Gistara
  • Home
  • Nasional
  • Regional
    • Semarangan
    • Muria
    • Kedu
    • Banyumasan
    • Pantura
    • Solo Raya
  • Politik
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Kolom
    • Opini
    • Risalah
    • Tokoh
    • Cerpen
    • Catatan Redaksi
  • Lainnya
    • Budaya
    • Teknologi
    • Pendidikan
    • Info Grafis
    • Plesir
    • Kuliner
    • Religi
Gistara
  • Home
  • Nasional
  • Regional
    • Semarangan
    • Muria
    • Kedu
    • Banyumasan
    • Pantura
    • Solo Raya
  • Politik
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Kolom
    • Opini
    • Risalah
    • Tokoh
    • Cerpen
    • Catatan Redaksi
  • Lainnya
    • Budaya
    • Teknologi
    • Pendidikan
    • Info Grafis
    • Plesir
    • Kuliner
    • Religi
GISTARA TV
Tuesday, September 15, 2026
Top News
Mengenal Rubrik Penerbitan Surat Kabar, dan Majalah
Cuaca Terik, Penjual Es Teh di Jepara Berhamburan
Mengenal Nyai Hindun Anisah, Caleg DPR RI Dapil Demak, Kudus, dan...
Kolam Renang Cinta Candi Liyangan Temanggung Jawa Tengah Terbaru 2022
Fenomena Bodoh Deklarasi Kasyaf Lewat Foto
Ribuan Orang Hadiri Haul Mbah Sahil ke 18, Ini Biografinya
Peringati Hari Ibu, MIDEHA Festival Gelar Lomba Kolaborasi dengan Ibu
Sejarah Pantai Nampu Wonogiri Jawa Tengah Terbaru 2022
Tak Perlu ke Eropa, Main Salju Bisa di Dusun Semilir Bawen
Rancangan Dapil Pemilu 2024 di Jepara Tidak Berubah
Gistara
Gistara
  • Home
  • Nasional
  • Regional
    • Semarangan
    • Muria
    • Kedu
    • Banyumasan
    • Pantura
    • Solo Raya
  • Politik
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Kolom
    • Opini
    • Risalah
    • Tokoh
    • Cerpen
    • Catatan Redaksi
  • Lainnya
    • Budaya
    • Teknologi
    • Pendidikan
    • Info Grafis
    • Plesir
    • Kuliner
    • Religi
Copyright 2021 - All Right Reserved
Opini

MBG, Demokrasi dan Demonstrasi

by Redaksi 15/06/2026
Redaksi 15/06/2026 226 views
Oleh: Dr. H. Shohibul Itmam, Wakatib Syuriah PWNU Jawa Tengah, Dosen Pascasarjana UIN Sunan Kudus
226

Dalam sepekan ini, demontrasi secara nasional dan serentak yang berpuncak pada tanggal 11-12 Juni 2026 kemarin dengan narasi reformasi jilid-2 merupakan ekspresi wajah sebuah proses demokratisasi yang sedang diuji kemapanannya dalam menjalankan program nasional seperti program Makan Bergizi Gratis (MBG), terjadinya kenaikan harga BBM, melemahnya nilainya tukar rupiah terhadap dolar US serta kompleksitas persoalan yang melanda bangsa saat ini.

Selaras dengan berita Kompas dalam kanal youtube Jumat, 12 Juni yang menjelaskan adanya demonstrasi dan gerakan mahasiswa tersebut mendesak pemerintah supaya lebih transparan dan siap menerima kritik dari publik.

Dalam literatur akademik seperti Paramadina Repository karya Syarif Hidayat, bahwa demonstransi dalam berdemokrasi Pancasila saat ini diwarnai terjadinya dialektika, antara partisipasi digital generasi muda yang inklusif, dengan tantangan struktural, seperti menguatnya politik transaksional, yang berpengaruh terhadap cara berfikir tentang kedaulatan rakyat, sebagai menjadi fondasi yang dalam praktiknya sering dihadapkan pada ancaman polarisasi identitas serta masih rentannya kebebasan berekspresi.

BACA JUGA: Menjaga Marwah Pesantren di Tengah Kasus Kekerasan Seksual, Gus Sholah: Perkuat Nalar Kritis dan Perlindungan Santri

Demontrasi Tetap Demokratis

Demonstrasi adalah proses sekaligus bagian elemen penting dalam negara demokrasi yang sah dan dilindungi oleh undang-undang. Kebebasan menyampaikan pendapat dijamin oleh Pasal 28E ayat (3) UUD 1945 dan diatur dalam Undang-Undang Nomor 9 Tahun 1998. Yang patut diperhatikan supaya demonstrasi tetap berjalan demokratis, damai, dan efektif adalah gerakan demontrasi perlu perhatikan prinsip demonstrasi antara lain komunikasi aktif dengan aparat dan saling berbagi informasi terkini.

Selain itu, demonstrasi yang demokratis mencerminkan kepentingan rakyat, senantiasa menjaga ketertiban dan keteraturan sosial masyarakat dengan tetap menghargai masyarakat dengan ragam aktivitasnya saat terjadi demonstrasi. Ini sebagai upaya serius tegaknya demokrasi secara tertib dan damai.

Demonstrasi yang masih mencerminkan demokrasi selalu menghormati hak orang lain sehingga tidak menganggu aktivitas yang terjadi dan berjalan pada saat berlangsungnya demonstrasi.

