JEPARA | GISTARA. COM – Fakultas Sains dan Teknologi (FST) UNISNU Jepara terus mendorong lahirnya lulusan yang tidak hanya siap bekerja, tetapi juga mampu menciptakan usaha dan menembus pasar internasional. Komitmen tersebut diwujudkan melalui kegiatan Saintekpreneur Goes to Export yang diselenggarakan pada 28 Juli 2026 di Ruang Seminar Saintek UNISNU Jepara.
Program ini dirancang untuk membangun pola pikir ekspor sejak mahasiswa masih berada di bangku kuliah sehingga setelah lulus mereka telah memiliki bekal menjadi pelaku usaha berorientasi global.
Kegiatan dibuka oleh Wakil Dekan III FST UNISNU Jepara, Decky Rochmanto, S.T., M.T. yang menegaskan bahwa lulusan Saintek memiliki potensi besar menjadi technopreneur karena dibekali kemampuan teknologi, rekayasa, dan inovasi.
BACA JUGA: 38 Tokoh Seni Ukir Terima Penghargaan di Malam Anugerah TATAH 2026
Menurutnya, potensi tersebut harus diarahkan agar menghasilkan produk bernilai tambah yang mampu bersaing di pasar internasional sekaligus membuka lapangan pekerjaan baru bagi masyarakat.
Materi pertama disampaikan oleh Ir. H. Gun Sudiryanto, M.M. yang mengajak mahasiswa mengubah cara pandang terhadap dunia usaha.
Ia menekankan bahwa menjadi eksportir bukanlah impian yang mustahil selama memiliki kemauan untuk belajar, bekerja keras, dan terus beradaptasi. Kesuksesan bisnis dibangun melalui proses yang konsisten, dimulai dari usaha kecil hingga berkembang menjadi perusahaan yang siap memasuki pasar global.
Dalam paparannya, Ir. Gun Sudiryanto juga menjelaskan tujuh fondasi membangun bisnis yang siap ekspor, mulai dari menyusun rencana usaha, membangun jaringan, membentuk tim, hingga meningkatkan kemampuan beradaptasi terhadap perubahan pasar dunia.
BACA JUGA: Stop Kebocoran, E-Parkir Resmi Diluncurkan
Mahasiswa didorong untuk tidak takut memulai usaha sejak dini karena pasar internasional terbuka bagi produk yang berkualitas dan dikelola secara profesional.
Semangat tersebut diperkuat oleh pemateri kedua, Sutrisno, S.Sn., seorang eksportir asal Jepara yang membagikan pengalaman nyata membangun bisnis hingga mampu menembus pasar luar negeri.
Kisahnya menjadi inspirasi karena ia berhasil melakukan ekspor hanya dengan memiliki Nomor Induk Berusaha (NIB), tanpa harus mendirikan perusahaan berbentuk CV. Pengalaman tersebut membuktikan bahwa peluang menjadi eksportir tidak hanya dimiliki perusahaan besar, tetapi juga dapat diraih oleh pelaku usaha kecil yang memiliki legalitas, kualitas produk, dan keberanian menjalin relasi bisnis.
Bagi mahasiswa FST, pengalaman praktis tersebut menjadi motivasi bahwa ilmu teknik dan teknologi yang dipelajari di kampus dapat dikembangkan menjadi produk inovatif yang memiliki nilai ekonomi tinggi. Mulai dari produk manufaktur, furnitur, teknologi tepat guna, perangkat digital, hingga hasil rekayasa lainnya memiliki peluang besar untuk dipasarkan ke mancanegara apabila memenuhi standar kualitas dan kebutuhan pasar.
BACA JUGA: Multaqo LMY Kecamatan Jepara 2026 Ditutup, Tebar Kepedulian kepada Anak Yatim dan Guru TPQ
Sebagai tindak lanjut, pada 29 Juli 2026 peserta akan mengikuti praktik pembuatan Nomor Induk Berusaha (NIB) melalui sistem Online Single Submission (OSS) bersama narasumber dari DPMPTSP.
Pelatihan ini memberikan pengalaman langsung kepada mahasiswa mengenai proses legalisasi usaha sebagai langkah awal membangun bisnis yang siap berkembang hingga memasuki pasar ekspor.
Rangkaian kegiatan juga menghadirkan Hidayat Hendra Sasmita, Ketua HIMKI Jepara, yang akan membagikan kisah sukses sebagai eksportir furnitur. Kehadirannya diharapkan membuka wawasan mahasiswa mengenai strategi membangun jejaring internasional, memahami kebutuhan buyer, serta meningkatkan daya saing produk Indonesia di pasar global.
Melalui Saintekpreneur Goes to Export, FST UNISNU Jepara menegaskan visinya untuk melahirkan lulusan yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga berani menjadi pencipta peluang ekonomi. Dengan penguasaan teknologi, inovasi, legalitas usaha, serta pemahaman ekspor sejak di bangku kuliah, mahasiswa Saintek diharapkan mampu tumbuh menjadi generasi eksportir muda yang membawa produk-produk unggulan Jepara dan Indonesia semakin dikenal di pasar dunia. (KA)