JEPARA | GISTARA. COM — Upaya meningkatkan kompetensi pendidik dalam merancang evaluasi pembelajaran terus dilakukan oleh Kelompok Kerja Madrasah Tsanawiyah (KKMTs) 02 Jepara. Sebanyak 80 guru inti memantapkan kapasitasnya melalui Workshop Penyusunan Kisi-Kisi dan Soal Asesmen di Aula LP Ma’arif NU Jepara, Selasa–Rabu (14–15/9/2026).
Kegiatan dua hari tersebut menghadirkan Widyaiswara dari Balai Diklat Keagamaan (BDK) Semarang, Dr. Amiroh Ambarwati, sebagai narasumber utama. Kehadiran pakar tingkat nasional ini dimanfaatkan para peserta untuk menyerap materi komprehensif terkait penyusunan instrumen asesmen yang berbobot dan standar.
BACA JUGA: Bupati Jepara Lakukan Rotasi, 27 Pejabat Tempati Posisi Baru
Nur Ali, salah satu peserta mengungkapkan kegembiraannya dalam mengikuti Workshop penyusunan kisi-kisi dan Soal Asesmen.
” Pelatihan ini sangat mencerahkan, membuka wawasan, dan sangat bermanfaat untuk meningkatkan mutu pendidikan, ” ujar Nur Ali.

Ketua KKMTs 02 Jepara, H. Achmad Makhali memberikan sertifikat kepada narasumber
Sementara itu. Dr. Amiroh Ambarwati, selaku narasumber memberi ruang untuk belajar lanjutan bila di antara peserta masih menghadapi permasalahan. Ia berharap peserta terus berkembang dan meningkatkan kompetensinya, karena membuat soal yang baik menurut Dr. Amiroh adalah ibadahnya guru yang akan dibalas oleh Allah.
Ketua KKMTs 02 Jepara, H. Achmad Makhali saat menutup kegiatan menyampaikan terima kasih kepada narasumber dan mengapresiasi antusiasme peserta dalam mengikuti kegiatan Capacity Building. Ia merasa bersyukur program pelatihan berjalan lancar dan memberikan wawasan baru bagi para pendidik.
“Hadirnya narasumber nasional memberikan warna tersendiri. Materi yang disampaikan sangat berkualitas dan langsung menyentuh kebutuhan guru dalam menyusun soal,” ungkap Achmad Makhali.
BACA JUGA: Pemkab Jepara Ajak Warga Kenali Rokok Ilegal, Ada Risiko Hukum Pidana bagi Pembuat dan Pengedar
Sebagai rencana tindak lanjut, pihak KKMTs 02 Jepara mewajibkan lima guru inti untuk melakukan diseminasi ilmu di lingkungan kerja masing-masing. Langkah ini diambil agar pemahaman materi tidak berhenti pada peserta workshop saja, melainkan melahirkan ruang diskusi dan pengimbasan ilmu secara meluas.
Achmad Makhali juga berjanji akan mengagendakan kegiatan serupa secara konsisten untuk merangkul lebih banyak guru. Dengan demikian, diharapkan terjadi perbaikan berkelanjutan dalam kualitas penyusunan soal asesmen di seluruh madrasah anggota KKMTs 02 Jepara. ( KA/Sub)