Gistara
  • Home
  • Nasional
  • Regional
    • Semarangan
    • Muria
    • Kedu
    • Banyumasan
    • Pantura
    • Solo Raya
  • Politik
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Kolom
    • Opini
    • Risalah
    • Tokoh
    • Cerpen
    • Catatan Redaksi
  • Lainnya
    • Budaya
    • Teknologi
    • Pendidikan
    • Info Grafis
    • Plesir
    • Kuliner
    • Religi
Gistara
  • Home
  • Nasional
  • Regional
    • Semarangan
    • Muria
    • Kedu
    • Banyumasan
    • Pantura
    • Solo Raya
  • Politik
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Kolom
    • Opini
    • Risalah
    • Tokoh
    • Cerpen
    • Catatan Redaksi
  • Lainnya
    • Budaya
    • Teknologi
    • Pendidikan
    • Info Grafis
    • Plesir
    • Kuliner
    • Religi
GISTARA TV
Friday, October 9, 2026
Top News
Mengenal Rubrik Penerbitan Surat Kabar, dan Majalah
Cuaca Terik, Penjual Es Teh di Jepara Berhamburan
Mengenal Nyai Hindun Anisah, Caleg DPR RI Dapil Demak, Kudus, dan...
Kolam Renang Cinta Candi Liyangan Temanggung Jawa Tengah Terbaru 2022
Fenomena Bodoh Deklarasi Kasyaf Lewat Foto
Ribuan Orang Hadiri Haul Mbah Sahil ke 18, Ini Biografinya
Sejarah Pantai Nampu Wonogiri Jawa Tengah Terbaru 2022
Peringati Hari Ibu, MIDEHA Festival Gelar Lomba Kolaborasi dengan Ibu
Tak Perlu ke Eropa, Main Salju Bisa di Dusun Semilir Bawen
Rancangan Dapil Pemilu 2024 di Jepara Tidak Berubah
Gistara
Gistara
  • Home
  • Nasional
  • Regional
    • Semarangan
    • Muria
    • Kedu
    • Banyumasan
    • Pantura
    • Solo Raya
  • Politik
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Kolom
    • Opini
    • Risalah
    • Tokoh
    • Cerpen
    • Catatan Redaksi
  • Lainnya
    • Budaya
    • Teknologi
    • Pendidikan
    • Info Grafis
    • Plesir
    • Kuliner
    • Religi
Copyright 2021 - All Right Reserved
KolomRisalah

Tokoh: Buku dan Solo

by Bandung Mawardi 14/02/2023
Bandung Mawardi 14/02/2023 642 views
Pengarang Tua dan Novel Lama
Bandung Mawardi / Pegiat literasi di Kuncen Bilik Literasi, Karanganyar, Jawa Tengah. (Foto: Alenia.ID)
642
Pengarang Tua dan Novel Lama

Bandung Mawardi / Pegiat literasi di Kuncen Bilik Literasi, Karanganyar, Jawa Tengah. (Foto: Alenia.ID)

Kita mengenal deretan nama intelektual atau cendekiawan di Indonesia membentuk biografi dengan buku-buku selama ribuan hari. Mereka membeli buku. Mereka mendapat hadiah buku. Mereka menulis buku-buku. Hari demi hari berganti, koleksi mereka mencapai ribuan atau puluhan ribu buku.

Pada saat masih hidup, buku-buku itu digunakan untuk menghasilkan tulisan-tulisan. Buku-buku menjadi bekal memberi ceramah-ceramah. Di rumah mereka, buku-buku menjadi pemandangan lazim meski selalu saja menakjubkan. Konon, buku-buku tak bakal langgeng berada di rumah. Pada suatu hari, intelektual atau cendekiawan itu pamit dari dunia, koleksi buku kadang berpindah tempat. Buku-buku mungkin dititipkan atau dihibahkan ke perpustakaan besar. Buku-buku mungkin dirawat oleh komunitas dengan mendirikan tempat penghormatan. Warisan buku-buku dipelajari publik dan acuan nostalgia. Kita pun lumrah mendapat berita koleksi para intelektual atau cendekiawan berada di penampungan rongsokan atau dagangan di pasar buku bekas.

