Perkuat Jejaring Akademik Internasional, Prodi PAI UNISNU Jepara Kolaborasi Riset dengan IIUM Malaysia

Pertemuan antara Tim Prodi PAI UNISNU Jepara dengan IIUM Malaysia

MALAYSIA | GISTARA. COM  — Program Studi Pendidikan Agama Islam (PAI) Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan (FTIK) Universitas Islam Nahdlatul Ulama (UNISNU) Jepara terus memperkuat kiprahnya dalam membangun jejaring akademik internasional.

Langkah tersebut diwujudkan melalui kegiatan Benchmarking and Discussion of Research Collaboration bersama Kulliyyah of Education, International Islamic University Malaysia (IIUM), yang berlangsung di Kulliyyah of Education, IIUM, Malaysia, Selasa, 6 Oktober 2026.

Kegiatan ini menjadi bagian penting dari upaya internasionalisasi Program Studi PAI FTIK UNISNU Jepara, terutama dalam pengembangan tridharma perguruan tinggi. Tidak sekadar melakukan kunjungan kelembagaan, delegasi UNISNU Jepara membawa sejumlah agenda konkret berupa benchmarking pengelolaan pendidikan, penjajakan penelitian bersama, pengembangan jejaring publikasi, serta rencana penyelenggaraan forum akademik internasional.

Pertemuan dipandu oleh Associate Professor Dr. Nik Md Saiful Azizi Nik Abdullah, Programme Leader, Islamic Education, Kulliyyah of Education, IIUM. Dari pihak IIUM, hadir Associate Professor Dr. Arifin Mamat, Deputy Dean (Student Development and Community Engagement), Kulliyyah of Education; Dr. Muhammad Ikram bin Abu Hassan, Head, Department of Curriculum and Instruction (DOCI); Associate Professor Dr. Nik Md Saiful Azizi Nik Abdullah, Programme Leader, Islamic Education; serta Dr. Abdul Gafur Arifin, Islamic Education (ISED) Coordinator.

BACA JUGA: Hindun Anisah Dorong Ekraf Karimunjawa Naik Kelas, Gekrafs Diminta Perkuat Pendampingan

Delegasi UNISNU Jepara dipimpin oleh Dekan FTIK Dr. Abdul Razaq, M.Ag., didampingi Wakil Dekan I Bidang Akademik Taufiqurrahman, Ph.D., Ketua Program Studi PAI Dr. Fathur Rohman, M.Pd.I., Kepala Lembaga Penjaminan Mutu Dr. Alex Yusron Al Mufti, M.Ag., Kepala Pusat Sistem Pengembangan Pendidikan dan Inovasi Dr. Khalimatus Sa’diyah, M.Pd.I., Kepala Bidang Penelitian, Publikasi, dan Penerbitan Dr. Ahmad Saefudin, M.Pd.I., Kepala Pusat Studi Aswaja An-Nahdliyyah Dr. Mufid, M.Ag., serta seluruh dosen Program Studi PAI UNISNU Jepara.

Pertemuan diawali dengan pemutaran video profil kedua perguruan tinggi. Delegasi UNISNU Jepara menyaksikan profil dan pengembangan akademik IIUM, sedangkan tuan rumah memperoleh gambaran mengenai UNISNU Jepara beserta aktivitas tridharma, pengembangan kelembagaan, dan lingkungan akademiknya. Sesi tersebut sekaligus menjadi pintu awal untuk saling mengenal karakter, keunggulan, dan potensi kolaborasi kedua institusi.

Dalam ucapan selamat datang, Associate Professor Dr. Arifin Mamat menyampaikan bahwa lembaga pendidikan keguruan memiliki tanggung jawab strategis untuk melahirkan guru yang cakap dan mampu memberikan manfaat bagi masyarakat. Menurutnya, kualitas lembaga pendidikan guru pada akhirnya harus tercermin dari kemampuan alumninya dalam berkontribusi terhadap pendidikan dan kehidupan sosial.

