JEPARA | GISTARA. COM – Suasana sejuk dan khusyuk menyelimuti Masjid Ar-Rabbaniyyin Universitas Islam Nahdlatul Ulama (UNISNU) Jepara seusai salat Zuhur berjamaah.
Pada kesempatan tersebut, Wakil Dekan Fakultas Komunikasi dan Desain (FKD) UNISNU Jepara, Khoirul Muslimin, menyampaikan kuliah tujuh menit (kultum) menggunakan bahasa Arab sebagai bagian dari program pembiasaan penggunaan bahasa Arab dan bahasa Inggris di lingkungan kampus Unisnu Jepara, Senin (13/7/26).
Dalam kultumnya, Khoirul Muslimin menyampaikan materi yang bersumber dari Kitab Kifayatul Atqiya’ mengenai empat tujuan Allah SWT menganugerahkan nikmat kepada manusia, yaitu dunia, umur, harta, dan ilmu.
Menurutnya, setiap nikmat merupakan amanah yang harus dimanfaatkan sesuai dengan tujuan yang telah ditetapkan Allah SWT.
BACA JUGA: Praktisi Media Berbagi Pengalaman Jurnalistik kepada Mahasiswa KPI Unisnu Jepara
Ia menjelaskan bahwa dunia diciptakan bukan sebagai tujuan akhir kehidupan, melainkan sebagai tempat untuk mengambil pelajaran, beribadah, berbuat baik, dan mempersiapkan bekal menuju kehidupan akhirat.
Karena itu, umat Islam diingatkan agar tidak menjadikan kehidupan dunia sebagai orientasi utama hingga melupakan kewajiban kepada Allah SWT.
“Kita tidak perlu memaksakan diri membeli barang mahal atau mengikuti gaya hidup orang lain hanya agar terlihat hebat. Lebih baik hidup sederhana sesuai kemampuan, rajin beribadah, bersyukur atas rezeki yang Allah berikan, serta menggunakan harta untuk hal-hal yang bermanfaat,” ujar Khoirul Muslimin.
Selanjutnya, ia menerangkan bahwa umur merupakan nikmat yang sangat berharga karena setiap detik kehidupan akan dimintai pertanggungjawaban. Mengutip firman Allah SWT dalam Surah Adz-Dzariyat ayat 56, ia mengajak jamaah memanfaatkan waktu untuk memperbanyak ibadah dan amal saleh.
BACA JUGA: Ribuan Warga Meriahkan Hari Koperasi ke-79 di Jepara, Usung Semangat Kebersamaan dan Gotong Royong
Menurutnya, seorang mahasiswa tidak cukup hanya mengejar prestasi akademik, tetapi juga harus menjaga salat tepat waktu, menghormati dosen dan orang tua, serta menggunakan ilmu yang dimiliki untuk memberikan manfaat kepada masyarakat.
Pada bagian berikutnya, Khoirul Muslimin mengingatkan bahwa harta adalah titipan Allah SWT yang di dalamnya terdapat hak orang lain yang membutuhkan. Oleh sebab itu, umat Islam dianjurkan gemar bersedekah, berinfak, menunaikan zakat, dan membantu sesama tanpa harus menunggu menjadi kaya.
“Sekecil apa pun yang diberikan dengan ikhlas akan bernilai besar di sisi Allah SWT. Harta yang digunakan untuk membantu sesama akan menjadi sumber keberkahan dan pahala yang terus mengalir,” tuturnya.
Selain dunia, umur, dan harta, ia juga menjelaskan bahwa ilmu merupakan nikmat yang sangat mulia. Namun demikian, ilmu tidak akan memberikan manfaat apabila hanya disimpan atau dijadikan sarana untuk menyombongkan diri. Menurutnya, ilmu harus diwujudkan dalam amal nyata melalui profesi maupun perilaku sehari-hari.
BACA JUGA: Di Tengah Puing-Puing Rumah, BAZNAS Jepara Hadir Ringankan Kesedihan Pak Bungkus
“Seorang guru mengamalkan ilmunya dengan mengajar, seorang mahasiswa dengan belajar sungguh-sungguh dan menerapkan ilmunya, sedangkan setiap muslim mengamalkan ilmunya melalui akhlak yang baik, seperti jujur, amanah, dan suka menolong,” jelasnya.
Menutup kultumnya, Khoirul Muslimin menegaskan bahwa dunia, umur, harta, dan ilmu merupakan empat nikmat yang harus disyukuri serta dimanfaatkan sesuai dengan tujuan yang telah Allah SWT tetapkan. Apabila seluruh nikmat tersebut digunakan untuk kebaikan, maka akan menjadi jalan menuju kebahagiaan di dunia dan keselamatan di akhirat.
“Marilah kita senantiasa mensyukuri nikmat Allah SWT dengan memanfaatkannya untuk kebaikan, sehingga setiap anugerah yang kita miliki menjadi amal ibadah yang diridai oleh-Nya,” pungkasnya. (KA)