Gistara
  • Home
  • Nasional
  • Regional
    • Semarangan
    • Muria
    • Kedu
    • Banyumasan
    • Pantura
    • Solo Raya
  • Politik
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Kolom
    • Opini
    • Risalah
    • Tokoh
    • Cerpen
    • Catatan Redaksi
  • Lainnya
    • Budaya
    • Teknologi
    • Pendidikan
    • Info Grafis
    • Plesir
    • Kuliner
    • Religi
Gistara
  • Home
  • Nasional
  • Regional
    • Semarangan
    • Muria
    • Kedu
    • Banyumasan
    • Pantura
    • Solo Raya
  • Politik
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Kolom
    • Opini
    • Risalah
    • Tokoh
    • Cerpen
    • Catatan Redaksi
  • Lainnya
    • Budaya
    • Teknologi
    • Pendidikan
    • Info Grafis
    • Plesir
    • Kuliner
    • Religi
GISTARA TV
Thursday, October 8, 2026
Top News
Mengenal Rubrik Penerbitan Surat Kabar, dan Majalah
Cuaca Terik, Penjual Es Teh di Jepara Berhamburan
Mengenal Nyai Hindun Anisah, Caleg DPR RI Dapil Demak, Kudus, dan...
Kolam Renang Cinta Candi Liyangan Temanggung Jawa Tengah Terbaru 2022
Fenomena Bodoh Deklarasi Kasyaf Lewat Foto
Ribuan Orang Hadiri Haul Mbah Sahil ke 18, Ini Biografinya
Sejarah Pantai Nampu Wonogiri Jawa Tengah Terbaru 2022
Peringati Hari Ibu, MIDEHA Festival Gelar Lomba Kolaborasi dengan Ibu
Tak Perlu ke Eropa, Main Salju Bisa di Dusun Semilir Bawen
Rancangan Dapil Pemilu 2024 di Jepara Tidak Berubah
Gistara
Gistara
  • Home
  • Nasional
  • Regional
    • Semarangan
    • Muria
    • Kedu
    • Banyumasan
    • Pantura
    • Solo Raya
  • Politik
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Kolom
    • Opini
    • Risalah
    • Tokoh
    • Cerpen
    • Catatan Redaksi
  • Lainnya
    • Budaya
    • Teknologi
    • Pendidikan
    • Info Grafis
    • Plesir
    • Kuliner
    • Religi
Copyright 2021 - All Right Reserved
Muria

Sukambali, Meniti Jalan Hidup dari Perjuangan Menuju Pengabdian

by Redaksi 09/07/2026
Redaksi 09/07/2026 137 views
Sukambali bersama istrinya
137
JEPARA | GISTARA. COM – Sosok Sukambali dikenal sebagai pribadi yang sederhana namun berwibawa. Dengan postur tubuh yang tinggi, berisi, dan gagah serta kulit sawo matang, ia memancarkan ketegasan yang berpadu dengan keramahan.Di balik penampilannya yang tegas, tersimpan jiwa pemimpin yang rendah hati, ringan tangan, dan selalu mengutamakan kepentingan masyarakat di atas kepentingan pribadi. Semangat kerja keras dan pengabdiannya telah mengantarkannya menjadi sosok yang dipercaya memimpin Desa Kecapi.

Perjalanan hidup Sukambali menjadi bukti bahwa keberhasilan lahir dari kerja keras, ketekunan, dan kegigihan. Sejak kecil, ia telah ditempa oleh kehidupan yang sederhana sehingga terbiasa bekerja untuk membantu perekonomian keluarga. Pengalaman itulah yang membentuk karakter tangguh sekaligus menumbuhkan kepeduliannya terhadap sesama.

BACA JUGA: Ponpes Tambakberas Jadi Tuan Rumah Muktamar NU ke-35, Gus Sahil: Saatnya Kembali ke Ruh Perjuangan

Sukambali lahir di Desa Kancilan, yang saat itu masih berada dalam wilayah Kecamatan  Bangsri sebelum kemudian menjadi bagian dari Kecamatan Kembang. Ayahnya berasal dari Desa Bucu, sedangkan ibunya berasal dari Desa Jenggotan yang kini termasuk wilayah Kecamatan Kembang. Ia merupakan anak ketiga dari tujuh bersaudara, terdiri atas tiga laki-laki dan empat perempuan.