Ia juga menyampaikan bahwa Kulliyyah of Education IIUM memiliki hubungan akademik yang cukup intensif dengan berbagai perguruan tinggi di Indonesia. Kolaborasi lintas negara tersebut dinilai penting karena Indonesia dan Malaysia memiliki banyak kesamaan sekaligus kekhasan dalam pengembangan pendidikan.

“Kami sering berkolaborasi dengan kampus-kampus di Indonesia. Bahkan, pagi tadi kami baru melaksanakan kegiatan bersama UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta, dan siang ini kami menyambut delegasi UNISNU Jepara,” ungkapnya.

BACA JUGA: Pemkab Jepara Dorong BUMDesa Masuk Rantai Pasok Ritel

Pernyataan tersebut memperlihatkan terbukanya peluang bagi UNISNU Jepara, khususnya Program Studi PAI, untuk mengambil bagian lebih aktif dalam jejaring akademik Kulliyyah of Education IIUM. Kesamaan perhatian terhadap pengembangan pendidikan Islam menjadi modal penting untuk membangun kolaborasi yang tidak berhenti pada pertemuan institusional.

Dekan FTIK UNISNU Jepara, Dr. Abdul Razaq, M.Ag., dalam sambutannya menyampaikan bahwa kunjungan ke IIUM memang diarahkan untuk membuka dan memperkuat kerja sama akademik. Ia memperkenalkan UNISNU sebagai perguruan tinggi yang berada di Jepara, Jawa Tengah, Indonesia, dengan komitmen pengembangan pendidikan tinggi yang berpijak pada nilai-nilai keislaman.

“Kami berkunjung ke IIUM dengan semangat untuk berkolaborasi. Kami datang bersama para dosen FTIK dengan maksud membangun kerja sama dalam bidang tridharma perguruan tinggi,” jelasnya.

Abdul Razaq berharap komunikasi yang dibangun dalam pertemuan tersebut dapat ditindaklanjuti melalui program-program bersama yang memberikan manfaat bagi kedua institusi. Pada akhir sambutannya, ia juga menyampaikan penghargaan atas penerimaan pihak IIUM serta permohonan maaf apabila selama kunjungan terdapat kekhilafan dari rombongan UNISNU Jepara.

BACA JUGA: Ulil Albab Apresiasi Jepara Bersholawat, Dorong Nilai Sholawat Jadi Energi Sosial

Benchmarking Pengelolaan Pendidikan

Memasuki agenda utama, kedua pihak melaksanakan Perbincangan Interaktif Benchmarking & Research Collaboration. Forum berlangsung secara dialogis dengan membahas pengembangan program akademik, pengelolaan pendidikan, bidang keilmuan, serta peluang kerja sama yang dapat dikembangkan antara Kulliyyah of Education IIUM dan FTIK UNISNU Jepara.

Dalam sesi benchmarking, delegasi UNISNU Jepara memperoleh gambaran mengenai sejumlah program pendidikan yang dikembangkan Kulliyyah of Education IIUM, di antaranya Bachelor of Education in Teaching English as a Second Language (Honours) – TESLN, Bachelor of Education in Teaching Arabic as a Second Language (Honours) – TASLN, Bachelor of Education in Islamic Education (Honours) – ISEDN, serta Bachelor of Education in Guidance and Counseling (Honours) – GUIDN.

Keberadaan program Islamic Education (ISED) menjadi salah satu titik temu strategis dengan Program Studi PAI FTIK UNISNU Jepara. Kedua program memiliki irisan keilmuan yang kuat dalam pengembangan pendidikan Islam, kurikulum, pembelajaran, pendidikan guru, penelitian pendidikan, serta respons pendidikan Islam terhadap perubahan sosial dan perkembangan teknologi.

Bagi PAI UNISNU Jepara, benchmarking tersebut sekaligus memberikan ruang untuk melihat pendidikan Islam dalam perspektif yang lebih luas. Pengembangan PAI tidak hanya berkaitan dengan proses pembelajaran agama, tetapi juga dengan penguatan kualitas calon pendidik, inovasi kurikulum, transformasi digital, moderasi beragama, isu lingkungan, dan kemampuan lembaga pendidikan Islam merespons tantangan global.

