Gistara
  • Home
  • Nasional
  • Regional
    • Semarangan
    • Muria
    • Kedu
    • Banyumasan
    • Pantura
    • Solo Raya
  • Politik
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Kolom
    • Opini
    • Risalah
    • Tokoh
    • Cerpen
    • Catatan Redaksi
  • Lainnya
    • Budaya
    • Teknologi
    • Pendidikan
    • Info Grafis
    • Plesir
    • Kuliner
    • Religi
Gistara
  • Home
  • Nasional
  • Regional
    • Semarangan
    • Muria
    • Kedu
    • Banyumasan
    • Pantura
    • Solo Raya
  • Politik
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Kolom
    • Opini
    • Risalah
    • Tokoh
    • Cerpen
    • Catatan Redaksi
  • Lainnya
    • Budaya
    • Teknologi
    • Pendidikan
    • Info Grafis
    • Plesir
    • Kuliner
    • Religi
GISTARA TV
Thursday, October 8, 2026
Top News
Mengenal Rubrik Penerbitan Surat Kabar, dan Majalah
Cuaca Terik, Penjual Es Teh di Jepara Berhamburan
Mengenal Nyai Hindun Anisah, Caleg DPR RI Dapil Demak, Kudus, dan...
Kolam Renang Cinta Candi Liyangan Temanggung Jawa Tengah Terbaru 2022
Fenomena Bodoh Deklarasi Kasyaf Lewat Foto
Ribuan Orang Hadiri Haul Mbah Sahil ke 18, Ini Biografinya
Sejarah Pantai Nampu Wonogiri Jawa Tengah Terbaru 2022
Peringati Hari Ibu, MIDEHA Festival Gelar Lomba Kolaborasi dengan Ibu
Tak Perlu ke Eropa, Main Salju Bisa di Dusun Semilir Bawen
Rancangan Dapil Pemilu 2024 di Jepara Tidak Berubah
Gistara
Gistara
  • Home
  • Nasional
  • Regional
    • Semarangan
    • Muria
    • Kedu
    • Banyumasan
    • Pantura
    • Solo Raya
  • Politik
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Kolom
    • Opini
    • Risalah
    • Tokoh
    • Cerpen
    • Catatan Redaksi
  • Lainnya
    • Budaya
    • Teknologi
    • Pendidikan
    • Info Grafis
    • Plesir
    • Kuliner
    • Religi
Copyright 2021 - All Right Reserved
KolomRisalah

Kamus 70 Tahun

by Bandung Mawardi 09/11/2022
Bandung Mawardi 09/11/2022 851 views
Pengarang Tua dan Novel Lama
Bandung Mawardi / Pegiat literasi di Kuncen Bilik Literasi, Karanganyar, Jawa Tengah. (Foto: Alenia.ID)
851
Makan(an) Alam dan Kemanusiaan

Kamus 70 Tahun / Bandung Mawardi , Pegiat literasi di Kuncen Bilik Literasi, Karanganyar, Jawa Tengah. (Foto: Alenia.ID)

Oleh : Bandung Mawardi

 

BUKU TEBAL itu mungkin tersisa puluhan saja di Indonesia. Buku turut dalam sejarah dan perkembangan bahasa Indonesia. Buku memuat ribuan lema dan pengertian. Orang-orang bilang itu kamus.

Kita mengingat kamus lawas dan menghormati tokoh. Pada 1952, terbit Kamus Umum Bahasa Indonesia susunan W.J.S. Poerwadarminta. Kita sengaja mengingat mumpung kamus berusia 70 tahun. Kamus itu mungkin sudah langka, tak gampang ditemukan di perpustakaan atau pasar buku bekas. Selama puluhan tahun, Kamus Umum  Bahasa Indonesia dianggap (paling) penting dan berpengaruh di Indonesia. Kita tak lekas mufakat bila mau melacak sejarah perkamusan sejak awal abad XX.

