Gistara
  • Home
  • Nasional
  • Regional
    • Semarangan
    • Muria
    • Kedu
    • Banyumasan
    • Pantura
    • Solo Raya
  • Politik
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Kolom
    • Opini
    • Risalah
    • Tokoh
    • Cerpen
    • Catatan Redaksi
  • Lainnya
    • Budaya
    • Teknologi
    • Pendidikan
    • Info Grafis
    • Plesir
    • Kuliner
    • Religi
Gistara
  • Home
  • Nasional
  • Regional
    • Semarangan
    • Muria
    • Kedu
    • Banyumasan
    • Pantura
    • Solo Raya
  • Politik
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Kolom
    • Opini
    • Risalah
    • Tokoh
    • Cerpen
    • Catatan Redaksi
  • Lainnya
    • Budaya
    • Teknologi
    • Pendidikan
    • Info Grafis
    • Plesir
    • Kuliner
    • Religi
GISTARA TV
Monday, September 14, 2026
Top News
Mengenal Rubrik Penerbitan Surat Kabar, dan Majalah
Cuaca Terik, Penjual Es Teh di Jepara Berhamburan
Mengenal Nyai Hindun Anisah, Caleg DPR RI Dapil Demak, Kudus, dan...
Kolam Renang Cinta Candi Liyangan Temanggung Jawa Tengah Terbaru 2022
Fenomena Bodoh Deklarasi Kasyaf Lewat Foto
Ribuan Orang Hadiri Haul Mbah Sahil ke 18, Ini Biografinya
Peringati Hari Ibu, MIDEHA Festival Gelar Lomba Kolaborasi dengan Ibu
Sejarah Pantai Nampu Wonogiri Jawa Tengah Terbaru 2022
Tak Perlu ke Eropa, Main Salju Bisa di Dusun Semilir Bawen
Rancangan Dapil Pemilu 2024 di Jepara Tidak Berubah
Gistara
Gistara
  • Home
  • Nasional
  • Regional
    • Semarangan
    • Muria
    • Kedu
    • Banyumasan
    • Pantura
    • Solo Raya
  • Politik
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Kolom
    • Opini
    • Risalah
    • Tokoh
    • Cerpen
    • Catatan Redaksi
  • Lainnya
    • Budaya
    • Teknologi
    • Pendidikan
    • Info Grafis
    • Plesir
    • Kuliner
    • Religi
Copyright 2021 - All Right Reserved
Religi

Menjadi Lebih Baik Setiap Hari, Belajar dari Teknik Industri

by Redaksi 14/09/2026
Redaksi 14/09/2026 2 views
Ilustrasi bersedekah
2

JEPARA | GISTARA. COM – Suasana siang setelah shalat Zuhur di lingkungan Universitas Islam Nahdlatul Ulama (Unisnu) Jepara terasa teduh. Para jamaah tidak langsung beranjak dari tempat ibadah. Mereka tetap menyimak dengan penuh perhatian kultum yang disampaikan Gunawan Mohammad, Ketua Program Studi Teknik Industri Fakultas Sains dan Teknologi (FST) Unisnu Jepara, Senin (14/9/2026).

Dalam kultumnya, Gunawan mengajak jamaah melihat kehidupan dari sudut pandang yang mungkin terdengar tidak biasa, yakni melalui perspektif Teknik Industri. Menurutnya, ilmu Teknik Industri tidak hanya berkaitan dengan sistem, mesin, material, metode, waktu, biaya, kualitas, dan produktivitas, tetapi juga mengajarkan bagaimana sebuah proses dapat terus diperbaiki.

“Bagaimana sebuah proses dapat dibuat menjadi lebih baik?” ujar Gunawan mengawali refleksinya.

Pertanyaan tersebut, menurut Gunawan, tidak hanya relevan dalam dunia industri, tetapi juga dalam kehidupan manusia. Ia mengajak jamaah untuk bertanya kepada diri sendiri tentang bagaimana menjadi pribadi yang lebih baik dibandingkan hari sebelumnya.

BACA JUGA: 21 Dapur MBG di Jepara Disidak Serentak Dini Hari, Dari Bahan Baku hingga IPAL Diperiksa

Gunawan menjelaskan bahwa dalam Teknik Industri, seorang engineer tidak hanya melihat hasil akhir, tetapi juga menelusuri proses yang menghasilkan suatu produk. Ketika kualitas sebuah produk tidak sesuai harapan, misalnya, perlu dicari penyebabnya, mulai dari bahan baku, metode, mesin, sumber daya manusia, hingga standar kerja.

Menurutnya, prinsip tersebut juga dapat diterapkan dalam kehidupan. Ketika seseorang merasa kehidupannya belum sesuai harapan, yang perlu dilakukan bukan hanya menyalahkan keadaan, tetapi juga mengevaluasi proses yang selama ini dijalani.

Ia mengajak jamaah untuk mengevaluasi proses ibadah, belajar, bekerja, menggunakan waktu, hingga memperlakukan orang lain. Bisa jadi, persoalan yang dihadapi bukan semata-mata terletak pada hasil, melainkan ada proses yang perlu diperbaiki.

