Gistara
  • Home
  • Nasional
  • Regional
    • Semarangan
    • Muria
    • Kedu
    • Banyumasan
    • Pantura
    • Solo Raya
  • Politik
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Kolom
    • Opini
    • Risalah
    • Tokoh
    • Cerpen
    • Catatan Redaksi
  • Lainnya
    • Budaya
    • Teknologi
    • Pendidikan
    • Info Grafis
    • Plesir
    • Kuliner
    • Religi
Gistara
  • Home
  • Nasional
  • Regional
    • Semarangan
    • Muria
    • Kedu
    • Banyumasan
    • Pantura
    • Solo Raya
  • Politik
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Kolom
    • Opini
    • Risalah
    • Tokoh
    • Cerpen
    • Catatan Redaksi
  • Lainnya
    • Budaya
    • Teknologi
    • Pendidikan
    • Info Grafis
    • Plesir
    • Kuliner
    • Religi
GISTARA TV
Friday, October 16, 2026
Top News
Mengenal Rubrik Penerbitan Surat Kabar, dan Majalah
Cuaca Terik, Penjual Es Teh di Jepara Berhamburan
Mengenal Nyai Hindun Anisah, Caleg DPR RI Dapil Demak, Kudus, dan...
Kolam Renang Cinta Candi Liyangan Temanggung Jawa Tengah Terbaru 2022
Fenomena Bodoh Deklarasi Kasyaf Lewat Foto
Ribuan Orang Hadiri Haul Mbah Sahil ke 18, Ini Biografinya
Sejarah Pantai Nampu Wonogiri Jawa Tengah Terbaru 2022
Peringati Hari Ibu, MIDEHA Festival Gelar Lomba Kolaborasi dengan Ibu
Tak Perlu ke Eropa, Main Salju Bisa di Dusun Semilir Bawen
Rancangan Dapil Pemilu 2024 di Jepara Tidak Berubah
Gistara
Gistara
  • Home
  • Nasional
  • Regional
    • Semarangan
    • Muria
    • Kedu
    • Banyumasan
    • Pantura
    • Solo Raya
  • Politik
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Kolom
    • Opini
    • Risalah
    • Tokoh
    • Cerpen
    • Catatan Redaksi
  • Lainnya
    • Budaya
    • Teknologi
    • Pendidikan
    • Info Grafis
    • Plesir
    • Kuliner
    • Religi
Copyright 2021 - All Right Reserved
KolomRisalah

Pengarang Tua dan Novel Lama

by Bandung Mawardi 06/02/2023
Bandung Mawardi 06/02/2023 1.1K views
Pengarang Tua dan Novel Lama
Bandung Mawardi / Pegiat literasi di Kuncen Bilik Literasi, Karanganyar, Jawa Tengah. (Foto: Alenia.ID)
1.1K
Pengarang Tua dan Novel Lama

“Pengarang Tua dan Novel Lama” Bandung Mawardi / Pegiat literasi di Kuncen Bilik Literasi, Karanganyar, Jawa Tengah. (Foto: Alenia.ID)

Buku lawas dilihat lagi. Buku membawa nostalgia. Melihat dari jarak setengah meter. Buku tak mulus. Punggung buku sudah mengelupas. Warna sampul kusam. Jilidan pun sudah rusak. Buku itu masih ada, mampu melewati abad XX untuk tetap hadir di abad XXI.

Buku berjudul Karmila. Orang-orang lawas mengingat novel itu mengharukan. Mereka membaca mula-mula sebagai cerita bersambung. Pada suatu hari, cerita itu terbit menjadi buku oleh Gramedia (1973). Kini, kita mungkin memperingati 50 tahun penerbitan Karmila meski pemuatan di Kompas pada 1970 dan 1971.

Novel masih memiliki pembaca: lama dan baru. Para pembaca Karmila menambahi ingatan bila pernah menonton film dengan judul sama. Dulu, Karmila itu novel dan film. Novel itu laris. Film itu moncer. Pada masa 1970-an, orang-orang di Indonesia memikirkan perempuan bernama Karmila. Ia menjadi tokoh berhak mendapat perhatian atas segala suka dan duka.

Novel berjudul Karmila gubahan Marga T. Di Indonesia, ia nama terpenting dalam arus industri novel biasa dicap pop. Nama berada di barisan terdepan saat jutaan orang di Indonesia kesengsem novel-novel biasa disajikan dulu sebagai cerita bersambung di pelbagai koran dan majalah. Ratusan judul novel terbit membuat kehebohan di Indonesia.

BACA JUGA: Piring: Kisah dan Pisah

Orang-orang lekas membeli dan menata koleksi. Mereka berharap bisa lengkap untuk mengoleksi novel-novel Marga T, Mira W, Maria A Sardjono, dan lain-lain. Gagal memiliki duit dan mengoleksi novel-novel, mereka bisa mendatangi tempat persewaan buku. Pada masa lalu, peminjaman novel-novel turut meramaikan usaha persewaan buku di pelbagai kota. Novel-novel Marga T tentu ada di koleksi, terutama Karmila.

Di hadapan kita, Karmila cetakan kesembilan, 1977. Novel terbukti laris, sejak cetak pada 1973. Di sampul depan, gambar itu menjadi ingatan bertahan lama. Gambar dibuat oleh GM Sudarta. Selama puluhan tahun, orang-orang menikmati gambar GM Sudarta di Kompas. Dulu, ia turut dalam sejarah penerbitan Gramedia dengan memberi gambar untuk buku pertama berhasil diterbitkan Gramedia.