Pada masa lalu, orang-orang mengetahui Kamus Umum Bahasa Indonesia, sebelum sering menggunakan Kamus Besar Bahasa Indonesia. Dua kamus tampak berbeda tapi berhubungan erat. Kini, orang-orang mengakrabi KBBI edisi daring ketimbang edisi cetak. Pergaulan kita dengan kamus-kamus sudah berubah. Kemudahan mencari kata dan pengertian menggunakan gawai mungkin berakibat orang melupa Kamus Umum Bahasa Indonesia diterbitkan Balai Pustaka.

BACA JUGA: Makan dan Minum (Bandung Mawardi)

Di majalah Tempo, 25 Mei 2008, edisi khusus berjudul “Indonesia yang Kuimpikan: 100 Catatan yang Merekam Perjalanan Sebuah Negeri”, kita membaca ulasan tentang Kamus Umum Bahasa Indonesia. Ulasan di urutan terakhir oleh Eko Endarmoko dan Anton M. Moeliono. Foto dipasang melengkapi tulisan tampak tak cocok dengan keterangan: “Kamus Umum Bahasa Indonesia, W.J.S. Poerwadarminta, Balai Pustaka, 1952.” Foto menampilkan Kamus Umum Bahasa Indonesia setelah diolah ulang oleh institusi pemerintah, 1976. Pihak redaksi Tempo mungkin gagal mendapatkan Kamus Umum Bahasa Indonesia cetakan pertama.

Di artikel, terbaca pengakuan Poerwadarminta sebagai “Bapak Kamus Indonesia”. Penjelasan diberikan Eko Endarmoko dan Anton M. Moeliono: “Kamus Umum Bahasa Indonesia hasil jerih payahnya telah memberi sumbangan yang tak ternilai dalam pembakuan kosakata bahasa Indonesia lewat usaha keras yang cermat, sistematis, dan menuruti prinsip-prinsip leksikografi.” Tulisan di Tempo bisa membuat kita abai dengan para pembuat kamus jarang teringat publik atau dijelaskan dalam sejarah perkamusan di Indonesia. Pembuat kamus bahasa Indonesia tak cuma Poerwadarminta.

Abdul Chaer dalam buku berjudul Leksikologi dan Leksikografi Indonesia (2007) menjelaskan posisi Kamus Umum Bahasa Indonesia, sejak masa 1950-an sampai abad XXI: “Kamus ini merupakan tonggak sejarah dalam pertumbuhan leksikografi Indonesia. Meskipun sifatnya sederhana dan praktis, kamus ini merupakan kamus deskriptif yang lema dan penjelasannya dapat dipertanggungjawabkan secara ilmiah.”

BACA JUGA: Tokoh, Jalan, Tembang (Bandung Mawardi)

Kamus disusun perorangan itu berpengaruh sampai pihak pemerintah membentuk tim dalam membuat Kamus Besar Bahasa Indonesia. Kamus itu menggunakan Kamus Umum Bahasa Indonesia sebagai referensi (ter)penting. Kamus Besar Bahasa Indonesia terbit pada 1988. “Kamus tersebut mendapat sambutan hebat dari kalangan masyarakat, baik yang memuji maupun yang memberi saran-saran perbaikan,” tulis Abdul Chaer.

Poerwadarminta moncer dengan Kamus Umum Bahasa Indonesia. Ia mungkin tak mengetahui bila sering terjadi kesalahan dalam penentuan tahun terbit untuk cetakan pertama. Di pelbagai buku dan pidato, kesalahan terjadi dalam urusan tahun. Sekian orang menganggap cetakan pertama pada 1953 atau 1954. Kesalahan terjadi pula dalam penulisan tahun untuk cetakan kedua dan ketiga.

Kita membaca keterangan Anton M. Moeliono dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (1988) terbitan Balai Pustaka: “Data kamus ini berasal dari dari berbagai sumber, seperti Kamus Umum Bahasa Indonesia W.J.S. Poerwadarminta (1976), Kamus Bahasa Indonesia Pusat Bahasa (1983), Kamus Modern Bahasa Indonesia Sutan Mohammad Zain (tanpa tahun), Kamus Indonesia E. St. Harahap (1951), kamus bidang ilmu, buku pelajaran, dan berbagai media massa cetak.”

