Gistara
  • Home
  • Nasional
  • Regional
    • Semarangan
    • Muria
    • Kedu
    • Banyumasan
    • Pantura
    • Solo Raya
  • Politik
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Kolom
    • Opini
    • Risalah
    • Tokoh
    • Cerpen
    • Catatan Redaksi
  • Lainnya
    • Budaya
    • Teknologi
    • Pendidikan
    • Info Grafis
    • Plesir
    • Kuliner
    • Religi
Gistara
  • Home
  • Nasional
  • Regional
    • Semarangan
    • Muria
    • Kedu
    • Banyumasan
    • Pantura
    • Solo Raya
  • Politik
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Kolom
    • Opini
    • Risalah
    • Tokoh
    • Cerpen
    • Catatan Redaksi
  • Lainnya
    • Budaya
    • Teknologi
    • Pendidikan
    • Info Grafis
    • Plesir
    • Kuliner
    • Religi
GISTARA TV
Thursday, November 5, 2026
Top News
Mengenal Rubrik Penerbitan Surat Kabar, dan Majalah
Cuaca Terik, Penjual Es Teh di Jepara Berhamburan
Mengenal Nyai Hindun Anisah, Caleg DPR RI Dapil Demak, Kudus, dan...
Kolam Renang Cinta Candi Liyangan Temanggung Jawa Tengah Terbaru 2022
Fenomena Bodoh Deklarasi Kasyaf Lewat Foto
Ribuan Orang Hadiri Haul Mbah Sahil ke 18, Ini Biografinya
Sejarah Pantai Nampu Wonogiri Jawa Tengah Terbaru 2022
Peringati Hari Ibu, MIDEHA Festival Gelar Lomba Kolaborasi dengan Ibu
Tak Perlu ke Eropa, Main Salju Bisa di Dusun Semilir Bawen
Rancangan Dapil Pemilu 2024 di Jepara Tidak Berubah
Gistara
Gistara
  • Home
  • Nasional
  • Regional
    • Semarangan
    • Muria
    • Kedu
    • Banyumasan
    • Pantura
    • Solo Raya
  • Politik
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Kolom
    • Opini
    • Risalah
    • Tokoh
    • Cerpen
    • Catatan Redaksi
  • Lainnya
    • Budaya
    • Teknologi
    • Pendidikan
    • Info Grafis
    • Plesir
    • Kuliner
    • Religi
Copyright 2021 - All Right Reserved
Opini

Perempuan dan Perubahan Sosial

by Alena Kiasata 01/01/2025
Alena Kiasata 01/01/2025 523 views
523

Oleh : Rizka Fayyida*

Fenomena Perempuan modern kini menjadi topik yang sering dibahas, baik di media massa, sosial media, maupun dalam percakapan sehari-hari. Perempuan masa kini tidak lagi hanya terjebak dalam definisi tradisional tentang kewajiban sebagai ibu rumah tangga atau pendamping suami. Dalam beberapa dekade terakhir, perempuan semakin tampil sebagai individu yang mandiri dan aktif dalam berbagai bidang, mulai dari pendidikan, karier, hingga peran sosial yang lebih luas.

Menurut data dari World Economic Forum (WEF), angka partisipasi perempuan dalam dunia kerja terus meningkat. Pada 2022, sekitar 48,8% perempuan di seluruh dunia terlibat dalam angkatan kerja, meskipun angka ini masih lebih rendah dibandingkan dengan laki-laki yang mencapai 75,6%.

Fenomena di atas menunjukkan peningkatan partisipasi perempuan dalam angkatan kerja, mengungkapkan dilema perempuan modern. Peningkatan angka partisipasi kerja memang menunjukkan kemajuan, namun tidak serta merta mencerminkan kesetaraan gender. Banyak perempuan yang bekerja di sektor informal dengan upah rendah dan tanpa perlindungan hukum yang memadai. Selain itu, banyak perempuan yang masih harus menghadapi tantangan dalam mencapai keseimbangan antara karier dan kehidupan pribadi.

BACA JUGA: Pj. Bupati Jepara Tekankan Pentingnya Peran Perempuan dalam Pembangunan

Menurut survei yang dilakukan oleh McKinsey & Company pada 2021, lebih dari 60% perempuan di Indonesia merasa kesulitan mengatur waktu antara pekerjaan dan tanggung jawab rumah tangga. Sehingga menambah beban ganda yang sering kali membuat perempuan harus memilih antara karier dan peran mereka sebagai ibu atau pengurus rumah tangga. Sebagian besar perempuan juga merasa bahwa karier mereka terhambat oleh kewajiban tersebut.

Isu utama yang dihadapi perempuan modern adalah kesetaraan akses dalam bidang pendidikan, pekerjaan, dan pengakuan sosial. Meski sudah ada kemajuan signifikan, perempuan tetap mengalami kesulitan dalam mendapatkan akses yang setara dengan laki-laki. Salah satu contoh yang menonjol adalah kesenjangan upah antara perempuan dan laki-laki.