Kita mengutip pengantar penerbit: “Dalam novel Karmila yang kami terbitkan ini, ‘Karmila I’ dan “Karmila II’ disajikan dalam satu buku. Seks, cinta, birahi, bordil, perkosaan dan kata-kata semacam itu tidaklah asing dari perbendaharaan kata Marga T. Tetapi tak satu pun dari karyanya akan membuat kening seorang sensor berkerenyit ataupun memancing keberatan orang tua untuk memperbolehkan anak gadisnya ikut membaca.”

Keterangan penting gara-gara Karmila terbit berbarengan dengan industri novel picisan atau novel bergelimang berahi terbit di Indonesia. Pada masa 1970-an, orang-orang keranjingan membaca dengan berlimpah imajinasi berahi dan asmara berlebihan. Marga T dengan Karmila tampil berbeda, tak mengikut arus memicu debat kaum moralis. Karmila tetap merekam situasi zaman tapi mengerti “tata krama” bercerita. Konon, Karmila berhak masih daftar “bacaan sehat”.

BACA JUGA: Lelaki Bergitar: Laris dan Nostalgia

Pada 1977, novel terbit dengan kertas buram. Orang-orang membaca tanpa protes jenis kertas. Buku dibawa enteng, dipegang pun enteng. Pembaca maklum bila mengerti lakon industri penerbitan buku di Indonesia. Karmila di tatapan mata dianggap memikat. Dulu, novel itu dijual dengan harga 850 rupiah.

Sekian tahun, novel itu menghuni rumah para pembaca. Berpindah setelah dijual sebagai “barang rongsok”, beredar ke pelbagai tempat berlanjut ke pasar buku bekas. Novel masih utuh tapi kondisi memang tak mulus. Novel bertahan dari tahun-tahun kemarau dan hujan.

Pada 2004, Karmila cetak ulang kedua puluh. Buku berpenampilan baru. Pihak penerbit menghadirkan lagi Karmila berketerangan: “Koleksi ulang tahun ke-30”. Gramedia berusia 30 tahun. Usia itu ditandai dengan penerbitan buku pertama berjudul Karmila. Dulu, terbit akhir 1973.

Penjelasan pihak Gramedia: “Karmila bagi Penerbit Gramedia Pustaka Utama bukan hanya sekadar novel, melainkan erat hubungannya dengan sejarah berdirinya Penerbit Gramedia Pustaka Utama sebagai suatu lembaga, karena Karmila adalah buku pertama yang diterbitkan.” Kita bisa membuat dua peringatan: novel dan penerbit. Kini, Gramedia Pustaka Utama tampil sebagai penerbit terbesar di Indonesia. Orang-orang mengenali penerbit, belum tentu mengetahui Karmila edisi awal.

BACA JUGA: Tokoh, Jalan, Tembang

Penampilan novel Karmila berubah: ukuran dan warna sampul buku. Pada 2004, novel itu dicetak dengan ukuran besar dan bersampul tebal. Isi cerita tak berubah. Pengalaman memegang dan membaca buku mungkin berubah. Kemasan itu mengesankan “ingatan” tapi mengurangi selera masa lalu.

Kini, kita boleh membaca lagi sebagai peringatan 50 tahun penerbitan Karmila. Kita juga memperingati 80 tahun Marga T. Sekian hari lalu, 27 Januari 2023, ia bertambah usia meski tak ada berita tentang peringatan besar atau acara-acara penghormatan. Begitu.

*Bandung Mawardi merupakan pegiat literasi di Kuncen Bilik Literasi, Karanganyar, Jawa Tengah.

KarmilaNovel LamaPengarang Tua
0 FacebookTwitterPinterestEmail
Bandung Mawardi

previous post
Sambangi 41 Hari, Santriwati Tahfidz Tuli Irhamny Robby Setorkan Hafalan
next post
Fatayat NU Dukuh Kaliuntu Pasar Banggi Optimalkan Medsos Sebagai Sarana Dakwah

You may also like

Cinta Mata Cinta Jendela Dunia

02/11/2025

Ahmad Mi’an: Mengukir Jalan Menuju Generasi Qur’ani

31/07/2025

Kasemun: dari Lumpur Sawah ke Balai Desa

29/07/2025

KH. Nasta’in: dari Sawah ke Panggung Dakwah

28/07/2025

Muladi: dari Perantau hingga Jadi Pemimpin Desa

27/07/2025

Suratno: Sang Guru Sederhana, Mengabdi Sepanjang Usia

26/07/2025

Terkini

  • 10 Ribu Peserta Bakal Meriahkan Karnaval Hari Santri Jepara, Berikut Rangkaian Kegiatan Hari Santri 2026

    16/10/2026
  • Dr Haryanto Ungkap Rahasia Manajemen Pembelajaran dalam Surat Al-Alaq

    14/10/2026
  • BPS Jepara Ingatkan, Jangan Keliru Membaca Angka Ekonomi

    14/10/2026
  • Kejar Swastisaba Wistara 2027, FKJS Jepara Perkuat Kelembagaan hingga Desa

    14/10/2026
  • Lantik PRNU Tanjung 2, Rais Syuriyah PCNU Jepara Ingatkan Dua Kriteria Pemimpin

    14/10/2026
Gistara
  • Home
  • Nasional
  • Regional
    • Semarangan
    • Muria
    • Kedu
    • Banyumasan
    • Pantura
    • Solo Raya
  • Politik
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Kolom
    • Opini
    • Risalah
    • Tokoh
    • Cerpen
    • Catatan Redaksi
  • Lainnya
    • Budaya
    • Teknologi
    • Pendidikan
    • Info Grafis
    • Plesir
    • Kuliner
    • Religi
Sign In

Keep me signed in until I sign out

Forgot your password?

Do not have an account ? Register here

Password Recovery

A new password will be emailed to you.

Have received a new password? Login here

Register New Account

Have an account? Login here