Pada 4 Februari 2023, pedagang buku di media sosial dengan inisial ES menampilkan foto-foto buku. Kita melihat buku-buku berantakan dan kardus-kardus. Pemandangan berantakan membuat kita tersentak. Ia menampilkan foto stempel di buku. Di situ, terbaca: “Prof. Dr. Nurcholis Madjid Library.” Kotak memuat data buku juga terlihat. Stempel berwarna biru membuat kita terharu. Buku-buku pernah menjadi koleksi dan dibaca itu berpindah tempat. Buku dilihat sebagai dagangan. Foto-foto mengingatkan bahwa buku-buku berantakan itu pernah menjadi koleksi Cak Nur (Nurcholis Madjid). Sosok rajin menulis dan berceramah. Kita menghormati keampuhan intelektual dengan membaca puluhan judul buku sering diterbitkan oleh Mizan dan Paramadina.

Kita tak melupa Cak Nur. Kita justru makin ingat setelah melihat buku-buku itu menjadi dagangan ditawarkan di media sosial. Buku-buku telah berpisah dari Cak Nur, meninggalkan jejak-jejak tak cuma stempel.

BACA JUGA: Pengarang Tua dan Novel Lama

Sekian menit berlalu, ES membuat pengumuman setelah menghapus foto-foto telanjur diunggah. Pengumuman singkat: “Maaf, kawan FB, bukunya sang prof… sudah dibeli oleh yang tak mau disebutkan namanya tetapi perlu buat dokumentasi kata beliau.” Kalimat masih agak mudah dimengerti. Pedagang agak sopan dengan mengetik titik-titik, bukan nama terang.

Koleksi buku sudah dibeli orang tanpa mau diketahui nama. Dalih terbesar: dokumentasi. Ia tak tega bila buku-buku itu dibeli sekian orang dan bergerak ke alamat-alamat berbeda. Kita tak membaca keterangan tentang mufakat harga untuk buku-buku pernah menjadi koleksi Cak Nur. Kita mengangguk atas keputusan orang membeli semua untuk dokumentasi. Ia melakukan penghormatan setelah kita sempat tersentak dan penasaran.

Kita mendingan mengingat penjelasan Nurcholis Madjid dimuat dalam buku Kaki Langit Peradaban Islam (1997). Di situ, ia membahas masjid dan etos membaca. Penjelasan-penjelasan mengandung kritik tapi bermaksud memicu kesadaran umat Islam. Ia berpendapat: “Kemunduran umat Islam di seluruh dunia sekarang ini antara lain adalah akibat rendahnya minat membaca, yang mengakibatkan terjadinya kemasabodohan (obskurantisme), yang membuat mereka (umat Islam) tidak lagi memiliki kreativitas ilmiah seperti yang dulu pernah ada pada generasi-generasi pertama kaum muslim. Mereka kehilangan kemampuan membuat terobosan-terobosan baru, dan menjadi puas hanya dengan memelihara apa yang sudah ada dalam warisan, tanpa keberanian mengembangkan ke arah yang lebih maju.”

Kalimat-kalimat itu dibuat Cak Nur. Kita pun biasa mendapat seruan dengan kemiripan peringatan tentang umat Islam abad XX malas membaca buku dan miskin pengalaman bacaan. Keluhan dan kecewa disampaikan dalam pelbagai tulisan dan acara. Peristiwa membaca itu peristiwa sulit terjadi saat dunia terlalu berubah. Cak Nur ingin pemunculan dan penguatan etos pembaca berpusat atau mengacu di masjid. Usulan berkaitan tilikan sejarah dan perkembangan peradaban Islam di pelbagai benua.

BACA JUGA: Kamus 70 Tahun

Kita beralih ke pendapat (umum) mengenai misi dan dampak membaca meski agak klise: “Membaca adalah kegiatan manusia yang paling produktif, sebab dengan membaca orang dapat melakukan penjelajahan bebas ke mana-mana, ke daerah-daerah (ilmu pengetahuan) yang belum dikenal. Membaca adalah kegiatan memahami apa yang tertulis. Dan apa yang tertulis itu, yaitu kitab-kitab atau buku-buku serta dokumen-dokumen lainnya, adalah simpanan ilmu pengetahuan dan akumulasi pengalaman umat manusia sepanjang sejarahnya.”

Kita gampang memberi mufakat. Tulisan lama itu terbaca lagi sambil berpikir nasib koleksi buku Cak Nur dan koleksi buku para cendekiawan di Indonesia. Koleksi buku-buku terduga tak betah berada di rumah. Koleksi kadang berpindah tempat bukan ke perpustakaan tapi dimengerti sebagai dagangan di pasar buku bekas.

Dulu, Cak Nur suka mengunjungi pasar buku bekas. Ia memiliki kenangan indah di Solo. Kenangan itu terdapat dalam buku berjudul Hidupku Bersama Cak Nur (2015) berisi catatan Omi Komaria-Madjid. Kita diajak mengenang Cak Nur saat masih muda dan mengalami hari-hari untuk membuat janji suci bersama Omi Komaria dalam pernikahan.