Gunawan kemudian mengaitkan refleksi tersebut dengan firman Allah SWT dalam QS. Al-Hasyr ayat 18 yang memerintahkan orang beriman untuk memperhatikan apa yang telah diperbuat sebagai persiapan menghadapi hari esok.

BACA JUGA: Pemkab Jepara Ajak Warga Kenali Rokok Ilegal, Ada Risiko Hukum Pidana bagi Pembuat dan Pengedar

Ia menjelaskan bahwa ayat tersebut mengandung pesan penting tentang muhasabah, yaitu mengevaluasi apa yang telah dilakukan dan mempersiapkan diri untuk masa depan.

“Kalau kita tarik ke dalam perspektif Teknik Industri, muhasabah adalah evaluasi terhadap proses kehidupan,” jelasnya.

Pembahasan kemudian diarahkan pada konsep continuous improvement atau perbaikan berkelanjutan. Gunawan menjelaskan bahwa dalam Teknik Industri, perbaikan tidak harus selalu dilakukan dalam bentuk perubahan besar. Perubahan kecil yang dilakukan secara konsisten justru dapat menghasilkan dampak yang berarti.

Menurutnya, prinsip tersebut selaras dengan ajaran Rasulullah SAW tentang pentingnya konsistensi dalam beramal. Ia mengutip hadis riwayat Bukhari yang menjelaskan bahwa amal yang paling dicintai Allah adalah amal yang dilakukan secara konsisten meskipun jumlahnya sedikit.

Karena itu, Gunawan mengingatkan jamaah agar tidak meremehkan kebaikan kecil. Membaca Al-Qur’an satu halaman setiap hari, menjaga salat, bersedekah, belajar, memperbaiki akhlak, maupun meningkatkan kualitas pekerjaan merupakan bentuk perbaikan yang dapat dilakukan secara terus-menerus.

“Sedikit lebih baik, tetapi terus-menerus, jauh lebih bermakna daripada semangat besar yang hanya bertahan sesaat,” katanya.

Gunawan juga mengajak jamaah memahami konsep efektivitas dalam kehidupan. Dalam perspektif Teknik Industri, efektivitas berkaitan dengan kemampuan melakukan hal yang tepat untuk mencapai tujuan.

Karena itu, menurutnya, seorang Muslim tidak cukup hanya bertanya apakah dirinya sibuk, tetapi juga perlu mempertanyakan apakah kesibukannya mengarah pada sesuatu yang diridai Allah SWT.

Ia mengingatkan bahwa banyak aktivitas tidak selalu berarti produktif. Seseorang dapat memiliki banyak pekerjaan, rapat, proyek, dan kegiatan, tetapi tetap perlu memastikan bahwa aktivitas tersebut memberikan nilai dan manfaat.

“Sibuk belum tentu produktif. Banyak aktivitas belum tentu efektif,” tegas Gunawan.

Ia kemudian mengaitkannya dengan QS. An-Nahl ayat 90 tentang perintah Allah untuk berlaku adil dan berbuat kebajikan atau ihsan. Menurut Gunawan, kehidupan seorang Muslim seharusnya tidak hanya dipenuhi aktivitas, tetapi juga memiliki nilai dan memberikan manfaat bagi orang lain.

Gunawan Mohammad, Ketua Program Studi Teknik Industri Fakultas Sains dan Teknologi (FST) Unisnu Jepara

Dalam bagian berikutnya, Gunawan menjelaskan bahwa Teknik Industri mengajarkan pentingnya melihat berbagai unsur sebagai sebuah sistem yang saling berkaitan. Manusia, mesin, material, metode, lingkungan, informasi, dan waktu tidak dapat dipandang secara terpisah.

Ia kemudian menarik prinsip tersebut ke dalam kehidupan manusia. Ibadah, menurutnya, memiliki hubungan dengan akhlak. Akhlak memengaruhi hubungan dengan orang lain, sementara hubungan dengan orang lain turut membentuk lingkungan kehidupan.

Atas dasar itu, Gunawan mengingatkan jamaah agar tidak memisahkan kehidupan dunia dan akhirat secara berlebihan. Menurutnya, berbagai aktivitas duniawi dapat bernilai ibadah apabila dilakukan dengan niat yang benar, cara yang benar, dan memberikan manfaat.

“Bekerja bisa menjadi ibadah. Belajar bisa menjadi ibadah. Mengajar bisa menjadi ibadah. Menjadi engineer bisa menjadi ibadah,” tuturnya.

BACA JUGA: Kafilah Jepara Resmi Dilepas ke MTQ Nasional,  Pemkab Siapkan Reward bagi Peraih Juara

Menjelang akhir kultum, Gunawan mengingatkan bahwa konsep efisiensi dalam Teknik Industri tidak semestinya dipahami hanya sebagai upaya mendapatkan hasil sebanyak-banyaknya dengan sumber daya sesedikit mungkin.

