Gistara
  • Home
  • Nasional
  • Regional
    • Semarangan
    • Muria
    • Kedu
    • Banyumasan
    • Pantura
    • Solo Raya
  • Politik
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Kolom
    • Opini
    • Risalah
    • Tokoh
    • Cerpen
    • Catatan Redaksi
  • Lainnya
    • Budaya
    • Teknologi
    • Pendidikan
    • Info Grafis
    • Plesir
    • Kuliner
    • Religi
Gistara
  • Home
  • Nasional
  • Regional
    • Semarangan
    • Muria
    • Kedu
    • Banyumasan
    • Pantura
    • Solo Raya
  • Politik
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Kolom
    • Opini
    • Risalah
    • Tokoh
    • Cerpen
    • Catatan Redaksi
  • Lainnya
    • Budaya
    • Teknologi
    • Pendidikan
    • Info Grafis
    • Plesir
    • Kuliner
    • Religi
GISTARA TV
Monday, October 5, 2026
Top News
Mengenal Rubrik Penerbitan Surat Kabar, dan Majalah
Cuaca Terik, Penjual Es Teh di Jepara Berhamburan
Mengenal Nyai Hindun Anisah, Caleg DPR RI Dapil Demak, Kudus, dan...
Kolam Renang Cinta Candi Liyangan Temanggung Jawa Tengah Terbaru 2022
Fenomena Bodoh Deklarasi Kasyaf Lewat Foto
Ribuan Orang Hadiri Haul Mbah Sahil ke 18, Ini Biografinya
Sejarah Pantai Nampu Wonogiri Jawa Tengah Terbaru 2022
Peringati Hari Ibu, MIDEHA Festival Gelar Lomba Kolaborasi dengan Ibu
Tak Perlu ke Eropa, Main Salju Bisa di Dusun Semilir Bawen
Rancangan Dapil Pemilu 2024 di Jepara Tidak Berubah
Gistara
Gistara
  • Home
  • Nasional
  • Regional
    • Semarangan
    • Muria
    • Kedu
    • Banyumasan
    • Pantura
    • Solo Raya
  • Politik
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Kolom
    • Opini
    • Risalah
    • Tokoh
    • Cerpen
    • Catatan Redaksi
  • Lainnya
    • Budaya
    • Teknologi
    • Pendidikan
    • Info Grafis
    • Plesir
    • Kuliner
    • Religi
Copyright 2021 - All Right Reserved
Religi

Perjuangan  Nenek Jumariah Menuju Baitullah, Kini Jadi Ikon Haji 2026

by Redaksi 18/05/2026
Redaksi 18/05/2026 265 views
Nenek Jumariah dari Maros yang kini jadi Ikon Haji 2026
265

MAKKAH | GISTARA. COM – Langkah kaki Jumariah terasa berat ketika memasuki pelataran Masjidil Haram, Minggu (10/5/2026). Di bawah terik matahari Makkah, perempuan lansia asal Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan itu berkali-kali mengusap wajahnya dengan ujung kerudung hitam yang dikenakannya.

Sesaat kemudian, matanya menatap Ka’bah untuk pertama kali. Bangunan suci yang selama puluhan tahun hanya hadir dalam doa dan bayangannya kini berdiri nyata di hadapannya. Tangis haru pun pecah. Air mata mengalir deras dari wajah renta perempuan yang selama hidupnya akrab dengan kesendirian itu.

“Saya senang bisa melihat Ka’bah,” ucap Jumariah lirih saat ditemui di Hotel Asrar Al Tayseer, Makkah, sebagaimana dilansir dari haji.go.id (18/5/26).

BACA JUGA: Di Hadapan Kiai NU dan Muhammadiyah, Bupati Jepara Komitmen  Tingkatkan Gaji Guru Madrasah 

Bagi Jumariah, perjalanan menuju Tanah Suci bukanlah kisah yang mudah. Sejak berpisah dengan sang suami, ia menjalani hidup seorang diri di kampungnya. Hari-harinya diisi dengan aktivitas sederhana: memberi makan ayam peliharaan, membersihkan rumah panggung, hingga menggarap sawah dan kebun ubi milik tetangganya.

Meski hidup dalam keterbatasan, perempuan yang kini berusia sekitar 70 tahun itu tidak pernah kehilangan harapan. Di tengah sunyi yang menemaninya, ia menyimpan tekad besar untuk suatu hari bisa menjejakkan kaki di Baitullah.

Tekad itu mulai ia wujudkan sekitar 20 tahun lalu. Jumariah yang bahkan tidak pernah mengenyam pendidikan formal memilih menabung sedikit demi sedikit hasil kerjanya. Uang itu ia simpan diam-diam di dalam sebuah ember di rumahnya.

“Kalau saya dapat Rp110 ribu, saya simpan Rp50 ribu,” tuturnya polos.

BACA JUGA: Pemkab Jepara Siap Bantu Mahasiswa Kesulitan Bayar UKT,  Ini Syaratnya

Tahun 2011, tabungannya akhirnya mencapai Rp25 juta. Dengan bantuan keponakannya, ia memberanikan diri mendaftar haji. Sejak saat itu, semangatnya semakin besar. Ia terus bekerja keras demi melunasi biaya perjalanan haji.