BACA JUGA: 21 Dapur MBG di Jepara Disidak Serentak Dini Hari, Dari Bahan Baku hingga IPAL Diperiksa

Empat Riset Kolaboratif Disiapkan

Kiprah PAI FTIK UNISNU Jepara dalam pertemuan tersebut semakin konkret ketika pembicaraan diarahkan pada agenda research collaboration. Para dosen tidak datang dengan gagasan kerja sama yang masih bersifat umum, tetapi telah menyiapkan sejumlah topik penelitian yang potensial dikembangkan bersama akademisi IIUM.

Sedikitnya terdapat empat topik riset kolaboratif Indonesia–Malaysia yang dibawa dan didiskusikan dalam forum tersebut.

Riset pertama berjudul “A Living Qur’an-Based Model of Islamic Religious Education: A Comparative Study of Islamic Boarding Schools and Islamic Educational Institutions in Indonesia and Malaysia.” Penelitian yang diusulkan oleh Dr. Hj. Ana Rahmawati, Lc., M.Hum. dan Darnoto, M.Pd.I. tersebut diarahkan untuk mengembangkan model Pendidikan Agama Islam berbasis Living Qur’an melalui studi komparatif terhadap pesantren dan lembaga pendidikan Islam di Indonesia dan Malaysia.

Penelitian tersebut menjadi penting karena Indonesia dan Malaysia sama-sama memiliki tradisi pendidikan Islam yang kuat, tetapi berkembang dalam konteks sosial, budaya, dan sistem pendidikan yang memiliki karakter masing-masing. Kajian komparatif diharapkan dapat menemukan praktik baik yang dapat menjadi basis pengembangan model pendidikan agama Islam yang kontekstual.

Riset kedua bertajuk “Cross-Cultural Validation of the Higher Education Student AI Literacy Scale: A Rasch Model and Measurement Invariance Analysis between Indonesia and Malaysia.” Penelitian ini diusulkan oleh Dr. Nusrotus Sa’idah, M.Pd. dan Yushinta Eka Farida, M.Pd.

Riset tersebut merespons semakin pentingnya literasi kecerdasan buatan di lingkungan pendidikan tinggi. Melalui pendekatan Rasch Model dan analisis invariansi pengukuran, penelitian diarahkan untuk menguji instrumen literasi AI mahasiswa dalam konteks lintas budaya Indonesia dan Malaysia. Kolaborasi lintas negara diharapkan menghasilkan instrumen pengukuran yang memiliki validitas lebih kuat dan dapat digunakan dalam konteks pendidikan tinggi yang lebih luas.

Riset ketiga berjudul “Integrating Artificial Intelligence into Islamic Religious Education Curriculum Development: Towards Eco-Pedagogy and Green Management in Islamic Schools (A Collaborative Study of Indonesia and Malaysia).” Tim peneliti terdiri atas Dr. Khalimatus Sa’diyah, M.Pd.I., Dr. H. Mufid, M.Ag., dan Dr. Alex Yusron Al Mufti, S.Ag., M.S.I.

Penelitian tersebut mempertemukan tiga isu strategis sekaligus, yakni Pendidikan Agama Islam, perkembangan kecerdasan buatan, serta pendidikan berwawasan lingkungan. Integrasi AI dalam pengembangan kurikulum PAI diharapkan tidak semata-mata berorientasi pada digitalisasi pembelajaran, tetapi juga diarahkan pada pembentukan kesadaran ekologis melalui pendekatan eco-pedagogy dan green management pada lembaga pendidikan Islam.

Sementara itu, riset keempat bertajuk “Moderate Islam in the Malay Archipelago: Policy and Divergent Practices of Education in Indonesia and Malaysia.” Penelitian tersebut melibatkan Azzah Nor Laila, S.Th.I., M.S.I., Dr. Fathur Rohman, M.Pd.I., Dr. Abdul Rozaq, M.Ag., Taufiqurrahman, Ph.D., dan Dr. Ahmad Saefudin, M.Pd.I.

