Gistara
  • Home
  • Nasional
  • Regional
    • Semarangan
    • Muria
    • Kedu
    • Banyumasan
    • Pantura
    • Solo Raya
  • Politik
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Kolom
    • Opini
    • Risalah
    • Tokoh
    • Cerpen
    • Catatan Redaksi
  • Lainnya
    • Budaya
    • Teknologi
    • Pendidikan
    • Info Grafis
    • Plesir
    • Kuliner
    • Religi
Gistara
  • Home
  • Nasional
  • Regional
    • Semarangan
    • Muria
    • Kedu
    • Banyumasan
    • Pantura
    • Solo Raya
  • Politik
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Kolom
    • Opini
    • Risalah
    • Tokoh
    • Cerpen
    • Catatan Redaksi
  • Lainnya
    • Budaya
    • Teknologi
    • Pendidikan
    • Info Grafis
    • Plesir
    • Kuliner
    • Religi
GISTARA TV
Thursday, October 29, 2026
Top News
Mengenal Rubrik Penerbitan Surat Kabar, dan Majalah
Cuaca Terik, Penjual Es Teh di Jepara Berhamburan
Mengenal Nyai Hindun Anisah, Caleg DPR RI Dapil Demak, Kudus, dan...
Kolam Renang Cinta Candi Liyangan Temanggung Jawa Tengah Terbaru 2022
Fenomena Bodoh Deklarasi Kasyaf Lewat Foto
Ribuan Orang Hadiri Haul Mbah Sahil ke 18, Ini Biografinya
Sejarah Pantai Nampu Wonogiri Jawa Tengah Terbaru 2022
Peringati Hari Ibu, MIDEHA Festival Gelar Lomba Kolaborasi dengan Ibu
Tak Perlu ke Eropa, Main Salju Bisa di Dusun Semilir Bawen
Rancangan Dapil Pemilu 2024 di Jepara Tidak Berubah
Gistara
Gistara
  • Home
  • Nasional
  • Regional
    • Semarangan
    • Muria
    • Kedu
    • Banyumasan
    • Pantura
    • Solo Raya
  • Politik
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Kolom
    • Opini
    • Risalah
    • Tokoh
    • Cerpen
    • Catatan Redaksi
  • Lainnya
    • Budaya
    • Teknologi
    • Pendidikan
    • Info Grafis
    • Plesir
    • Kuliner
    • Religi
Copyright 2021 - All Right Reserved
Muria

Perjalan Keras  Syarifuddin Maulana menuju  Panggung Pewayangan

by Redaksi 28/07/2026
Redaksi 28/07/2026 220 views
Syarifuddin Maulana
220

JEPARA | GISTARA. COM – Seorang seniman asal Jepara dengan penampilan khas berambut gondrong, berkulit sawo matang, dan berbadan berisi. Pria kelahiran 21 April 1994 ini dikenal sebagai pribadi yang tegas, tidak bertele-tele, namun memiliki sisi humoris yang hangat serta sangat menyukai kucing.

Perjalanan hidupnya di dunia seni dibentuk oleh dedikasi tinggi, termasuk pengalamannya mengabdi mencari ilmu kesana kemari, salah satunya dengan ikut mengabdi kepada almarhum Mbah Kasmin di Desa Bondo. Di sela-sela kesibukannya, ia juga menyalurkan kegemarannya melalui hobi menyanyi.

Syarifuddin Maulana tumbuh dan berkembang melalui jalur pendidikan yang terstruktur di tanah kelahirannya. Ia menempuh pendidikan dasar di SD 8 Suwawal, sebelum akhirnya melanjutkan pendidikan menengah di MTs Mathalibul Huda Mlonggo  dan MA Mathalibul Huda.

BACA JUGA: 38 Tokoh Seni Ukir Terima Penghargaan di Malam Anugerah TATAH 2026

Guna memperluas cakrawala berpikirnya, Syarif kemudian melanjutkan pendidikan tinggi di Universitas Nahdlatul Ulama Jepara. Seluruh proses akademik ini turut membentuk fondasi karakter dan kematangannya dalam berpikir serta bertindak.

Terlahir sebagai anak pertama dari tiga bersaudara dalam keluarganya, Syarif merupakan putra dari pasangan Bapak Masriyadi dan Ibu Rumiyati.

Sebagai anak sulung, ia memiliki tanggung jawab membimbing kedua adik perempuannya. Adik pertamanya (anak kedua di keluarga) bernama Dyah Nurcahyani, sedangkan adik bungsunya (anak ketiga) bernama Sukma Ayu Dewi Lestari. Dukungan dari keluarga besar ini menjadi pilar penting dalam perjalanannya berkarier.

