Gistara
  • Home
  • Nasional
  • Regional
    • Semarangan
    • Muria
    • Kedu
    • Banyumasan
    • Pantura
    • Solo Raya
  • Politik
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Kolom
    • Opini
    • Risalah
    • Tokoh
    • Cerpen
    • Catatan Redaksi
  • Lainnya
    • Budaya
    • Teknologi
    • Pendidikan
    • Info Grafis
    • Plesir
    • Kuliner
    • Religi
Gistara
  • Home
  • Nasional
  • Regional
    • Semarangan
    • Muria
    • Kedu
    • Banyumasan
    • Pantura
    • Solo Raya
  • Politik
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Kolom
    • Opini
    • Risalah
    • Tokoh
    • Cerpen
    • Catatan Redaksi
  • Lainnya
    • Budaya
    • Teknologi
    • Pendidikan
    • Info Grafis
    • Plesir
    • Kuliner
    • Religi
GISTARA TV
Thursday, October 29, 2026
Top News
Mengenal Rubrik Penerbitan Surat Kabar, dan Majalah
Cuaca Terik, Penjual Es Teh di Jepara Berhamburan
Mengenal Nyai Hindun Anisah, Caleg DPR RI Dapil Demak, Kudus, dan...
Kolam Renang Cinta Candi Liyangan Temanggung Jawa Tengah Terbaru 2022
Fenomena Bodoh Deklarasi Kasyaf Lewat Foto
Ribuan Orang Hadiri Haul Mbah Sahil ke 18, Ini Biografinya
Sejarah Pantai Nampu Wonogiri Jawa Tengah Terbaru 2022
Peringati Hari Ibu, MIDEHA Festival Gelar Lomba Kolaborasi dengan Ibu
Tak Perlu ke Eropa, Main Salju Bisa di Dusun Semilir Bawen
Rancangan Dapil Pemilu 2024 di Jepara Tidak Berubah
Gistara
Gistara
  • Home
  • Nasional
  • Regional
    • Semarangan
    • Muria
    • Kedu
    • Banyumasan
    • Pantura
    • Solo Raya
  • Politik
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Kolom
    • Opini
    • Risalah
    • Tokoh
    • Cerpen
    • Catatan Redaksi
  • Lainnya
    • Budaya
    • Teknologi
    • Pendidikan
    • Info Grafis
    • Plesir
    • Kuliner
    • Religi
Copyright 2021 - All Right Reserved
Muria

Athaya ‘Asyatus Syifa: Jejak Sunyi dari Jepara Menuju Panggung Prestasi

by Redaksi 30/07/2026
Redaksi 30/07/2026 204 views
Athaya 'Asyatus Syifa
204

JEPARA | GISTARA. COM – Dari kota kecil yang dikenal dunia lewat ukiran kayu dan nama besar Kartini, lahir satu nama lagi yang perlahan menorehkan jejaknya sendiri,  Athaya ‘Asyatus Syifa. Usianya baru delapan belas tahun, namun rekam jejaknya sudah berbicara jauh lebih panjang dari sekadar angka itu.

Jepara bukan kota yang asing dengan cerita anak-anak muda berprestasi. Namun setiap nama tetap punya jalannya sendiri, dan jalan Athaya dimulai dari bangku-bangku sekolah yang sederhana.

Ia mengawali pendidikannya di MI Matholibul Ulum, sebuah madrasah ibtidaiyah yang menjadi fondasi pertama sebelum ia melangkah ke jenjang berikutnya.

Dari sana, langkahnya berlanjut ke MTsN 1 Jepara, lalu ke MAN 1 Jepara jalur pendidikan yang konsisten di lingkungan madrasah, sebuah pilihan yang boleh jadi turut membentuk caranya memandang dunia: disiplin, tekun, dan tidak tergesa-gesa mengejar validasi instan.

BACA JUGA: 38 Tokoh Seni Ukir Terima Penghargaan di Malam Anugerah TATAH 2026

Tak sulit membayangkan bagaimana rutinitas seorang siswa madrasah biasanya berjalan pagi dimulai lebih awal dari kebanyakan, waktu terbagi antara pelajaran umum dan pelajaran agama, dan di sela itu semua, ruang untuk mengasah bakat di luar kelas harus diperjuangkan sendiri.

Dalam lanskap seperti itulah nama Athaya mulai muncul di luar tembok sekolah. Ia berhasil meraih Juara 2 dalam Lomba Vlog Hari Anak yang diselenggarakan oleh DP3AP2KB tingkat kabupaten, sebuah pencapaian yang menunjukkan bahwa dirinya tidak hanya piawai di atas kertas ujian, tetapi juga mampu bercerita lewat media visual, sesuatu yang menuntut kepekaan naratif sekaligus keberanian tampil di depan publik.

Prestasinya tidak berhenti di situ. Di tingkat yang lebih luas, ia turut membawa nama baik almamaternya lewat Best Presentation dalam ajang Essay Competition yang diselenggarakan Pertamina University, sebuah kompetisi yang mempertemukannya dengan peserta-peserta dari berbagai daerah, menuntut tak hanya kemampuan menulis yang tajam, tetapi juga keterampilan menyampaikan gagasan secara meyakinkan di hadapan juri.

Bagi seorang siswa madrasah dari kota kecil di pesisir utara Jawa, berdiri sejajar dan bersaing di ajang berskala nasional semacam itu bukan perkara kecil.

Ia membuktikan bahwa asal sekolah atau asal daerah tidak pernah menjadi batas bagi seseorang yang mau bersungguh-sungguh mengasah kemampuannya.