Riset keempat diarahkan untuk mengkaji Islam moderat dalam konteks dunia Melayu-Nusantara dengan memberikan perhatian pada kebijakan sekaligus keragaman praktik pendidikan di Indonesia dan Malaysia. Meskipun kedua negara memiliki kedekatan historis dan kultural serta sama-sama memiliki penduduk Muslim yang besar, perkembangan kebijakan dan praktik pendidikan Islam berlangsung dalam konstruksi sosial dan sistem kenegaraan yang berbeda. Perbandingan tersebut diharapkan menghasilkan pemahaman yang lebih komprehensif mengenai bagaimana nilai-nilai moderasi Islam diterjemahkan ke dalam kebijakan dan praktik pendidikan di kedua negara.

Empat tema tersebut menunjukkan luasnya spektrum kepakaran yang dikembangkan oleh dosen PAI FTIK UNISNU Jepara. Kajian pendidikan Islam tidak hanya diletakkan pada ranah normatif, tetapi dikembangkan untuk berdialog dengan isu kontemporer seperti kecerdasan buatan, literasi digital, ekologi, pengembangan kurikulum, moderasi Islam, hingga studi komparatif pendidikan lintas negara.

BACA JUGA: Pemkab Jepara Ajak Warga Kenali Rokok Ilegal, Ada Risiko Hukum Pidana bagi Pembuat dan Pengedar

PAI UNISNU Jepara Dorong Internasionalisasi Berbasis Riset

Keterlibatan seluruh dosen PAI dalam kegiatan tersebut menjadi bagian penting dari penguatan budaya akademik di tingkat program studi. Internasionalisasi tidak hanya ditempatkan sebagai agenda pimpinan fakultas atau institusi, melainkan didorong menjadi aktivitas akademik yang melibatkan dosen secara langsung melalui bidang kepakaran masing-masing.

Ketua Program Studi PAI FTIK UNISNU Jepara, Dr. Fathur Rohman, M.Pd.I., bersama jajaran pimpinan fakultas dan seluruh dosen PAI mendorong agar komunikasi akademik dengan IIUM dapat menghasilkan kerja sama yang berkesinambungan. Kolaborasi penelitian menjadi salah satu prioritas karena dapat memberikan dampak langsung terhadap peningkatan kualitas penelitian dosen, publikasi ilmiah, pengembangan bahan ajar, serta pengayaan pembelajaran mahasiswa.

Kegiatan ini sekaligus memperlihatkan arah internasionalisasi PAI UNISNU Jepara yang semakin berorientasi pada kolaborasi berbasis luaran. Kunjungan luar negeri tidak ditempatkan sebagai tujuan akhir, melainkan sebagai pintu masuk untuk mempertemukan kepakaran akademisi, membangun kelompok penelitian lintas negara, serta menghasilkan karya ilmiah bersama.

Model kolaborasi tersebut penting dalam konteks perkembangan pendidikan tinggi saat ini. Tantangan pendidikan Islam seperti transformasi digital, penggunaan kecerdasan buatan, perubahan sosial, krisis lingkungan, hingga penguatan moderasi keagamaan merupakan persoalan yang tidak lagi efektif dikaji hanya dari satu konteks negara. Perspektif lintas budaya Indonesia dan Malaysia diharapkan memberikan temuan yang lebih kaya sekaligus meningkatkan relevansi internasional penelitian para dosen.

BACA JUGA: Gus Kikin: Dari Dunia Pelayaran menjadi Nahkoda PBNU

Seminar Internasional Jadi Agenda Terdekat

Kolaborasi UNISNU Jepara dengan IIUM tidak berhenti pada pembicaraan mengenai penelitian. Dalam pertemuan tersebut, kedua pihak juga membahas agenda akademik yang dapat dilaksanakan dalam waktu dekat.