Pada suatu Hari, Omi kuliah di Solo. Cak Nur datang dari Jakarta ingin bertemu demi mewujudkan impian menikahi Omi. Cak Nur mengajak teman untuk mengajak Omi jalan-jalan. Semula, Omi ikut dengan terpaksa gara-gara harus meninggalkan kuliah.

BACA JUGA: Tokoh, Jalan, Tembang

Peristiwa indah ditandai buku. Kita membaca catatan Omi: “Di siang yang terik, kami bertiga berjalan menyusuri Jalan Slamet Riyadi. Kami mampir di pasar buku bekas karena Cak Nur ingin membeli buku-buku berbahasa Jawa. Cak Nur membeli buku-buku berbahasa dengan aksara Jawa pula. Sambil melihat-lihat buku, dia mengatakan ingin menulis buku dengan bahasa Jawa karena ia khawatir bahasa Jawa akan punah.” Cak Nur saat muda memiliki perhatian besar tentang Jawa. Pada masa berbeda, ia mungkin gagal mewujudkan keinginan menulis buku bertema Jawa.

Omi masih mencatat kenangan: “Tidak terasa kami berjalan sepanjang tiga kilometer di hari yang panas itu. Setelah membeli buku-buku, kami melanjutkan perjalanan ke alun-alun, kemudian ke Pasar Klewer.” Di Solo, Cak Nur menjumpai gadis pujaan. Ia pun memerlukan mengikuti gairah keintelektualan dengan berbelanja buku-buku bekas. Pada saat masih muda, koleksi buku mungkin ratusan. Pada saat ia telah menjadi cendekiawan besar dan berpengaruh, koleksi pasti mencapai ribuan buku.

Kini, kita mengenang Nurcholish Madjid sambil berharapan buku-buku selamat. Koleksi buku bisa menjadi bukti ketekunan membaca dan menghasilkan tulisan-tulisan. Pembeli tanpa mau disebutkan nama untuk dagangan buku-buku berstempel koleksi Nurcholis Madjid melakukan tindakan heroik untuk pemuliaan tokoh dan buku. Begitu.

BukuSolo
0 FacebookTwitterPinterestEmail
Bandung Mawardi

previous post
Niat Cari Jamur, Malah Temukan Mayat di Tengah Kebun Kopi
next post
Ferdy Sambo Dijatuhi Hukuman Pidana Mati, Pengacara Pertimbangkan Banding

You may also like

Cinta Mata Cinta Jendela Dunia

02/11/2025

Ahmad Mi’an: Mengukir Jalan Menuju Generasi Qur’ani

31/07/2025

Kasemun: dari Lumpur Sawah ke Balai Desa

29/07/2025

KH. Nasta’in: dari Sawah ke Panggung Dakwah

28/07/2025

Muladi: dari Perantau hingga Jadi Pemimpin Desa

27/07/2025

Suratno: Sang Guru Sederhana, Mengabdi Sepanjang Usia

26/07/2025

Terkini

  • DPC PKB Jepara 2026-2031 Dikukuhkan, Targetkan Tambah Kursi DPRD

    09/10/2026
  • Wakil Bupati Jepara M. Ibnu Hajar Monitoring Ujicoba MBG Prasmanan, Soroti Kebersihan dan Keamanan Pangan

    08/10/2026
  • Dosen PAI FTIK UNISNU Jepara Go International, Berbagi Ilmu Pendidikan hingga Malaysia

    08/10/2026
  • TBM dan KB Isykarima Banjaragung Gelar Parenting Education, Kaji Pola Asuh Disiplin Positif

    08/10/2026
  • Festival Literasi Jepara 2026: Literasi Menyala, Jepara Punya Cerita

    08/10/2026
Gistara
  • Home
  • Nasional
  • Regional
    • Semarangan
    • Muria
    • Kedu
    • Banyumasan
    • Pantura
    • Solo Raya
  • Politik
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Kolom
    • Opini
    • Risalah
    • Tokoh
    • Cerpen
    • Catatan Redaksi
  • Lainnya
    • Budaya
    • Teknologi
    • Pendidikan
    • Info Grafis
    • Plesir
    • Kuliner
    • Religi
Sign In

Keep me signed in until I sign out

Forgot your password?

Do not have an account ? Register here

Password Recovery

A new password will be emailed to you.

Have received a new password? Login here

Register New Account

Have an account? Login here