JEPARA | GISTARA.COM – Malam yang dihiasi desiran angin berjalan pelan, menyelimuti rumah Sahabat Kholis di RT 04 RW 03 Desa Suwawal, Kecamatan Mlonggo, Selasa (7/7/2026).
Di tempat sederhana itu, kader Ansor berkumpul dalam kegiatan Majelis Dzikir dan Sholawat Rijalul Ansor Ranting Suwawal, sebuah ruang kebersamaan yang tak sekadar mempererat silaturahmi, tetapi juga menguatkan semangat menuntut ilmu dan merawat nilai-nilai keislaman.
Kegiatan yang dimulai pukul 20.00 WIB tersebut diawali dengan pembacaan tahlil yang dipimpin Sahabat Samsul Ma’arif. Setelah itu, seluruh peserta bersama-sama menyanyikan lagu Indonesia Raya, Ya Lal Wathon, dan Mars Ansor sebagai bentuk kecintaan kepada bangsa sekaligus peneguhan komitmen menjaga nilai-nilai kebangsaan.
BACA JUGA: Sekolah Nasional Terintegrasi Hadir di Jepara, Pendaftaran Mulai Juli 2026
Memasuki inti acara, Sahabat Nadhirin menyampaikan kajian Kitab Wasiyatul Mustofa, yang berisi wasiat Nabi Muhammad SAW kepada Sayyidina Ali.
Dalam penyampaiannya, ia mengajak seluruh peserta merenungkan hakikat menjadi manusia yang bernilai di hadapan Allah SWT.
Ia menjelaskan bahwa sebaik-baik manusia adalah mereka yang mampu memberikan manfaat bagi sesama. Menurutnya, setiap bentuk pengabdian, sekecil apa pun, memiliki nilai ibadah ketika diniatkan untuk kemaslahatan masyarakat.
“Menjadi ketua RT saja misalnya, jika dijalankan dengan penuh tanggung jawab dan memberi manfaat kepada warga, maka itu termasuk amal yang baik di sisi Allah,” ungkapnya.
Sebaliknya, ia mengingatkan bahwa manusia yang paling merugi adalah mereka yang diberi umur panjang, namun tidak diiringi dengan amal kebaikan. Sementara orang yang beruntung adalah mereka yang dipanjangkan usianya sekaligus terus memperbanyak amal saleh.
BACA JUGA: Belum Mengantongi Izin, Dua Tambang di Desa Pancur Dihentikan
Dalam kesempatan tersebut, peserta juga diajak untuk senantiasa menjauhi segala perkara yang diharamkan serta menjaga hati agar tetap dekat dengan Allah SWT. Menurutnya, kebiasaan berkumpul dalam majelis ilmu, dzikir, dan sholawat merupakan salah satu bentuk tirakat di akhir zaman agar keimanan tetap terjaga.
“Semoga kita semua diberi kekuatan untuk terus istiqamah mengikuti ngaji seperti ini,” pesannya.
Rangkaian kegiatan ditutup dengan pembacaan sholawat disertai mahalul qiyam. Seluruh jamaah berdiri bersama melantunkan pujian kepada Rasulullah SAW dengan penuh kekhusyukan, seraya memanjatkan harapan agar memperoleh syafaat Nabi Muhammad SAW serta diberikan kemampuan untuk mengamalkan ajaran beliau dalam kehidupan sehari-hari.
Majelis Dzikir dan Sholawat Rijalul Ansor Ranting Suwawal menjadi pengingat bahwa di tengah derasnya arus kehidupan modern, tradisi berkumpul untuk berdzikir, bersholawat, dan mengaji tetap menjadi oase yang menyejukkan hati sekaligus menguatkan persaudaraan di antara kader Ansor (KA)