Pengajian Sedekah Bumi Suwawal,  Ajak Warga Menjaga Tradisi dan Perbanyak Sedekah

Warga Suwawal mengikuti pengajian umum dalam rangka sedekah bumi di Aula Balai Desa

JEPARA | GISTARA. COM  – Suasana religius menyelimuti Aula Balai Desa Suwawal pada Kamis malam (4/6/2026). Ratusan warga bersama tokoh agama, tokoh masyarakat, pengurus Nahdlatul Ulama (NU),  memadati lokasi untuk mengikuti Pengajian Umum dalam rangka Sedekah Bumi Desa Suwawal.

Kegiatan yang merupakan hasil kerja sama antara Pemerintah Desa Suwawal dan Pengurus Ranting NU Desa Suwawal ini dimulai pukul 19.30 WIB dengan rangkaian acara tahlil, sambutan petinggi Desa Suwawal, pembacaan ayat suci Al-Qur’an oleh Qori Ahmad, siswa MI Islamiyah Suwawal 02,  ngaji Kitab Sulam Taufiq yang dibacakan oleh Ustaz Kholiq, dan mauidzah hasanah oleh KH. Muhammad  Nasikhin.

Hadir dalam kegiatan tersebut warga Desa Suwawal, tokoh agama, tokoh masyarakat, anggota BPD, para Ketua RT dan RW, Pengurus NU Suwawal, Ansor-Banser, Fatayat NU, Muslimat NU, serta kader IPNU-IPPNU.

Petinggi Desa Suwawal, H. Arief Ma’shum, S.Pd, dalam sambutannya,  menyampaikan rasa syukur dan terima kasih kepada seluruh elemen masyarakat yang telah mendukung terselenggaranya rangkaian kegiatan Sedekah Bumi tahun ini.

BACA JUGA: BAZNAS Jepara Tegaskan Zakat ASN Berlandaskan Aturan, Nisab Baru Rp5 Juta per Bulan

“Pengajian umum ini merupakan bagian dari rangkaian kegiatan Sedekah Bumi Desa Suwawal. Saya mengucapkan matur nuwun sanget kepada seluruh tokoh masyarakat, tokoh agama, dan warga yang telah memberikan dukungan,” ujarnya.

Arief juga menyampaikan permohonan maaf apabila masih terdapat kekurangan dalam pelaksanaan kegiatan tersebut. Ia berharap tradisi yang telah diwariskan turun-temurun itu dapat terus dilaksanakan dengan lebih baik di masa mendatang.

“Nyuwun agunging pangapunten atas segala kekurangan selama kegiatan berlangsung. Kami juga mohon doa restu agar kegiatan-kegiatan desa ke depan bisa semakin baik,” katanya.

Pada kesempatan itu, Arief turut memohon doa dari masyarakat agar dapat menuntaskan amanah kepemimpinannya hingga akhir masa jabatan pada Desember 2027.

“Saya mohon doa semoga dapat melaksanakan tugas sampai akhir jabatan dengan baik dan memperoleh khusnul khatimah,” tambahnya.

KH. Muhammad Nasikhin memberikan mauidzoh hasanah

Sementara itu, dalam mauidzah hasanahnya, KH Muhammad Nasikhin mengajak masyarakat untuk giat  mengaji dan  juga giat mencari keberkahan melalui kedekatan dengan orang-orang saleh.

“Ketika aku mencari ilmu, aku mendapatkannya dari kitab. Tetapi ketika aku mencari barokah, aku mendapatkannya dari orang-orang sholihin,” tuturnya di hadapan jamaah.

Menurutnya, salah satu tanda keberkahan adalah semakin bertambahnya manfaat seseorang bagi orang lain. Ia juga mengingatkan pentingnya menjaga ilmu dan harta dengan cara yang diajarkan para ulama.

“Ikatlah ilmu dengan tulisan, dan ikatlah harta dengan sedekah,” pesannya.

BACA JUGA: Jalur Alternatif Duplak–Sumanding Diresmikan, Gerakkan Pertumbuhan Ekonomi Desa 

KH Ahmad Nasikhin menegaskan bahwa sedekah tidak akan mengurangi harta seseorang. Sebaliknya, sedekah justru menjadi jalan datangnya keberkahan dan tambahan rezeki.

Ia kemudian mencontohkan keteladanan Syekh Abdul Qadir Jailani yang dikenal sebagai wali besar karena memiliki sifat dermawan, berhati bersih, dan tawaduk.

“Orang yang dermawan memiliki harapan menjadi wali. Ketika melihat orang lain mendapatkan rezeki, hendaknya ikut berbahagia dan mengucapkan Alhamdulillah,” ungkapnya.

Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa tradisi Sedekah Bumi bukan sekadar kegiatan seremonial, melainkan juga sarana mempererat kebersamaan masyarakat sekaligus memanjatkan doa agar desa senantiasa diberikan keselamatan dan keberkahan.

“Sedekah bumi berfungsi sebagai ikhtiar tolak balak, memohon kesehatan, memohon agar keturunan menjadi anak-anak yang saleh dan salehah. Karena itu, sebaiknya pendanaannya berasal dari sedekah warga sebagai bentuk kebersamaan,” tuturnya.

Pengajian umum tersebut berlangsung khidmat, Warga tampak antusias mengikuti setiap rangkaian acara sebagai wujud syukur atas nikmat yang diberikan Allah SWT sekaligus menjaga tradisi luhur yang telah menjadi bagian dari kehidupan masyarakat Desa Suwawal. (KA)

Related posts

Ngopi Bareng Petinggi, Bupati Jepara Tegaskan Pembangunan Infrastruktur Jalan menjadi  Prioritas

Penemuan Mayat Persawahan Jepara Terungkap, Begini Kata Ahli Forensik 

Sensus Ekonomi 2026, Tekankan Pentingnya Data Akurat