JEPARA | GISTARA. COM– Pengurus Cabang (PC) Muslimat NU Kabupaten Jepara masa bakti 2026–2031 resmi dilantik di Pendopo Kabupaten Jepara pada Rabu (28/10/2026) pagi.
Mengusung tema “Muslimat NU Woman Rise: Perempuan Berdaya, Keluarga Tangguh, Generasi Terlindungi”, momentum ini menjadi langkah awal penguatan peran perempuan NU dalam menjaga peradaban dan ketahanan keluarga.
Pelantikan tersebut dihadiri 200 peserta terdiri atas pengurus Muslimat NU Jepara, jajaran PAC se-Kabupaten Jepara, serta elemen pemuda Banom NU seperti PC GP Ansor, IPNU, dan IPPNU Jepara.
Prosesi pelantikan dipimpin langsung oleh Ketua Pimpinan Wilayah (PW) Muslimat NU Jawa Tengah, Prof. Dr. Hj. Ismawati Hafiedz, M.Ag. Acara ini juga dihadiri oleh Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) RI sekaligus Ketua Umum PP Muslimat NU, Arifah Fauzi, serta jajaran Pemerintah Kabupaten Jepara.
BACA JUGA: Jepara Bersholawat, Ikhtiar Batiniah Pemkab untuk Pembangunan Daerah
Rangkaian acara diawali dengan penyerahan bingkisan secara simbolis dari BAZNAS Kabupaten Jepara kepada Muslimat NU.
Dilanjutkan menyanyikan lagu Indonesia Raya, Yalal Wathon, Mars Muslimat, dan Mars Jepara, serta pembacaan ayat suci Al-Qur’an oleh Ifadah Kamila, S.Pd.
Sebagai wujud konkret kolaborasi, dilakukan pula penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) antara PC Muslimat NU Jepara dengan BAZNAS Kabupaten Jepara terkait pengumpulan dan pengelolaan zakat, infak, serta sedekah.

Pemberian cinderamata dari PC Muslimat NU Jepara kepada Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) RI sekaligus Ketua PP Muslimat NU, Arifah Fauzi
BACA JUGA: Perluas Akses Pendidikan, Bupati Jepara Salurkan Kartu Sarjana Rp2,49 Miliar
Dalam sambutannya, Ketua PW Muslimat NU Jateng, Prof. Dr. Hj. Ismawati Hafiedz, M.Ag., menegaskan bahwa Muslimat NU akan terus berpegang teguh pada prinsip Ahlussunnah wal Jama’ah (Aswaja).
“Muslimat NU adalah gerakan pengajian yang terus berkembang. Kita menjaga tradisi baik yang sudah ada, sekaligus berinovasi melahirkan program-program demi kemaslahatan umat, khususnya kaum perempuan. Komitmen kita jelas: menghadirkan teduh peradaban, bukan gaduh peradaban,” tegas Prof. Ismawati.
Sementara itu, Wakil Bupati Jepara, Gus Hajar, yang hadir mewakili Pemerintah Kabupaten Jepara, memberikan apresiasi atas peran strategis Muslimat NU dalam pembangunan daerah. Ia mengajak seluruh elemen masyarakat dan organisasi keagamaan untuk terus bergandengan tangan.
“Kami memohon kepada seluruh organisasi, khususnya Muslimat NU, untuk bersama-sama bersatu membangun Jepara agar menjadi lingkungan yang aman, nyaman, kondusif, dan makmur bagi seluruh warganya,” tutur Gus Hajar.
BACA JUGA: Dukung Pariwisata, Express Bahari 7G Perkuat Konektivitas Jepara–Karimunjawa

Arahan Menteri PPPA RI sekaligus Ketua PP Muslimat NU, Arifah Fauzi
Arahan Menteri PPPA: Waspadai Kekerasan dan Darurat Pola Asuh
Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) RI sekaligus Ketua PP Muslimat NU, Arifah Fauzi, menyampaikan arahan terkait darurat kekerasan yang masih mengintai perempuan dan anak.
Mengutip data survei nasional tahun 2024, Ia mengungkapkan fakta prihatin bahwa 1 dari 4 perempuan serta 1 dari 2 anak di Indonesia pernah mengalami kekerasan dalam berbagai bentuk sepanjang hidupnya.
Arifah menyoroti salah satu akar masalah dari fenomena ini terletak pada pergeseran pola asuh anak di era modern.
Banyak orang tua saat ini cenderung hanya berfokus pada capaian akademis anak di sekolah, tetapi abai terhadap penguatan ideologi dan benteng agama. Akibatnya, lebih dari 50 persen anak Indonesia kini rentan terdampak konten negatif seperti pornografi hingga menjadi korban perundungan (bullying).
Melihat kondisi tersebut, Arifah menekankan bahwa pelantikan ini harus dimaknai sebagai ikrar amanah bagi seluruh pengurus untuk hadir melayani dan memberdayakan masyarakat, khususnya dalam menjaga benteng keluarga.
“Lebih dari dua per tiga penduduk Indonesia adalah anak-anak, dan mereka memiliki posisi yang sangat strategis dalam menentukan masa depan bangsa. Oleh karena itu, saya titip pesan mendalam kepada ibu-ibu Muslimat NU untuk bersama-sama menjaga anak-anak dan perempuan kita dari segala bentuk kekerasan,” ujar Arifah Fauzi.
Selain pendidikan karakter, Menteri PPPA juga mendorong kader Muslimat NU untuk aktif mendukung program kemandirian ekonomi desa dan ketahanan pangan nasional melalui pemanfaatan pekarangan rumah untuk budidaya sayur, ikan, dan ternak.
BACA JUGA: Bupati Jepara Rotasi 29 Pejabat, Penguatan Layanan Kesehatan Jadi Sorotan
Mengakhiri arahannya, Arifah Fauzi memompa semangat para pengurus dan kader yang baru dilantik dengan mengutip dawuh mendalam dari Pendiri Nahdlatul Ulama, Hadratussyaikh KH M. Hasyim Asy’ari.
“Barang siapa yang mengurus NU (dan di dalamnya termasuk Muslimat NU) maka saya anggap mereka sebagai santri saya. Dan barang siapa yang saya anggap santri, saya doakan semoga meninggal dalam keadaan khusnul khatimah,” pungkasnya.
Turut hadir dalam kegiatan ini sejumlah tokoh penting daerah dan nasional, di antaranya Anggota DPR RI Fraksi PKB Hindun Anisah, Ketua Umum GOW Jepara Syahnez Danniar Yusuf (Inez Hajar), Rois Syuriyah PCNU Jepara, serta Ketua BAZNAS Kabupaten Jepara. (KA/ALP)