
KUDUS | GISTARA. COM – Suasana haru dan keceriaan mahasiswa Program Doktor Studi Islam UIN Sunan Kudus Angkatan ke-3 menyelimuti kegiatan peluncuran buku Islam dan Teori-Teori Sosial Humaniora yang dilaksanakan di Bond Djati Kudus. Kegiatan yang dihadiri mahasiswa, perwakilan antarangkatan, dosen pengampu, dan Direktur Pascasarjana tersebut menjadi momentum penting dalam menumbuhkan budaya literasi sekaligus memperkuat tradisi akademik di lingkungan Pascasarjana UIN Sunan Kudus, Senin (29/6/2026).
Peluncuran buku tersebut menjadi bukti nyata hasil proses pembelajaran mahasiswa selama mengikuti perkuliahan. Buku yang lahir dari tugas mata kuliah Islam dan Teori-Teori Sosial Humaniora itu diharapkan tidak hanya menjadi luaran akademik, tetapi juga menjadi kontribusi nyata dalam pengembangan keilmuan serta penguatan budaya menulis di lingkungan perguruan tinggi.
Ketua tingkat (komting) mahasiswa, Agus Wahyudi, menyampaikan bahwa buku tersebut disusun sebagai bagian dari pemenuhan tugas mata kuliah Islam dan Teori-Teori Sosial Humaniora.
Menurutnya, seluruh tulisan dalam buku disusun berdasarkan pembagian tema dari dosen pengampu serta mengikuti pedoman dan template penulisan yang telah ditetapkan oleh penerbit.
“Alhamdulillah, ini merupakan hasil kerja sama tim sehingga kami dapat menyelesaikan tugas-tugas perkuliahan sekaligus menghasilkan luaran berupa buku yang nantinya menjadi kenang-kenangan sekaligus jejak akademik selama menempuh studi di Program Studi S3 Studi Islam UIN Sunan Kudus,” ujarnya.
Buku tersebut ditulis secara kolaboratif oleh Abdullah Ma’ruf, Khoirul Muslimin, Agus Wahyudi, Husnurrosyidah, Muhammad Nur Salim, Nur Burhanuddin, Ahmad Sirojudin Abbas, Muhammad Nabil H., Muhammad Agus Yusrun Nafi’, Miftahul Huda, Tina Martini, Dita Kurniawati, Sigit Muttaqin, dan Sri Suwitaningsih, dengan Anis Fitriyah sebagai bagian dari tim penyusun.
BACA JUGA: Wujudkan Ruang Aman, Jepara Tegaskan Nol Toleransi Kekerasan di Madrasah dan Pesantren
Selanjutnya, dosen pengampu mata kuliah, Profesor Ahmad Karim, menyampaikan refleksi mengenai tantangan pendidikan di tengah perkembangan teknologi dan perubahan sosial yang semakin pesat.
Menurutnya, perkembangan teknologi informasi telah mengubah pola pembelajaran secara signifikan sehingga memunculkan pertanyaan mendasar mengenai apakah lembaga pendidikan di masa mendatang masih memerlukan pembangunan gedung-gedung baru.
Ia menjelaskan bahwa pemanfaatan teknologi digital sebagaimana diterapkan dalam sistem pembelajaran jarak jauh telah membuka ruang yang lebih luas bagi proses pendidikan. Namun demikian, kemajuan teknologi tidak dapat sepenuhnya menggantikan fungsi utama pendidikan dalam membentuk karakter dan akhlak peserta didik.
Menurutnya, pendidikan bukan semata-mata proses transfer ilmu pengetahuan, melainkan juga proses pembentukan moral dan kepribadian.
“Dalam pandangan Islam, Nabi Muhammad SAW diutus untuk menyempurnakan akhlak manusia sehingga nilai-nilai akhlak akan selalu menjadi bagian yang tidak dapat dipisahkan dari proses pendidikan,” jelasnya.

Mahasiswa S3 UIN Sunan Kudus bersama Direktur Pasca Sarjana dan Dosen
Ia juga menambahkan bahwa perkembangan zaman menuntut kreativitas pemikiran Islam agar terus tumbuh secara dinamis melalui interpretasi yang relevan terhadap berbagai persoalan sosial.
“Diperlukan upaya melakukan pembacaan ulang terhadap teks-teks keislaman, memahami perbedaan antara ajaran yang bersifat pokok (ushuliyah) dan cabang (furuiyah), serta menghadirkan norma fiqih sebagai etika sosial yang mampu menjawab kebutuhan masyarakat modern,” papar Profesor Abdul Karim dengan penuh semangat dan keceriaan.
Senada dengan hal tersebut, Doktor Irzum Farihah mengaku bangga atas capaian mahasiswa yang berhasil menerbitkan buku dari hasil tugas-tugas perkuliahan.
Menurutnya, keberhasilan tersebut menunjukkan kemampuan mahasiswa dalam mengembangkan ide, mengolah gagasan, dan mentransformasikan materi perkuliahan menjadi karya akademik yang memiliki nilai ilmiah.
“Penerbitan buku tersebut menjadi bukti bahwa proses pembelajaran tidak berhenti pada ruang kelas, tetapi dapat berkembang menjadi karya nyata yang memberikan manfaat lebih luas bagi dunia akademik maupun masyarakat,” ungkapnya.
BACA JUGA: Menjaga Marwah Pesantren di Tengah Kasus Kekerasan Seksual, Gus Sholah: Perkuat Nalar Kritis dan Perlindungan Santri
Sementara itu, Direktur Pascasarjana UIN Sunan Kudus, Profesor Ihsan, menyampaikan apresiasi tinggi kepada mahasiswa Program Doktor Studi Islam atas keberhasilannya membangun budaya literasi melalui penerbitan buku.
Ia menegaskan bahwa karya ilmiah merupakan bagian dari tanggung jawab moral dan akademik mahasiswa dalam memperkaya khazanah keilmuan (the body of knowledge).
Menurutnya, mahasiswa doktoral tidak hanya dituntut memahami teori dan konsep akademik, tetapi juga harus mampu memberikan pencerahan pemikiran melalui kajian dan penelitian yang dilakukan.
“Saya berharap karya ini nantinya dapat menjadi contoh bagi angkatan berikutnya. Selain itu, luaran dalam bentuk buku seperti ini juga akan memberikan kontribusi terhadap penguatan mutu dan akreditasi Pascasarjana ke depan,” tuturnya.
Selain menghasilkan karya akademik, ia juga mengingatkan bahwa mahasiswa memiliki tanggung jawab utama untuk menyelesaikan studi dengan baik dan tepat waktu. Menurutnya, kemampuan mahasiswa dalam menuntaskan proses pendidikan secara optimal merupakan bagian dari tanggung jawab intelektual dan akademik. (KA)