Menurutnya, Islam memberikan dimensi yang lebih luas. Kehidupan tidak hanya diarahkan pada pencapaian output maksimal dan biaya minimal, tetapi juga pada manfaat yang maksimal, kemudaratan yang minimal, serta proses yang halal dan diridai Allah SWT.

Ia menyebut keberkahan sebagai sesuatu yang tidak selalu dapat diukur dengan angka. Keuntungan besar belum tentu menghadirkan keberkahan apabila diperoleh melalui cara yang tidak halal. Begitu pula produktivitas tinggi tidak dapat disebut sebagai keberhasilan apabila dicapai dengan mengorbankan manusia maupun lingkungan.

Karena itu, Gunawan menekankan pentingnya membawa nilai-nilai syariat ke dalam setiap bidang keahlian.

“Yang membedakan sekadar menjadi orang pintar dengan menjadi orang berilmu yang bertakwa adalah bagaimana ilmu tersebut digunakan dengan benar dan memberikan manfaat,” ungkapnya.

BACA JUGA: Bupati Jepara Lakukan Rotasi, 27 Pejabat Tempati Posisi Baru

Menutup kultumnya, Gunawan mengajak jamaah menjadikan kehidupan sebagai proses perbaikan yang dilakukan secara terus-menerus. Ia mengingatkan bahwa manusia tidak dituntut menjadi pribadi yang sempurna, tetapi terus berusaha memperbaiki diri.

“Jika sebuah proses dapat diperbaiki, maka perbaikilah,” pesannya.

Menurut Gunawan, prinsip tersebut dapat diterapkan dalam berbagai aspek kehidupan, mulai dari mengelola waktu, meningkatkan ibadah, memperbaiki hubungan dengan keluarga, meningkatkan kualitas pekerjaan, menambah ilmu, hingga memperbaiki akhlak.

Ia mengajak jamaah untuk menjadikan konsep continuous improvement sebagai bagian dari kehidupan sehari-hari: hari ini lebih baik daripada kemarin dan besok lebih baik daripada hari ini.

Namun, perbaikan tersebut tidak berhenti pada produktivitas, efektivitas, atau efisiensi. Lebih dari itu, kehidupan harus diarahkan agar semakin bertakwa, bermanfaat, berakhlak, dan dekat dengan Allah SWT.

Dengan demikian, Gunawan menegaskan bahwa keberhasilan tertinggi manusia bukan sekadar pencapaian duniawi, melainkan mendapatkan ridha Allah SWT dan keberkahan dalam kehidupan. (KA)

IstiqomahMenjadi lebih baikTeknik mesin
0 FacebookTwitterPinterestEmail
Redaksi

previous post
21 Dapur MBG di Jepara Disidak Serentak Dini Hari, Dari Bahan Baku hingga IPAL Diperiksa

You may also like

Majelis Dzikir Rijalul Ansor Suwawal, Perkuat Silaturahmi dan Regenerasi

12/09/2026

Komisi Pendidikan Pesantren dan Kaderisasi Ulama MUI Jawa Tengah Monitor Perkembangan Pesantren Karimunjawa

10/09/2026

Ustadz Nurul Taufiq: Kebaikan Keluarga Dapat Diteruskan antar Generasi

06/09/2026

Khitan Massal Maulid Akbar Masjid Al Makmur Sinanggul Diikuti 144 Anak, Ada Peserta Non-Muslim

04/09/2026

Dari Surau hingga NU: Jejak Pengabdian Mbah KH As’ari di Kalipucang Kulon

03/09/2026

Momentum Maulid Nabi, Pengurus Masjid Raudlatus Salikin Masa Khidmat  2026–2031 Dikukuhkan

24/08/2026

Terkini

  • Menjadi Lebih Baik Setiap Hari, Belajar dari Teknik Industri

    14/09/2026
  • 21 Dapur MBG di Jepara Disidak Serentak Dini Hari, Dari Bahan Baku hingga IPAL Diperiksa

    14/09/2026
  • Bukan Cuma Tilawah, MTQ Nasional Gerakkan UMKM Nusantara

    13/09/2026
  • Regenerasi NU Wonorejo Dimulai, Pengurus Baru  Siap Lanjutkan Estafet dalam Berkhidmah

    13/09/2026
  • Majelis Dzikir Rijalul Ansor Suwawal, Perkuat Silaturahmi dan Regenerasi

    12/09/2026
Gistara
  • Home
  • Nasional
  • Regional
    • Semarangan
    • Muria
    • Kedu
    • Banyumasan
    • Pantura
    • Solo Raya
  • Politik
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Kolom
    • Opini
    • Risalah
    • Tokoh
    • Cerpen
    • Catatan Redaksi
  • Lainnya
    • Budaya
    • Teknologi
    • Pendidikan
    • Info Grafis
    • Plesir
    • Kuliner
    • Religi
Sign In

Keep me signed in until I sign out

Forgot your password?

Do not have an account ? Register here

Password Recovery

A new password will be emailed to you.

Have received a new password? Login here

Register New Account

Have an account? Login here