Salah satu tindak lanjut yang direncanakan adalah kerja sama penyelenggaraan seminar internasional pada Desember 2026. Agenda ini diharapkan menjadi momentum lanjutan untuk mempertemukan akademisi kedua institusi sekaligus memperluas ruang diseminasi gagasan dan hasil penelitian di bidang pendidikan dan pendidikan Islam.

Seminar internasional tersebut juga dapat menjadi jembatan menuju bentuk kerja sama yang lebih luas. Dari forum akademik bersama, kolaborasi dapat dikembangkan menuju penelitian bersama, publikasi bersama, guest lecture, pertukaran pengalaman pengembangan kurikulum, penguatan kapasitas dosen, hingga aktivitas akademik lain yang melibatkan mahasiswa.

Melalui rangkaian tersebut, kerja sama PAI FTIK UNISNU Jepara dengan Kulliyyah of Education IIUM diharapkan tumbuh menjadi kemitraan akademik yang produktif dan berkelanjutan. Kedekatan geografis dan kultural Indonesia–Malaysia menjadi modal, sedangkan kesamaan perhatian terhadap pengembangan pendidikan Islam menjadi fondasi akademiknya.

BACA JUGA: Pemkab Jepara Salurkan BLT DBHCHT ke 4.813 Butuh dan Petani Tembakau

Mempertegas Kiprah PAI UNISNU Jepara di Tingkat Global

Kegiatan Benchmarking and Discussion of Research Collaboration di Kulliyyah of Education IIUM menjadi momentum penting bagi Program Studi PAI FTIK UNISNU Jepara untuk semakin mempertegas kiprahnya di tingkat internasional. Program studi tidak hanya mengembangkan pendidikan dan pembelajaran di dalam kampus, tetapi juga aktif membangun jejaring keilmuan dengan institusi pendidikan tinggi luar negeri.

Empat rancangan riset kolaboratif yang dibawa dalam forum menjadi indikator bahwa kerja sama yang dibangun memiliki orientasi akademik yang jelas. Topik-topik tersebut juga menunjukkan kemampuan dosen PAI UNISNU Jepara untuk menghubungkan khazanah pendidikan Islam dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan tantangan kontemporer.

Kolaborasi dengan IIUM pada akhirnya diharapkan berkontribusi terhadap peningkatan kualitas tridharma perguruan tinggi di FTIK UNISNU Jepara. Pengalaman benchmarking dapat menjadi bahan pengembangan tata kelola akademik, sementara riset bersama dapat memperkuat produktivitas ilmiah dan membuka peluang publikasi internasional. Pada saat yang sama, forum akademik bersama dapat memperluas pengalaman global bagi dosen dan mahasiswa.

Langkah tersebut menjadi bagian dari transformasi PAI FTIK UNISNU Jepara menuju program studi yang semakin terbuka, kolaboratif, dan memiliki jejaring akademik internasional. Berangkat dari Jepara, PAI UNISNU terus memperluas ruang kontribusinya dalam diskursus pendidikan Islam, termasuk melalui kerja sama dengan salah satu perguruan tinggi Islam terkemuka di Malaysia.

Pertemuan di Kulliyyah of Education IIUM pun menjadi lebih dari sekadar kunjungan akademik. Kegiatan tersebut menjadi titik temu gagasan dan kepakaran yang diarahkan menuju kolaborasi riset, publikasi, dan forum akademik bersama. Dengan semangat tersebut, PAI FTIK UNISNU Jepara terus mendorong internasionalisasi yang tidak hanya terlihat dari luasnya jejaring, tetapi terutama dari karya dan kontribusi akademik yang dihasilkan bersama mitra global. (KA)

Related posts

Baru Dilantik, KKMA 02 Jepara Langsung Tancap Gas Bedah Kerangka TKA 2026

Belajar Menjadi Pemimpin, Mahasiswa BCB Unisnu Jepara Kaji Kepemimpinan dan Pengambilan Keputusan

80 Guru Inti KKMTs 02 Jepara Digembleng Menyusun Soal Asesmen Berkualitas