BACA JUGA: Situs Langgar Bubrah Diduga Peninggalan Era Ratu Kalinyamat, Bupati Jepara Siap Dukung Pelestarian Cagar Budaya

Kini, Syarif mendedikasikan hidupnya di dunia seni tradisi sebagai seorang seniman dalang. Selain aktif mendalang, ia membagikan ilmunya dengan mengajar di Sanggar Marga Langit dan juga melakoni pekerjaan sampingan sebagai freelance.

Keberhasilannya menjadi seorang dalang profesional merupakan salah satu momen besar dalam hidupnya, yang diraih melalui kerja keras dan ketekunan yang luar biasa.

Perjalanan karier Syarif tidaklah mulus begitu saja. Ia sempat menghadapi hambatan besar ketika berada di titik putus asa karena materi pedalangan yang dirasa sangat sulit untuk dikuasai.

BACA JUGA: Kupas KDMP, PMII Jepara Ingatkan Pentingnya Tata Kelola Profesional

Alih-alih menyerah pada keadaan, hambatan tersebut justru ia jadikan cambuk untuk terus belajar. Berkat usaha yang keras dan tekad yang kuat, Syarif berhasil melewati masa-masa sulit tersebut hingga akhirnya mencapai titik sukses sebagai seorang dalang yang diperhitungkan.

Syarif mempunyai motto hidup, “sinau sing sregep, ojo gampang nyerah, jaman saiki gaenek ing instan,” tuturnya, (26/7/26).

Dari Syarif kita belajar tentang kegigihan dalam belajar dan meraih cita-cita dengan kerja keras, konsisten kita akan mampu menggapai apa yang kita impikan. (KA)

Penulis: Rahayu Kiswara, Mahasiswa Prodi KPI Unisnu Jepara

0 FacebookTwitterPinterestEmail
Redaksi

previous post
38 Tokoh Seni Ukir Terima Penghargaan di Malam Anugerah TATAH 2026
next post
Siti Qomariyah: Mengajar Al-Qur’an bukan Rutinitas tetapi Amanah yang harus Dijaga Sepanjang Hayat

You may also like

Kabar Gembira! Mulai November, RSINU Cakra Medika Mayong Resmi Layani Pasien BPJS Kesehatan

29/10/2026

Peringatan Sumpah Pemuda di Jepara, Jadi Momen Mengenang Perjuangan Atlet Selam Syabila

28/10/2026

PC Muslimat NU Jepara Resmi Dilantik, Menteri PPPA Tekankan Pentingnya Benteng Keluarga dan Perlindungan...

28/10/2026

Antisipasi Konflik,  Bakesbangpol Jepara Petakan Kerawanan Pilpet 2026

27/10/2026

Dr Sukarman Soroti Fenomena Tradisi Buwoh

27/10/2026

Peringati Hari Santri Nasional 2026, PRNU Raguklampitan Gelar Karnaval hingga Pengajian Umum

26/10/2026

Terkini

  • Kabar Gembira! Mulai November, RSINU Cakra Medika Mayong Resmi Layani Pasien BPJS Kesehatan

    29/10/2026
  • Sumpah Pemuda dan Identitas Baru Masyarakat Hindia Belanda

    28/10/2026
  • Peringatan Sumpah Pemuda di Jepara, Jadi Momen Mengenang Perjuangan Atlet Selam Syabila

    28/10/2026
  • PC Muslimat NU Jepara Resmi Dilantik, Menteri PPPA Tekankan Pentingnya Benteng Keluarga dan Perlindungan Anak

    28/10/2026
  • Berikut 16 Rekomendasi Rakernas ke-6 Dewan Pendidikan se-Indonesia 

    28/10/2026
Gistara
  • Home
  • Nasional
  • Regional
    • Semarangan
    • Muria
    • Kedu
    • Banyumasan
    • Pantura
    • Solo Raya
  • Politik
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Kolom
    • Opini
    • Risalah
    • Tokoh
    • Cerpen
    • Catatan Redaksi
  • Lainnya
    • Budaya
    • Teknologi
    • Pendidikan
    • Info Grafis
    • Plesir
    • Kuliner
    • Religi
Sign In

Keep me signed in until I sign out

Forgot your password?

Do not have an account ? Register here

Password Recovery

A new password will be emailed to you.

Have received a new password? Login here

Register New Account

Have an account? Login here