Puncak dari perjalanan pendidikan menengahnya ditandai dengan gelar sebagai Wisudawan Berprestasi MAN 1 Jepara sebuah pengakuan yang tidak diberikan kepada sembarang lulusan, melainkan kepada mereka yang selama bertahun-tahun menunjukkan konsistensi, baik dalam capaian akademik maupun kontribusi di luar kelas.

Gelar semacam ini biasanya adalah akumulasi dari banyak hal kecil yang dilakukan berulang-ulang; hadir tepat waktu, mengerjakan tugas dengan sungguh-sungguh, dan berani mengambil kesempatan yang tidak diambil oleh banyak temannya.

Dari Jepara, langkah Athaya kemudian membawanya ke Yogyakarta, kota pelajar yang telah melahirkan banyak nama besar dalam dunia pendidikan Indonesia. Ia melanjutkan studi di Universitas Negeri Yogyakarta, salah satu perguruan tinggi negeri terkemuka di Tanah Air.

Jauh dari kampung halaman, ia kembali membuktikan bahwa jejak prestasinya bukan kebetulan semata,  ia dikukuhkan sebagai Mahasiswa Berprestasi Universitas Negeri Yogyakarta sebuah pencapaian yang berarti ia harus melewati proses seleksi dan penilaian yang ketat, bersaing dengan ribuan mahasiswa lain dari berbagai fakultas dan latar belakang.

“Alhamdulillah dikukuhkan menjadi mahasiswa berprestasi,” ujarnya, (26/7/26).

BACA JUGA: Kupas KDMP, PMII Jepara Ingatkan Pentingnya Tata Kelola Profesional

Ada semacam pola yang bisa dibaca dari rangkaian perjalanan ini, seorang anak dari kota kecil, dibesarkan dalam jenjang pendidikan madrasah yang menekankan kedisiplinan, yang kemudian secara bertahap dan konsisten memperluas panggungnya dari lomba tingkat kabupaten, menuju kompetisi nasional, hingga akhirnya menembus predikat mahasiswa berprestasi di salah satu kampus terbaik negeri ini.

Tidak ada jalan pintas yang terlihat dalam rekam jejak ini, yang tampak justru sebuah tangga yang dinaiki setapak demi setapak, dengan sabar dan tanpa terburu-buru.

Di usia yang baru delapan belas tahun, Athaya ‘Asyatus Syifa telah mengumpulkan lebih banyak pencapaian dibanding kebanyakan orang seusianya. Namun barangkali yang lebih menarik dari sekadar daftar prestasi adalah pertanyaan yang tersisa di baliknya ,apa yang mendorongnya bangun pagi-pagi untuk berkompetisi, apa yang ia pikirkan ketika namanya dipanggil sebagai pemenang, dan ke mana ia akan melangkah setelah ini.

Jawaban-jawaban itu, yang paling otentik, hanya bisa datang dari dirinya sendiri dan barangkali itulah bab berikutnya dari kisah ini yang masih menunggu untuk dituliskan.

Penulis: Indriana Dwi Hastari, Mahasiswa Prodi KPI Unisnu Jepara

KonsistenMadrasahPrestasi
0 FacebookTwitterPinterestEmail
Redaksi

previous post
Ikuti Pendidikan Pengawas Partisipatif, Pramuka Penegak MA NU Nahdlatul Fata Petekeyan Siap Kawal Pemilu 2029
next post
Gempur Rokok Ilegal, Pemkab Jepara Perkuat Edukasi Publik Berbasis DBHCHT

You may also like

Kabar Gembira! Mulai November, RSINU Cakra Medika Mayong Resmi Layani Pasien BPJS Kesehatan

29/10/2026

Peringatan Sumpah Pemuda di Jepara, Jadi Momen Mengenang Perjuangan Atlet Selam Syabila

28/10/2026

PC Muslimat NU Jepara Resmi Dilantik, Menteri PPPA Tekankan Pentingnya Benteng Keluarga dan Perlindungan...

28/10/2026

Antisipasi Konflik,  Bakesbangpol Jepara Petakan Kerawanan Pilpet 2026

27/10/2026

Dr Sukarman Soroti Fenomena Tradisi Buwoh

27/10/2026

Peringati Hari Santri Nasional 2026, PRNU Raguklampitan Gelar Karnaval hingga Pengajian Umum

26/10/2026

Terkini

  • Kabar Gembira! Mulai November, RSINU Cakra Medika Mayong Resmi Layani Pasien BPJS Kesehatan

    29/10/2026
  • Sumpah Pemuda dan Identitas Baru Masyarakat Hindia Belanda

    28/10/2026
  • Peringatan Sumpah Pemuda di Jepara, Jadi Momen Mengenang Perjuangan Atlet Selam Syabila

    28/10/2026
  • PC Muslimat NU Jepara Resmi Dilantik, Menteri PPPA Tekankan Pentingnya Benteng Keluarga dan Perlindungan Anak

    28/10/2026
  • Berikut 16 Rekomendasi Rakernas ke-6 Dewan Pendidikan se-Indonesia 

    28/10/2026
Gistara
  • Home
  • Nasional
  • Regional
    • Semarangan
    • Muria
    • Kedu
    • Banyumasan
    • Pantura
    • Solo Raya
  • Politik
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Kolom
    • Opini
    • Risalah
    • Tokoh
    • Cerpen
    • Catatan Redaksi
  • Lainnya
    • Budaya
    • Teknologi
    • Pendidikan
    • Info Grafis
    • Plesir
    • Kuliner
    • Religi
Sign In

Keep me signed in until I sign out

Forgot your password?

Do not have an account ? Register here

Password Recovery

A new password will be emailed to you.

Have received a new password? Login here

Register New Account

Have an account? Login here