Ketika namanya resmi tercatat sebagai jemaah haji tahun 2026, Jumariah menunjukkan kesungguhan luar biasa. Ia rela menempuh perjalanan sekitar 15 kilometer demi mengikuti manasik haji. Lebih dari 80 kali sesi manasik ia ikuti tanpa pernah absen.

Bahkan, ia selalu duduk di barisan paling depan untuk menyimak arahan pembimbing ibadah.
Kegigihan Jumariah kemudian menarik perhatian Kantor Kementerian Haji dan Umrah Kabupaten Maros. Kisah hidupnya dinilai sangat inspiratif hingga diajukan sebagai tokoh dalam dokumenter “Makkah Route” produksi Arab Saudi.

“Dia hidup sendiri di daerah terpencil, tetapi memiliki semangat luar biasa untuk berhaji. Itu yang membuatnya sangat menginspirasi,” ujar Ketua Kloter UPG-14, Sitti Hawaisyah.

Tak disangka, dokumenter singkat tentang kehidupan sederhana Jumariah kini menjadi bagian dari promosi internasional musim Haji 2026. Sosok nenek pencari ubi dari pelosok Maros itu pun menjelma menjadi ikon global haji tahun ini.

BACA JUGA: Prof Musahadi Nahkoda Baru UIN Walisongo,  Berikut Profilnya

Meski usianya tak lagi muda, kondisi fisik Jumariah terbilang luar biasa. Untuk pertama kalinya ia menaiki pesawat menuju Madinah, namun rasa takut itu cepat hilang. Setibanya di Kota Nabi, ia mampu beriktikaf di Masjid Nabawi dari waktu Asar hingga Isya. Ia juga berhasil beribadah di Raudhah dengan bantuan rombongan kloternya.

Ketangguhan itu terus terlihat saat berada di Makkah. Sejak tiba pada Sabtu (9/5/2026), Jumariah telah menuntaskan tiga kali umrah, terdiri dari satu umrah wajib dan dua umrah sunnah. Hebatnya lagi, ia hampir tidak pernah mengeluhkan kondisi kesehatannya.

“Beliau paling semangat. Kami yang muda sudah kelelahan, tapi beliau masih kuat berjalan,” kata Marwati, tetangga sekaligus rekan sekloternya.

Saat ditanya rahasia tubuh kuatnya di usia senja, Jumariah menjawab sederhana. Ia mengaku terbiasa bekerja di sawah setiap hari, banyak minum air putih, menjaga pikiran tetap tenang, dan tidak pernah memilih makanan.

Kini, Jumariah tengah bersiap menapaki puncak perjalanan spiritualnya: wukuf di Padang Arafah. Setelah puluhan tahun menyimpan rindu dalam diam, perempuan sebatang kara itu akhirnya dipertemukan dengan doa-doa yang selama ini ia langitkan dalam kesunyian. (KA)

Haji 2026LansiaNenek Jumariah
0 FacebookTwitterPinterestEmail
Redaksi

previous post
Baba Syarif Kebab, Kuliner Malam Favorit di SCJ 
next post
Guest Lecture Internasional, Kaji Transformasi Budaya Ukir Jepara di Era Digital

You may also like

Gus Nabil Ajak Jama’ah untuk Bersikap Tawadu’, Bersyukur dan Perbanyak Istigfar

04/10/2026

Menjaga Diri dengan Wira’i dan Iffah

29/09/2026

Salat Jalan Mendekatkan Diri kepada Allah SWT

28/09/2026

Kiai Fathur Rohman Serukan Kesalehan Total: Ritual, Sosial, dan Ekologis

21/09/2026

Kiai Ali Rohmat: Beruntung Orang yang Ditakdirkan Belajar Agama

14/09/2026

Menjadi Lebih Baik Setiap Hari, Belajar dari Teknik Industri

14/09/2026

Terkini

  • El Niño Sangat Kuat, BMKG Prediksi Musim Hujan 2026/2027 Datang Terlambat

    04/10/2026
  • Gus Nabil Ajak Jama’ah untuk Bersikap Tawadu’, Bersyukur dan Perbanyak Istigfar

    04/10/2026
  • MES Jateng Didorong Jadi Penggerak Ekonomi Syariah dan UMKM

    04/10/2026
  • Keren! Dua Atlet Sepak Takraw Jepara Sumbang Empat Medali untuk Indonesia  di Asian Games 2026

    03/10/2026
  • Bangun Budaya Literasi, Dosen Unisnu Jepara Kenalkan ADe di SDN 3 Ujung Batu

    03/10/2026
Gistara
  • Home
  • Nasional
  • Regional
    • Semarangan
    • Muria
    • Kedu
    • Banyumasan
    • Pantura
    • Solo Raya
  • Politik
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Kolom
    • Opini
    • Risalah
    • Tokoh
    • Cerpen
    • Catatan Redaksi
  • Lainnya
    • Budaya
    • Teknologi
    • Pendidikan
    • Info Grafis
    • Plesir
    • Kuliner
    • Religi
Sign In

Keep me signed in until I sign out

Forgot your password?

Do not have an account ? Register here

Password Recovery

A new password will be emailed to you.

Have received a new password? Login here

Register New Account

Have an account? Login here