Gistara
  • Home
  • Nasional
  • Regional
    • Semarangan
    • Muria
    • Kedu
    • Banyumasan
    • Pantura
    • Solo Raya
  • Politik
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Kolom
    • Opini
    • Risalah
    • Tokoh
    • Cerpen
    • Catatan Redaksi
  • Lainnya
    • Budaya
    • Teknologi
    • Pendidikan
    • Info Grafis
    • Plesir
    • Kuliner
    • Religi
Gistara
  • Home
  • Nasional
  • Regional
    • Semarangan
    • Muria
    • Kedu
    • Banyumasan
    • Pantura
    • Solo Raya
  • Politik
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Kolom
    • Opini
    • Risalah
    • Tokoh
    • Cerpen
    • Catatan Redaksi
  • Lainnya
    • Budaya
    • Teknologi
    • Pendidikan
    • Info Grafis
    • Plesir
    • Kuliner
    • Religi
GISTARA TV
Monday, October 5, 2026
Top News
Mengenal Rubrik Penerbitan Surat Kabar, dan Majalah
Cuaca Terik, Penjual Es Teh di Jepara Berhamburan
Mengenal Nyai Hindun Anisah, Caleg DPR RI Dapil Demak, Kudus, dan...
Kolam Renang Cinta Candi Liyangan Temanggung Jawa Tengah Terbaru 2022
Fenomena Bodoh Deklarasi Kasyaf Lewat Foto
Ribuan Orang Hadiri Haul Mbah Sahil ke 18, Ini Biografinya
Sejarah Pantai Nampu Wonogiri Jawa Tengah Terbaru 2022
Peringati Hari Ibu, MIDEHA Festival Gelar Lomba Kolaborasi dengan Ibu
Tak Perlu ke Eropa, Main Salju Bisa di Dusun Semilir Bawen
Rancangan Dapil Pemilu 2024 di Jepara Tidak Berubah
Gistara
Gistara
  • Home
  • Nasional
  • Regional
    • Semarangan
    • Muria
    • Kedu
    • Banyumasan
    • Pantura
    • Solo Raya
  • Politik
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Kolom
    • Opini
    • Risalah
    • Tokoh
    • Cerpen
    • Catatan Redaksi
  • Lainnya
    • Budaya
    • Teknologi
    • Pendidikan
    • Info Grafis
    • Plesir
    • Kuliner
    • Religi
Copyright 2021 - All Right Reserved
RegionalSemarangan

Raup Untung dari Kriya Bambu Wulung

by Khusnul Arief 06/11/2022
Khusnul Arief 06/11/2022 1.7K views
Raup Untung dari Kriya Bambu Wulung
KRIYA - Aneka kerajinan berbahan bambu yang diproduksi oleh Jazuli Bambu Art, Desa Kalongan, Kecamatan Ungaran Timur, Kabupaten Semarang. (Foto: Arief/Gistara)
1.7K
Raup Untung dari Kriya Bambu Wulung

KRIYA – Raup Untung dari Kriya Bambu Wulung, Aneka kerajinan berbahan bambu yang diproduksi oleh Jazuli Bambu Art, Desa Kalongan, Kecamatan Ungaran Timur, Kabupaten Semarang. (Foto: Arief/Gistara)

UNGARAN | GISTARA.com – Tanaman bambu bagi kebanyakan orang sering dimanfaatkan sebagai bahan bangunan. Tak jarang keberadaannya tidak menarik perhatian dan hanya dipandang sebelah mata. Namun siapa sangka, di tangan Jazuli (47), warga Desa Kalongan RT 8 RW 8, Kecamatan Ungaran Timur, Kabupaten Semarang, bilah-bilah bambu bisa diolah menjadi sebuah karya bernilai ekonomi dan raup untung dari kriya bambu wulung.

Ditemui di kediamannya, Jazuli menceritakan awal mula ia memiliki ide membuat kerajinan berbahan bambu. Waktu itu, ia dibawakan bekal minuman kopi yang ditempatkan di sebuah teko. Saat hendak meminum kopinya ternyata tidak ada gelas. Sehingga ia memotong sebatang bambu pada bagian terdekat pangkal ruasnya sehingga mirip seperti gelas lalu digunakannya untuk menuang kopi. Siapa sangka, berawal dari situlah tercetus ide kreatif membuat pernak-pernik dari bahan bambu.

“Waktu itu memang iseng saja sebenarnya. Lalu coba-coba bikin gelas dari bambu, ternyata respon masyarakat cukup bagus,” ujar Jazuli, Sabtu (5/11/2022).

BACA JUGA: Langgar Estetika dan Nunggak Pajak, Ratusan Reklame di Kabupaten Semarang Dicopot

Ditanya mengenai besaran modal yang digunakannya untuk merintis usahanya itu, ia mengaku hanya modal nekat. Sebab saat itu ia tak mempunyai cukup uang. Kebetulan ia yang juga tukang bangunan, sudah memiliki alat lumayan komplit.

“Murni otodidak, nggak ada pembimbing, belajar lewat youtube. Mau kursus juga nggak ada uang,” bebernya.

Berbekal keterampilan yang sudah dimilikinya sebagai tukang bangunan, ia tak menemui banyak kesulitan. Sebab menurutnya, bambu relatif mudah diolah karena sifatnya yang lentur sehingga gampang dibentuk.