Di Indonesia, menurut data dari International Labour Organization (ILO), kesenjangan upah antara perempuan dan laki-laki mencapai 23,4%. Di dunia kerja, meskipun banyak perusahaan yang telah menerapkan kebijakan kesetaraan gender, namun kenyataannya perempuan masih kerap menghadapi hambatan yang lebih besar dalam memperoleh kesempatan yang sama dengan laki-laki. Misalnya, dalam hal promosi jabatan, perempuan sering kali dianggap kurang “tegas” atau “kompeten” dibandingkan laki-laki, meskipun memiliki kualifikasi yang setara. Hal ini disebabkan oleh adanya bias gender yang masih berlaku di banyak sektor, termasuk di bidang teknologi dan bisnis.

Selain itu, perempuan modern juga sering kali dihantui oleh harapan sosial yang tidak realistis. Banyak perempuan yang merasa tertekan untuk selalu tampil sempurna, baik dalam karier, penampilan fisik, maupun peran sosial mereka. Hal ini sering kali berujung pada stres dan kelelahan fisik serta mental. Dalam beberapa kasus, media sosial juga menjadi tempat yang memperburuk situasi ini, karena standar kecantikan dan kesuksesan yang ditampilkan di media sering kali tidak mencerminkan kenyataan, yang justru memperburuk rasa percaya diri perempuan.

Melihat permasalahan-permasalahan tersebut, kita perlu menyadari bahwa perempuan modern adalah simbol kekuatan dan potensi besar dalam masyarakat yang sedang berkembang. Namun, untuk mewujudkan kesetaraan yang sesungguhnya, dibutuhkan kerjasama antara individu, masyarakat, dan negara untuk menciptakan lingkungan yang lebih adil dan inklusif bagi perempuan. Perempuan berhak untuk memilih peran yang ingin mereka jalani, tanpa harus terhambat oleh ekspektasi sosial yang tidak realistis dan diskriminasi yang masih ada.

Oleh karena itu, perempuan harus memiliki banyak pengetahuan yang cukup untuk menyiapkan generasi yang lebih baik dalam menyongsong masa depan bangsa. perempuan tidak hanya menjadi obyek, tetapi juga harus memiliki peran penting dalam mengisi dan memperjuangkan hak-hak perempuan agar perempuan menjadi agen perubahan yang aktif.

Dengan memperoleh akses pendidikan yang setara, mereka dapat lebih mandiri, berdaya, dan mampu mengambil keputusan yang membawa dampak positif tidak hanya bagi diri mereka sendiri, tetapi juga bagi keluarga, masyarakat, dan negara. Ketika perempuan memiliki kesempatan yang sama untuk berkembang, dan mampu berkontribusi dalam pembangunan sosial, ekonomi, dan politik, yang pada akhirnya membawa kemajuan bagi bangsa secara keseluruhan.

*Rizka Fayyida, Mahasiswa Komunikasi dan Penyiaran Islam UNISNU Jepara, Bendahara Lembaga Pers Mahasiswa FOKUS Komunikasi dan Desain

Opini MahasiswaPeran PerempuanPerubahan Sosial
0 FacebookTwitterPinterestEmail
Alena Kiasata

previous post
Konsumsi Listrik Kendaraan EV di SPKLU Terus Cetak Rekor, Dirut PLN: Meningkat 500% Sepanjang Nataru
next post
Bawaslu Jepara Tanam Pohon Manggis, Simbol Integritas dan Kejujuran dalam Pengawasan Pemilu

You may also like

Datang ke TPS Pilpet dengan Riang Gembira

03/11/2026

Fathan Subchi: Perjuangan yang Tak Sempat Menyaksikan Kado Terakhir

31/10/2026

Sumpah Pemuda dan Identitas Baru Masyarakat Hindia Belanda

28/10/2026

Menyalakan Kembali Bara Sumpah Pemuda di Era Algoritma

27/10/2026

Bahasa Arab, Pegon, dan Turats: Merawat Identitas Santri di Tengah Banjir Informasi

23/10/2026

Santri dan Subyek Pembangunan Jepara: Merajut Inovasi, Sains, dan Transformasi Ekonomi Menuju Indonesia Emas

21/10/2026

Terkini

  • Perluas Kerjasama Internasional, Pemkab Jepara Gelar The Diplomatic Forum

    04/11/2026
  • FKUB Jepara Ikuti Rakor se-Jawa Tengah, Dorong Transformasi Kerukunan Menuju Solidaritas Aktif

    04/11/2026
  • Festival Rebana Haul ke-19 KH M. Abdul Jamil Syarwi, Tumbuhkan Kecintaan Generasi Muda pada Tradisi Islam 

    04/11/2026
  • 100 Hari Kerja Ranting NU Tahunan: Sertifikasi Wakaf Masjid hingga Pembentukan Modin Perempuan Jadi Prioritas

    04/11/2026
  • 590 Murid MI Adu Kompetensi di KOSMA 2026, Cetak Generasi Unggul dan Bertakwa

    04/11/2026
Gistara
  • Home
  • Nasional
  • Regional
    • Semarangan
    • Muria
    • Kedu
    • Banyumasan
    • Pantura
    • Solo Raya
  • Politik
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Kolom
    • Opini
    • Risalah
    • Tokoh
    • Cerpen
    • Catatan Redaksi
  • Lainnya
    • Budaya
    • Teknologi
    • Pendidikan
    • Info Grafis
    • Plesir
    • Kuliner
    • Religi
Sign In

Keep me signed in until I sign out

Forgot your password?

Do not have an account ? Register here

Password Recovery

A new password will be emailed to you.

Have received a new password? Login here

Register New Account

Have an account? Login here