kepemimpinan desa bermula ketika ia mendampingi seorang tokoh yang akan mencalonkan diri sebagai petinggi. Namun, karena calon tersebut mengundurkan diri, masyarakat justru mendorong Sukambali untuk maju sebagai calon Petinggi Desa Kecapi.
BACA JUGA: Sekolah Nasional Terintegrasi Hadir di Jepara, Pendaftaran Mulai Juli 2026
Pada Pemilihan Kepala Desa tahun 2018, ia berhasil memperoleh kepercayaan masyarakat dan dilantik sebagai Petinggi Desa Kecapi. Sejak saat itu, ia berkomitmen membangun pemerintahan desa yang transparan, meningkatkan pelayanan publik, serta mendorong pembangunan yang berpihak pada kepentingan masyarakat.
Bagi Sukambali, jabatan bukanlah sekadar kedudukan, melainkan amanah yang harus dijalankan dengan penuh tanggung jawab.
Pengalaman hidup yang ditempa sejak kecil membuatnya memahami arti perjuangan, sehingga setiap kebijakan yang diambil selalu mengedepankan kepentingan masyarakat.