“Alhamdulillah belum menemui kendala yang berarti selama proses produksi,” ungkapnya.

Mengenai pemilihan bahan baku, ia sengaja menggunakan bambu jenis Wulung. Menurutnya, karakteristik bambu Wulung yang unik menjadikan produknya nampak lebih indah.

“Warnanya kan cenderung ungu kehitaman, itu yang bikin unik. Kedua, jika dipoles air sudah mengkilat apalagi kalau sudah kena pernis atau pelitur,” jelasnya.

Saat ini, produk yang dihasilkan meliputi mainan anak-anak, gantungan kunci, gelas, cangkir, teko, kincir air hingga perlengkapan rumah seperti sketsel, meja, kursi dan rak. Kisaran harganya juga bervariasi, mulai dari Rp 5.000 hingga Rp 1,5 juta tergantung besar kecilnya ukuran.

“Souvenir yang kecil seperti gantungan kunci ini harganya Rp 5.000 sampai Rp 10.000. Kincir air kisaran Rp 200 ribu sampai Rp 450 ribu, satu set meja kursi mulai dari Rp 850 ribu sampai Rp 1,5 juta tergantung banyak sedikitnya kursi, kan permintaan macam-macam,” paparnya.

BACA JUGA: Indeks Gemar Baca Lampaui Nasional, Pemkab Semarang Terus Genjot Minat Baca

Sementara Pemerintah Desa Kalongan mendukung penuh terhadap keberlangsungan Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) setempat. Bentuk dukungan itu berupa pemberian fasilitas kepada pelaku UMKM untuk menangkap peluang dengan digerakkannya Desa Wisata Kalongan.

“Pertama, kami buatkan forum UMKM. Kedua, pelaku UMKM kami bantu untuk mendapatkan perijinan Nomor Induk Berusaha (NIB) melalui Online Single Submission (OSS) secara gratis. Selain itu, kita bantu promo dengan menyediakan display di etalase Pasar Sawahan dan media promo desa,” ujar Kepala Desa Kalongan Yarmuji.

Selain fasilitas tersebut, lanjut Yarmuji, pihaknya juga telah membuat program paket kunjungan desa wisata. Dalam program tersebut, para pelaku UMKM dilibatkan sebagai penyedia souvenir, kuliner, dan sebagainya sesuai bidang masing-masing.

“Seperti kemarin, ada rombongan tamu dari Bojonegoro kita sediakan paket wisata alam. Kita jadikan produk UMKM sebagai souvenir. Mereka bayar Rp 100 ribu per orang dapat souvenir dari Jazuli Bambu Art, sehingga produknya terbeli secara langsung,” tuturnya. (Arief/Gistara)

Kriya BambuRaup UntungWulung
0 FacebookTwitterPinterestEmail
Khusnul Arief

previous post
Ejawantahkan Quick Wins Presisi Kapolri, Polres Semarang Terbitkan ‘Lapor Pak’
next post
Wakil DPRD Jepara: Secara Ekonomi Lumayan Mapan, Tetapi Fakta Data Stunting Di Jepara Tinggi

You may also like

Dongkrak Ekonomi Rumah Tangga, Sumarwati Ajak Ubah Limbah Usaha Jadi Barang Bernilai

21/09/2026

Festival Literasi Jateng 2026,  Gelorakan Budaya Baca Gen Z

12/09/2026

Bahas Isu Kontemporer dan Kebijakan Nasional, PWNU Jawa Tengah Gelar Bahtsul Masail Ke-6

22/08/2026

HUT ke-81 Jateng, Dekranasda Jepara Kenalkan Produk Unggulan dan Budaya Lokal 

21/08/2026

Keseruan Mahasiswa Asing Belajar Ukir di Jepara

20/08/2026

Tiga Kampus NU Perkuat KKN Kolaborasi di Karimunjawa, Dorong Pemberdayaan Berbasis Potensi Lokal

20/08/2026

Terkini

  • Gentur Ajak Masyarakat Manfaatkan AI Berlandaskan Nilai-Nilai Islam

    05/10/2026
  • Keren! Pemkab Jepara Sabet Penghargaan JDIH dengan Progres Pencapaian Terbaik

    05/10/2026
  • El Niño Sangat Kuat, BMKG Prediksi Musim Hujan 2026/2027 Datang Terlambat

    04/10/2026
  • Gus Nabil Ajak Jama’ah untuk Bersikap Tawadu’, Bersyukur dan Perbanyak Istigfar

    04/10/2026
  • MES Jateng Didorong Jadi Penggerak Ekonomi Syariah dan UMKM

    04/10/2026
Gistara
  • Home
  • Nasional
  • Regional
    • Semarangan
    • Muria
    • Kedu
    • Banyumasan
    • Pantura
    • Solo Raya
  • Politik
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Kolom
    • Opini
    • Risalah
    • Tokoh
    • Cerpen
    • Catatan Redaksi
  • Lainnya
    • Budaya
    • Teknologi
    • Pendidikan
    • Info Grafis
    • Plesir
    • Kuliner
    • Religi
Sign In

Keep me signed in until I sign out

Forgot your password?

Do not have an account ? Register here

Password Recovery

A new password will be emailed to you.

Have received a new password? Login here

Register New Account

Have an account? Login here