Patut disayangkan jika demokrasi tersebut dikotori oleh praktik demonstrasi yang melecehkan dan tidak menghargai hak-hak masyarakat secara umum yang bisa melahirkan terjadinya provokasi dari oknum dan pihak yang tidak bertanggungjawab.

Selain itu gerakan demontrasi yang demokratis, harus fokus pada substansi tuntutan secara konsisten, tidak berubah apalagi terprovokasi oleh gelombang sosial politik yang ditumpangi kepentingan kelompok dan golongan tertentu yang keluar dari tuntutan haluan demonstrasi. Dengan cara demikian, gelombang demontrasi tetap dalam bingkai demokrasi yang demokratis.

BACA JUGA: Menjaga Marwah Pesantren dari Kekerasan, Gus Sahil: Pelaku Harus Diproses sesuai Hukum yang berlaku

Polemik MBG

Dalam mencermati demonstrasi yang terjadi sepekan, tuntutan yang cukup fundamental sekaligus pemicu utama adalah persoalan (MBG) selain BBM dan melemahnya nilai tukar rupiah pada dolar. Sebagai program nasional, secara politik hukum, MBG membutuhkan strategi yang sesuai manajemen dan kondisi bangsa saat ini sebagai Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

MBG sebaiknya dilaksanakan melalui desentralisasi tata kelola, digitalisasi data, dan pemberdayaan ekonomi lokal, serta memastikan anggaran negara terserap secara efisien dengan tetap menjamin keamanan pangan, dan menyesuaikan menu dengan kebutuhan spesifik pada setiap daerah.

Selain itu pelaksanaan MBG perlu dilaksanakan melalui sistem desentralisasi, dengan melibatkan satuan pendidikan dengan memaksimalkan dapur atau kantin sekolah di bawah pengawasan Badan Gizi Nasional secara professional. BGN bisa mengontrol dengan sistem digitalisasi, pemantauan dengan melibatkan potensi dan petani lokal yang berkompeten sesuai sumber daya yang ada.

Selain itu, standarisasi dan audit keamanan pangan diperkuat, melalui pengawasan higienitas melalui sertifikasi halal sebagai kelayakan dapur, serta audit berkala dari instansi independen untuk mencegah kasus kontaminasi makanan. Targetnya akhirnya adalah penyesuaian menu berbasis kearifan lokal, dengan menghindari menu seragam secara nasional dan memperbolehkan variasi menu sesuai standar gizi ahli lokal, agar makanan lebih disukai pengguna sesuai kondisi daerah masing-masing.

Sedangkan terkait distribusi MBG perlu diformulasikan ulang, dengan melakukan evaluasi dan penataan menyeluruh terhadap tata kelola yang lebih optimal, tidak hanya kepada pelajar saja tetapi juga terhadap gizi balita, ibu hamil dan ibu menyusui yang membutuhkan asupan gizi.

Melalui cara berfikir demikian diharapkan program MBG menemukan solusi terbaiknya, dari MBG bisa berdemokrasi melalui demonstrasi untuk masa depan NKRI yang lebih baik.(KA)

Oleh: Dr. H. Shohibul Itmam, Wakatib Syuriah PWNU Jawa Tengah, Dosen Pascasarjana UIN Sunan Kudus

DemokrasiDemontrasiMBG
0 FacebookTwitterPinterestEmail
Redaksi

previous post
Haul Hj. Siti Aminah Jadi Momentum Muhasabah, KH. Akmal Salim Ajak Jamaah  Perbanyak Amal Saleh
next post
Genap Setahun, RSINU Cakra Medika Mayong  Optimis Wujudkan Layanan Kesehatan yang Paripurna

You may also like

Undang-Undang Pesantren Dan Orientasi Pendidikan Indonesia

05/09/2026

Ketua PBNU dan Imperatif “Tajalli” Melampaui Intelektualisme Menuju Kejernihan Hati

03/09/2026

Kembalinya Trah Tebuireng, Gus Kikin dan Perebutan Makna Identitas NU

01/09/2026

Muktamar NU ke-35, Asap yang Padam di Ruang Sidang

29/08/2026

Hari Keempat Muktamar NU ke-35: Kematangan Peserta Memilih AHWA

29/08/2026

Mengamankan Pemilih AHWA pada Muktamar NU ke-35 Jombang

21/08/2026

Terkini

  • Kiai Ali Rohmat: Beruntung Orang yang Ditakdirkan Belajar Agama

    14/09/2026
  • Purbaya Kena Resuffle, Suahasil Nazara Jadi Menkeu

    14/09/2026
  • Menjadi Lebih Baik Setiap Hari, Belajar dari Teknik Industri

    14/09/2026
  • 21 Dapur MBG di Jepara Disidak Serentak Dini Hari, Dari Bahan Baku hingga IPAL Diperiksa

    14/09/2026
  • Bukan Cuma Tilawah, MTQ Nasional Gerakkan UMKM Nusantara

    13/09/2026
Gistara
  • Home
  • Nasional
  • Regional
    • Semarangan
    • Muria
    • Kedu
    • Banyumasan
    • Pantura
    • Solo Raya
  • Politik
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Kolom
    • Opini
    • Risalah
    • Tokoh
    • Cerpen
    • Catatan Redaksi
  • Lainnya
    • Budaya
    • Teknologi
    • Pendidikan
    • Info Grafis
    • Plesir
    • Kuliner
    • Religi
Sign In

Keep me signed in until I sign out

Forgot your password?

Do not have an account ? Register here

Password Recovery

A new password will be emailed to you.

Have received a new password? Login here

Register New Account

Have an account? Login here