Sejak lama hingga akhir dekade 1990-an, Pulau Panjang hanya populer sebagai tempat wisata dengan pesona andalan hutan yang masih perawan, hamparan pasir putih, dan tempat habitat burung kunthul atau oleh masyarakat sekitar disebut burung blekok.
Setiap pesta lomban yang digelar masyarakat Jepara pada hari ketujuh Lebaran Idul Fitri, Pulau Panjang ini ramai dikunjungi wisatawan. Bahkan rasanya tidak afdol jika pada pesta lomban belum mengunjungi Pulau Panjang.
BACA JUGA: Pameran “TATAH” Resmi Dibuka, Menteri Kebudayaan Ajak Generasi Muda Lestarikan Seni Ukir
Lain dulu lain sekarang. Pulau Panjang kini tidak hanya menawarkan pesona eksotisme hutan yang masih perawan, hamparan pasir putih, maupun habitat burung kunthul saja. Keberadaan makam Habib Abu Bakar bin Ahmad bin Syekh bin Yahya menjadi magnet baru yang semakin kuat menyedot kedatangan ribuan wisatawan peziarah setiap tahunnya.
Makam Habib Abu Bakar tersebut semakin ramai dikunjungi wisatawan peziarah semenjak digelar kegiatan haul yang diinisiasi Habib Lutfi Pekalongan pada tahun 2001.
Sejak itulah, Pulau Panjang semakin populer. Bukan hanya didatangi oleh wisatawan yang ingin menikmati pesona alamnya saja, tapi juga para peziarah dari berbagai daerah yang jauh-jauh datang dari berbagai daerah untuk ngalap berkah.
Sutiyono, juru kunci makam Habib Abu Bakar menjelaskan, orang-orang yang datang ke Pulau Panjang saat ini bukan hanya wisatawan domestik dari Jepara saja. Tapi ribuan orang setiap bulannya datang dari berbagai wilayah di nusantara yang ingin ziarah ke makam Habib Abu Bakar.
Selama libur Lebaran Idul Fitri 2026 kemarin, ribuan orang setiap harinya datang khusus untuk berziarah. Kedatangan para zairin ini tidak lain untuk ngalap berkah dan tabarrukan.
BACA JUGA: PMII Soroti Akses dan Kualitas Pendidikan Jepara
Seperti yang dilakukan Yuliana yang jauh-jauh datang dari Kabupaten Purworejo. Dia bersama suami dan kedua anaknya mendengar adanya makam seorang wali di Pulau Panjang Jepara. Dia juga sering mendengar tentang keindahan Pulau Panjang.
“Liburan ini ajak anak-anak untuk berwisata sekaligus ziarah ke sini. Tabarrukan ke makam waliyullah Al Habib Abubakar,” tuturnya saat ditemui di depan pintu masuk makam.
Hal senada diungkapkan Indawati. Nenek tiga cucu asli Jepara yang tinggal di Desa Suwawal Timur, Kecamatan Pakis Aji ini seumur hidupnya belum pernah sekalipun menginjakkan kaki di Pulau Panjang.
Dia mengaku sering mendengar kabar tentang keindahan Pulau Panjang. Namun dirinya tidak tertarik untuk mengunjungi sampai akhirnya mendengar kabar adanya makam wali di Pulau Panjang. Dia yang memang gemar berziarah ke makam-makam wali tersebut kemudian tertarik untuk mengunjungi.
Niat itupun dilaksanakan dengan mengajak anak, menantu, dan para cucunya pada libur Lebaran Idul Fitri kemarin untuk ziarah ke Makam Habib Abu Bakar.
“Alhamdulillah saya akhirnya bisa ziarah sowan ke Makam Syaikh Abu Bakar. Semoga mendapatkan berkah,” katanya.
Lain lagi cerita yang disampaikan oleh Aminuddin. Pemuda yang lahir, besar, dan tinggal di Jepara ini sejak kecil cukup sering berwisata ke Pulau Panjang.
“Tapi memang untuk sekedar menikmati keindahan alam. Saya belum tahu kalau ada makam wali di sini,” katanya.
BACA JUGA: Wujudkan Jalan Jepara Mulus, Bupati Jepara Alokasikan Rp 200 Miliar Pertahun
Dirinya baru mengetahui ada makam wali di Pulau Panjang setelah rutin digelar haul. Sejak setahun terakhir, dirinya rutin untuk ziarah ke Pulau Panjang. Bahkan dia juga sering menginap di sekitar kompleks makam.
“Beberapa kali menginap di masjid dekat makam,” katanya.
Aminuddin mengungkapkan, setiap kali berziarah, dia sering berbarengan dengan para peziarah dari luar kota. Seperti dari Jawa Timur, Semarang, Rembang, Solo, dan bahkan beberapa zairin yang berasal dari luar Jawa.
“Sudah sangat mashur Makam Habib Abu Bakar ini,” katanya.
Cerita kemashuran dan magnet makam Habib Abu Bakar ini juga dikisahkan oleh Supri. Sopir bus pariwisata dari Kabupaten Wonosobo ini mengungkapkan bahwa dirinya juga sering mendapatkan tugas untuk mengantarkan rombongan ziarah ke Pulau Panjang.
“Biasanya saya drop rombongan di Pantai Kartini atau Pantai Bandengan. Kadang satu bus kadang juga dua bus. Rata-rata dari Jawa Timur,” katanya.
Rute menuju ke Pulau Panjang tidaklah susah. Perjalanan darat bisa ditempuh dengan tujuan Pantai Kartini atau Pantai Bandengan atau Tirta Samudera. Namun jarak paling dekat dari Pantai Kartini, hanya 2,5 kilometer.(KA/Iis)