JEPARA | GISTARA.COM – Tenun Troso dan batik khas Jepara memiliki peluang besar untuk menembus pasar yang lebih luas. Pengembangan produk fesyen berbahan kain lokal dinilai menjadi salah satu cara untuk melestarikan warisan budaya sekaligus menggerakkan ekonomi kreatif dan memberdayakan perajin.
Harapan tersebut disampaikan Staf Ahli Bupati Jepara Bidang Pembangunan Kemasyarakatan dan SDM, Tri Iriantiwi, saat pelantikan pengurus Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Komunitas Kain dan Kebaya Indonesia (KKI) Kabupaten Jepara periode 2026–2031 di Pendopo Kartini, Kamis (29/10/2026).
Mewakili Bupati Jepara Witiarso Utomo, Tri berharap KKI tidak hanya menjadi wadah pelestarian kain dan kebaya, tetapi juga mampu menghubungkan kekayaan budaya dengan pengembangan ekonomi masyarakat.
“KKI mampu menghidupkan budaya, menggerakkan ekonomi kreatif, dan memperluas manfaat bagi masyarakat,” ujarnya.
Ia mendorong KKI membangun kolaborasi dengan Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda), perajin tenun Troso, pembatik, desainer, penjahit, serta pelaku UMKM. Kolaborasi tersebut diharapkan melahirkan produk busana berbahan lokal yang berkualitas dan memiliki daya saing.
Selain pengembangan produk, Tri juga mengusulkan pemakaian kebaya bagi pelajar satu kali dalam sebulan. Program tersebut dapat dikoordinasikan dengan sekolah dan instansi terkait untuk menumbuhkan kecintaan sekaligus kebanggaan generasi muda terhadap busana nasional.
Sementara itu, Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat (DPP) KKI, Erna Setiyaningrum, menegaskan bahwa organisasi yang dipimpinnya memiliki perhatian tidak hanya pada pelestarian kain dan kebaya, tetapi juga pemberdayaan perempuan.
“KKI ini memiliki visi pelestarian budaya Indonesia dan pemberdayaan perempuan,” kata Erna.
Menurutnya, pemberdayaan tersebut dilakukan melalui edukasi sekaligus membuka akses pemasaran bagi produk anggota. Sejumlah produk anggota KKI bahkan telah dilibatkan dalam berbagai pameran, termasuk Inacraft.
KKI juga berupaya memperluas jaringan pemasaran melalui Dekranasda dan gerai di pusat perbelanjaan. Ia berharap pengurus KKI Jepara dapat mengembangkan kegiatan edukasi yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat, khususnya perempuan, sekaligus memanfaatkan peluang pasar yang tersedia.
Ketua DPD KKI Jawa Tengah, Farida Nurhayati, turut mendorong pengurus Jepara memperluas kegiatan pelestarian budaya. Menurutnya, upaya menjaga warisan budaya tidak harus berhenti pada kain dan kebaya, tetapi dapat dikembangkan melalui berbagai kesenian daerah.
“Banyak sekali kegiatan yang bisa digali dari melestarikan kain dan kebaya di Indonesia ini,” tuturnya.
Ia mencontohkan karawitan, tari, dan angklung sebagai kesenian yang dapat menjadi bagian dari kegiatan KKI. Farida juga berharap KKI Jepara memperkuat sinergi dengan pemerintah daerah, Kadin, Tim Penggerak PKK, Dharma Wanita Persatuan, dan Dekranasda.
Dukungan kolaborasi juga disampaikan Ketua Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Kabupaten Jepara, Andang Wahyu Triyanto. Ia menyatakan kesiapan Kadin untuk mendukung pengembangan potensi budaya dan ekonomi lokal.
“Kami dari Kamar Dagang dan Industri Kabupaten Jepara sebagai rumah besarnya pelaku usaha menyambut baik kegiatan seperti ini,” ujarnya.
Menurut Andang, sinergi antarlembaga dan pelaku usaha diperlukan agar kebudayaan Jepara semakin dikenal luas sekaligus memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat.
Dalam pelantikan tersebut, Siti Aqidatun ditetapkan sebagai Ketua DPC KKI Kabupaten Jepara periode 2026–2031, didampingi Dewi Fatimah sebagai wakil ketua. Sementara itu, Kartika Lutfiana Putri dipercaya sebagai sekretaris dan Nur Cahyani sebagai bendahara.
Kepengurusan DPC KKI Jepara juga dilengkapi sejumlah bidang, mulai dari organisasi, humas dan internasional, hukum dan HAM, usaha, ekonomi dan kesejahteraan sosial, pendidikan seni dan budaya serta litbang, pemberdayaan perempuan dan anak, hingga milenial kreatif dan inovatif.
Pelantikan tersebut turut dihadiri perwakilan DPC KKI dari Kota Semarang, Kota Pekalongan, Kabupaten Pekalongan, Batang, Pemalang, dan Karanganyar.
Usai pelantikan, para peserta mengunjungi Museum R.A. Kartini di kompleks Pendopo Kartini. Rangkaian kegiatan dilanjutkan dengan melihat produk Dekranasda Jepara, Batik Nalendra, dan Tenun Dewi Shinta.
Melalui kepengurusan baru ini, KKI Jepara diharapkan mampu mempertemukan pelestarian budaya, pemberdayaan perempuan, dan penguatan ekonomi kreatif agar kain lokal semakin dikenal dan memiliki nilai tambah. (AD)