Sejak kecil, kedua orang tuanya mengajarkan nilai kejujuran, tanggung jawab, dan pentingnya bekerja keras dalam menjalani kehidupan.

Semasa menempuh pendidikan di SD Negeri 2 Kembang, Sukambali telah membantu orang tuanya mencari nafkah. Ia menggembala kambing milik warga, mencari kayu jati untuk dijual di Pasar Kembang, hingga membantu orang tuanya berjualan kelapa dan berbagai kebutuhan rumah tangga di pasar.

Aktivitas tersebut dijalaninya tanpa mengabaikan kewajibannya sebagai pelajar. Pengalaman itu membentuk pribadi yang mandiri, disiplin, dan tidak mudah menyerah.

BACA JUGA: Cegah Kekerasan pada  Anak, Pemkab Jepara Perkuat Kapasitas Pemangku Kepentingan Lewat Pelatihan KHA

Setelah lulus sekolah dasar, Sukambali memilih mendalami seni ukir selama kurang lebih dua tahun. Keterampilan tersebut menjadi bekal penting yang membawanya memasuki dunia industri mebel Jepara.

Sambil terus menempuh pendidikan di SMP PGRI, ia tetap bekerja sebagai pengrajin mebel. Berkat kerja keras dan kedisiplinannya, ia mampu menabung dari hasil jerih payahnya sendiri hingga dapat membeli kendaraan pertamanya.

Semangatnya dalam bekerja terus membuahkan hasil. Sekitar tahun 1989–1990, Sukambali mulai merintis usaha mebel secara mandiri. Pada tahun 1991, ia menetap di Desa Kecapi dan mengembangkan usahanya hingga mampu memasok produk ke berbagai gudang mebel di Jepara.

Keuletan dan kemampuannya menghasilkan produk berkualitas membuka peluang kerja sama dengan pasar ekspor. Dari usaha tersebut, ia berhasil mengembangkan bisnis, membangun gudang produksi, serta memiliki berbagai aset sebagai hasil dari kerja kerasnya.

BACA JUGA: Praktisi Media Berbagi Pengalaman Jurnalistik kepada Mahasiswa KPI Unisnu Jepara
Perjalanan usahanya tidak selalu berjalan mulus. Ia pernah menghadapi berbagai tantangan, termasuk kegagalan dalam kerja sama bisnis dan perubahan kondisi industri mebel. Namun, Sukambali tidak menyerah. Ia mampu bangkit, beradaptasi, dan mengembangkan usaha di bidang lain, termasuk investasi aset dan berbagai kegiatan ekonomi yang menopang kehidupannya.Di tengah kesibukannya sebagai pengusaha, Sukambali tetap aktif dalam kegiatan sosial kemasyarakatan. Ia terlibat dalam pembangunan Masjid Nurul Ibad dan berbagai kegiatan yang bertujuan meningkatkan kesejahteraan warga. Kepedulian terhadap lingkungan sosial inilah yang semakin mendekatkannya dengan masyarakat Desa Kecapi.

Pada tahun 1998, Sukambali menikah dan membangun keluarga yang harmonis. Dari pernikahan tersebut, ia dikaruniai empat orang anak yang menjadi penyemangat dalam setiap langkah kehidupannya.

Semangat belajar yang dimiliki Sukambali tidak pernah berhenti. Setelah dipercaya menjadi Petinggi Desa Kecapi, ia kembali melanjutkan pendidikan hingga berhasil meraih gelar Sarjana Manajemen (S.M.), Sarjana Hukum (S.H.), dan Magister Hukum (M.H.). Saat ini, ia juga tengah menyelesaikan pendidikan Magister Manajemen (M.M.) sebagai bentuk komitmennya untuk terus meningkatkan kompetensi dalam menjalankan amanah sebagai pemimpin.

Perjalanan Sukambali menuju kursi kepemimpinan desa bermula ketika ia mendampingi seorang tokoh yang akan mencalonkan diri sebagai petinggi. Namun, karena calon tersebut mengundurkan diri, masyarakat justru mendorong Sukambali untuk maju sebagai calon Petinggi Desa Kecapi.