BACA JUGA: Bahasa Indonesia: Buku dan Masa Lalu (Bandung Mawardi)

Di halaman pustaka acuan, kita membaca pencantuman tahun penerbitan Kamus Umum Bahasa Indonesia susunan Poerwadarminta disunting (ulang) oleh Pusat Pembinaan dan Pengembangan Bahasa Indonesia itu 1986, bukan 1976. Kita justru tak menemukan Kamus Umum Bahasa Indonesia cetakan pertama, 1952.

Kita berlanjut membuka Kamus Umum Bahasa Indonesia terbitan Balai Pustaka, 1952. Kamus bersampul tebal, 903 halaman. Harga kamus: Rp 40. Pengantar ditulis Poerwadarminta pada 1951 memuat penjelasan: “Tak teringkari lagi bahwa kamus ini masih banjak tjatjat tjelanja, dan banjak pula kekurangannja. Karena itu maka diharapkan dengan hormat sudilah pemakai kamus ini mentjatat barang apa jang kurang tepat dan menambah barang apa jang kurang…”

Poerwadarminta mengakui sulit untuk membuat kamus lengkap. Ia mungkin menganggap itu kemustahilan. Pada masa berbeda, ia tak mengikuti usaha-usaha dalam mewujudkan kamus “lengkap” berwujud Kamus Besar Bahasa Indonesia. Kini, kamus itu tak cuma edisi cetak. Para pengguna sering memilih edisi daring meski berakibat gagal bertemu kamus lawas berusia 70 tahun. Begitu.

*Bandung Mawardi merupakan pegiat literasi di Kuncen Bilik Literasi, Karanganyar, Jawa Tengah.

70 TahunBandung MawardiKamusKamus 70 Tahun
0 FacebookTwitterPinterestEmail
Bandung Mawardi

previous post
Cuaca Ekstrem Masih Terjadi, Polisi Patroli Keliling Danau Rawapening Ingatkan Nelayan Pakai Pelampung
next post
Pengamatan Gerhana Bulan, Bentuk Upaya Edukasi Masyarakat

You may also like

Cinta Mata Cinta Jendela Dunia

02/11/2025

Ahmad Mi’an: Mengukir Jalan Menuju Generasi Qur’ani

31/07/2025

Kasemun: dari Lumpur Sawah ke Balai Desa

29/07/2025

KH. Nasta’in: dari Sawah ke Panggung Dakwah

28/07/2025

Muladi: dari Perantau hingga Jadi Pemimpin Desa

27/07/2025

Suratno: Sang Guru Sederhana, Mengabdi Sepanjang Usia

26/07/2025

Terkini

  • Perkuat Jejaring Akademik Internasional, Prodi PAI UNISNU Jepara Kolaborasi Riset dengan IIUM Malaysia

    07/10/2026
  • Pemkab Jepara Salurkan BLT DBHCHT ke 4.813 Butuh dan Petani Tembakau

    07/10/2026
  • Cetak Instruktur yang Berkualitas, PC PMII Jepara Gelar Pelatihan Instruktur Cabang

    06/10/2026
  • Bimwin bagi Calon Pengantin, Wujudkan Keluarga yang Harmonis dan Berkualitas 

    06/10/2026
  • Pemkab Jepara Dorong BUMDesa Masuk Rantai Pasok Ritel

    06/10/2026
Gistara
  • Home
  • Nasional
  • Regional
    • Semarangan
    • Muria
    • Kedu
    • Banyumasan
    • Pantura
    • Solo Raya
  • Politik
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Kolom
    • Opini
    • Risalah
    • Tokoh
    • Cerpen
    • Catatan Redaksi
  • Lainnya
    • Budaya
    • Teknologi
    • Pendidikan
    • Info Grafis
    • Plesir
    • Kuliner
    • Religi
Sign In

Keep me signed in until I sign out

Forgot your password?

Do not have an account ? Register here

Password Recovery

A new password will be emailed to you.

Have received a new password? Login here

Register New Account

Have an account? Login here