JEPARA | GISTARA.COM – Kedai Juice vit menjadi pilihan utama warga dan pelajar di kawasan Tahunan, Jepara, dengan menyajikan minuman segar berkualitas yang terbuat dari buah asli, namun dibanderol dengan harga sangat terjangkau.
Usaha yang berlokasi di Tendox Sari RT03/RW06, Kecamatan Tahunan ini ramai dikunjungi, mengingat posisinya yang strategis berdekatan dengan TPQ Miftahul Jinan 2 dan SD Negeri 2 Tahunan.
Dikelola langsung oleh Fitri Heryana Setya Alamanda, kedai ini resmi berdiri dan mulai beroperasi sejak tahun 2025. Ide mendirikan usaha kuliner ini muncul karena lokasi tersebut padat penduduk dan banyak sekolah, namun jarang ditemukan penjual minuman jus buah segar serupa, sehingga peluang pasarnya sangat terbuka lebar.
“Konsep utama kami menyajikan minuman sehat dan segar. Keunggulannya jelas, harganya terjangkau dan kualitas jus kami terjamin karena terbuat dari 80% buah asli, bukan sekadar perasa atau sirup buatan,” ungkap Fitri saat ditemui di kedainya, (7/5/2026).
BACA JUGA: PMII Soroti Akses dan Kualitas Pendidikan Jepara
Menu yang paling diminati pelanggan dan menjadi andalan adalah Jus Alpukat dan Jus Mangga. Proses pembuatannya pun sangat cepat, hanya memakan waktu sekitar 5 menit saja hingga siap disajikan. Kisaran harga yang ditawarkan pun sangat bersahabat, yakni antara Rp5.000 hingga Rp10.000 saja untuk semua varian menu.
“Bahan baku buah kami ambil dari toko buah langganan. Untuk menjaga kesegaran, sisa bahan yang belum terolah pasti langsung dimasukkan ke kulkas segera setelah kedai tutup,” jelasnya.
Dalam pelayanan, sistem yang diterapkan adalah beli langsung dibuat di tempat, namun pihak kedai juga melayani pesanan khusus maupun katering sesuai permintaan. Soal kebersihan dan higienitas, Fitri sangat ketat menerapkan standar. Setiap selesai membuat jus, seluruh peralatan langsung dicuci bersih. Khusus blender, wajib dicuci menggunakan air panas agar benar-benar bersih dan aman digunakan kembali.
Mayoritas pelanggan yang berdatangan adalah pelajar, pekerja, orang yang melintas, hingga warga masyarakat setempat. Meskipun jam kedatangan pembeli tidak menentu, kedai ini tetap menjadi langganan karena di wilayah tersebut belum ada pesaing serupa, baik pedagang biasa maupun layanan pesan antar daring.
Menjalani usaha ini tentu tidak lepas dari tantangan. Kendala terbesar yang kerap dihadapi adalah saat musim hujan tiba, di mana jumlah pembeli cenderung menurun drastis. Selain itu, kenaikan harga bahan pokok juga ikut mempengaruhi operasional. Menghadapi hal tersebut, Fitri harus sedikit menaikkan harga jual dan mengurangi porsi pada beberapa menu agar usaha tetap berjalan namun tidak terlalu memberatkan pelanggan.
BACA JUGA: Wujudkan Jalan Jepara Mulus, Bupati Jepara Alokasikan Rp 200 Miliar Pertahun
Untuk memperluas jangkauan pasar, promosi dilakukan secara sederhana namun efektif, yaitu hanya melalui media sosial WhatsApp dengan cara membuat status dan mengandalkan informasi dari mulut ke mulut. Kini, Kedai Juice vit pun mulai berinovasi menghadirkan menu makanan ringan baru seperti sosis goreng, nugget, dan cireng untuk melengkapi pilihan pelanggan.
Ke depannya, Fitri memiliki harapan besar bagi usahanya. Ia berencana membesarkan tempat usaha dan bertekad menjadikan Kedai Juice vit ini sebagai warung tetap yang lebih luas dan nyaman bagi pembeli.
Salah satu pelanggan setia yang sudah berlangganan sejak kedai ini berdiri mengaku sangat puas dengan pelayanan dan rasa yang ditawarkan. “Menu favorit saya cireng dan jus buah. Saya memilih jajan di sini karena harganya relatif murah dan rasanya enak,” ujarnya.
Kehadiran Kedai Juice vit membuktikan bahwa usaha kuliner skala kecil mampu bertahan dan berkembang jika mengutamakan kualitas bahan, kebersihan, dan harga yang bersahabat di tengah masyarakat. (KA/Lyn)