BACA JUGA: Sekolah Nasional Terintegrasi Hadir di Jepara, Pendaftaran Mulai Juli 2026

Pada Pemilihan Kepala Desa tahun 2018, ia berhasil memperoleh kepercayaan masyarakat dan dilantik sebagai Petinggi Desa Kecapi. Sejak saat itu, ia berkomitmen membangun pemerintahan desa yang transparan, meningkatkan pelayanan publik, serta mendorong pembangunan yang berpihak pada kepentingan masyarakat.

Bagi Sukambali, jabatan bukanlah sekadar kedudukan, melainkan amanah yang harus dijalankan dengan penuh tanggung jawab.

Pengalaman hidup yang ditempa sejak kecil membuatnya memahami arti perjuangan, sehingga setiap kebijakan yang diambil selalu mengedepankan kepentingan masyarakat.

“Saya percaya bahwa jabatan adalah amanah yang harus dijalankan dengan penuh tanggung jawab. Kesuksesan tidak diperoleh secara instan, tetapi melalui kerja keras, kejujuran, disiplin, dan kemauan untuk terus belajar.” tuturnya. (5/7/26)Harapan saya, Desa Kecapi dapat terus berkembang menjadi desa yang maju, mandiri, dan sejahtera. “Kepada generasi muda, jangan pernah berhenti belajar, jangan takut menghadapi tantangan, dan manfaatkan setiap kesempatan untuk berkarya demi masa depan yang lebih baik.” harap Sukambali. (KA/Ainiyyatun)

PengabdianPetinggi Desa KecapiSukambali
0 FacebookTwitterPinterestEmail
Redaksi

previous post
Kolaborasi dengan Pemerintah Kecamatan, Fatayat NU Batealit Siap Ambil Peran dalam Program Lingkungan dan Penguatan UMKM
next post
Di Tengah Puing-Puing Rumah, BAZNAS Jepara Hadir Ringankan Kesedihan Pak Bungkus

You may also like

Pemkab Jepara Salurkan BLT DBHCHT ke 4.813 Butuh dan Petani Tembakau

07/10/2026

Cetak Instruktur yang Berkualitas, PC PMII Jepara Gelar Pelatihan Instruktur Cabang

06/10/2026

Bimwin bagi Calon Pengantin, Wujudkan Keluarga yang Harmonis dan Berkualitas 

06/10/2026

Pemkab Jepara Dorong BUMDesa Masuk Rantai Pasok Ritel

06/10/2026

Bahas Dana Cadangan Pilkada 2029, Bawaslu Jepara Tekankan Pentingnya Kesiapan Anggaran

06/10/2026

Gentur Ajak Masyarakat Manfaatkan AI Berlandaskan Nilai-Nilai Islam

05/10/2026

Terkini

  • Perkuat Jejaring Akademik Internasional, Prodi PAI UNISNU Jepara Kolaborasi Riset dengan IIUM Malaysia

    07/10/2026
  • Pemkab Jepara Salurkan BLT DBHCHT ke 4.813 Butuh dan Petani Tembakau

    07/10/2026
  • Cetak Instruktur yang Berkualitas, PC PMII Jepara Gelar Pelatihan Instruktur Cabang

    06/10/2026
  • Bimwin bagi Calon Pengantin, Wujudkan Keluarga yang Harmonis dan Berkualitas 

    06/10/2026
  • Pemkab Jepara Dorong BUMDesa Masuk Rantai Pasok Ritel

    06/10/2026
Gistara
  • Home
  • Nasional
  • Regional
    • Semarangan
    • Muria
    • Kedu
    • Banyumasan
    • Pantura
    • Solo Raya
  • Politik
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Kolom
    • Opini
    • Risalah
    • Tokoh
    • Cerpen
    • Catatan Redaksi
  • Lainnya
    • Budaya
    • Teknologi
    • Pendidikan
    • Info Grafis
    • Plesir
    • Kuliner
    • Religi
Sign In

Keep me signed in until I sign out

Forgot your password?

Do not have an account ? Register here

Password Recovery

A new password will be emailed to you.

Have received a new password? Login here

Register New Account

Have an account? Login here